- Karni Ilyas resmi diangkat menjadi Komisaris Independen PT Darma Henwa Tbk dalam RUPST di Jakarta, 29 Juni 2026.
- RUPST menyetujui perubahan susunan pengurus perusahaan serta mengesahkan laporan keuangan dan laporan tahunan tahun buku 2025.
- PT Darma Henwa Tbk membagikan dividen tunai sebesar Rp58,6 miliar yang dijadwalkan cair pada 31 Juli 2026 mendatang.
Suara.com - Jurnalis senior Karni Ilyas resmi ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Darma Henwa Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada 29 Juni 2026.
Pengangkatan Karni menjadi salah satu keputusan strategis yang disepakati para pemegang saham dalam RUPST, bersamaan dengan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi emiten pertambangan tersebut.
Dalam susunan baru, posisi Presiden Komisaris diisi Bambang Irawan Hendradi, sedangkan Wakil Presiden Komisaris (Independen) dijabat Suadi Atma. Adapun Karni Ilyas bergabung sebagai Komisaris Independen bersama Gories Mere dan Agus Suharyono.
Selain menyetujui perubahan susunan pengurus, RUPST juga menerima laporan tahunan dan mengesahkan laporan keuangan tahun buku 2025.
![Jajaran Komisaris dan Direksi PT Darma Henwa Tbk. [Dok DEWA].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/30/38228-dewa-emiten.jpg)
Pemegang saham turut memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp58,6 miliar atau setara Rp1,5 per saham.
Nilai tersebut setara 11,4 persen dari laba inti tahun 2025 yang mencapai Rp514,5 miliar. Adapun pembayaran dividen dijadwalkan pada 31 Juli 2026.
"Pembagian dividen ini menjadi yang pertama kali dalam sejarah Perseroan, mencerminkan fundamental Perseroan yang semakin kuat sekaligus keyakinan kami terhadap prospek usaha ke depan. Kami akan terus menjaga keseimbangan antara pemberian imbal hasil kepada para pemegang saham dan investasi yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan," ujar Direktur PT Darma Henwa Tbk Ricardo Silaen, dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (30/6/2026).
Sepanjang 2025, Darma Henwa membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp4,3 triliun.
Kinerja tersebut antara lain ditopang oleh pencatatan keuntungan one-off dari goodwill negatif terkait konsolidasi Gayo Mineral Resources, meski juga dipengaruhi kerugian penjualan aset dan persediaan non-produktif.
Adapun berikut, susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang baru:
Dewan Komisaris
- Presiden Komisaris : Bambang Irawan Hendradi
- Wakil Presiden Komisaris (Independen): Suadi
Atma - Komisaris: Nalinkant Amratlal Rathod
- Komisaris: Wisnu Wahyudin Pettalolo
- Komisaris: Sorimuda Pulungan
- Komisaris (Independen): Gories Mere
- Komisaris (Independen): Agus Suharyono
- Komisaris (Independen): Karni Ilyas
Direksi
- Presiden Direktur: Teguh Boentoro
- Direktur: Ahmad Hilyadi
- Direktur: Fredia Yuzirwan
- Direktur: Mahmud Samuri
- Direktur: Mukson Arif Rosyidi
- Direktur: Faruk Fauzi
- Direktur: Anny Tjandra
- Direktur: Joseph Lembayung
- Direktur: Ricardo Sil
Profil Karni Ilyas
Karni Ilyas memiliki nama lengkap Sukarni Ilyas. Dia lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 25 September 1952.
Karni Ilyas memulai karirnya sebagai wartawan pada tahun 1972. Saat itu dia bergabung dengan sebuah media bernama Suara Karya.
Dia kemudian berpindah menjadi bagian dari majalah Tempo. Jabatan terakhirnya adalah redaktur pelaksana rubrik Hukum.
Karni Ilyas mulai bergabung di media televisi pada tahun 1996. Dia bergabung dengan SCTV.
Setelah itu, Karni menjadi sebuah presenter dalam program Liputan 6. Tak lama kemudian, Karni memimpin program berita di stasiun televisi lain yaitu ANTV.
Hingga akhirnya, Karni Ilyas membawakan program bertajuk 'Jakarta Lawyers Club' yang kemudian diubah menjadi 'Indonesia Lawyers Club' atau ILC.