- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen meneruskan program Makan Bergizi Gratis di Jakarta pada Agustus 2024.
- Provinsi Papua memiliki angka stunting tinggi tetapi hanya memiliki satu persen fasilitas dapur pemenuhan gizi.
- Laporan mencatat kasus keracunan program tersebut mencapai 40.759 orang akibat insiden di berbagai daerah.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan tahunan pada Sidang MPR, Jakarta, Jumat (14/08). Ini menjadi momen kedua Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan sejak menjabat presiden pada 2024.
Sidang di Senayan ini dihadiri para pejabat tinggi negara dan sejumlah mantan presiden serta wakil presiden, termasuk Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK).
Dalam pidatonya, Prabowo mengutarakan komitmennya melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang oleh sejumlah pihak dinilai kontroversial.
Dia berkata: "tidak akan membiarkan stunting atau gizi buruk di Indonesia"`.
`"Untuk mengatasi stunting, yang masih dialami anak-anak kita. Di beberapa tempat, [angka stunting] setinggi 25%... Satu dari empat anak Indonesia ada yang mengalami stunting,"` kata Prabowo dalam pidatonya.
"Dan karena itu saya bertekad teruskan program MBG. Tapi dengan perbaikan. Dengan efisiensi," lanjut Prabowo.
Fakta Lapangan: Ketimpangan Fasilitas SPPG di Daerah Tinggi Stunting
Papua merupakan salah satu provinsi dengan angka stunting dan gizi buruk akut paling tinggi di Indonesia. Namun, dari 27.469 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia, jumlah dapur MBG yang beroperasi di Provinsi Papua hanya 1%.
Sebagai perbandingan, jumlah SPPG di Pulau Jawa mencapai 53% dari total SPPG yang ada di seluruh Indonesia.
Di sisi lain, daerah dengan angka stunting paling rendah ditemukan di:
- Bali: 8,7%
- Jawa Timur: 14,7%
- Kepulauan Riau: 15%
- Sulawesi Selatan: 15,9%
- Jawa Barat: 15,9%
- Jambi: 17,1%
- Jawa Tengah: 17,1%
- Jakarta: 17,3%
- Daerah Istimewa Yogyakarta: 17,4%
Rekam Kasus Keracunan Program MBG
Kasus keracunan karena MBG selama periode 2025 hingga Agustus 2026 mencapai 40.759 orang, menurut laporan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia, sebagaimana dikutip dari BBC Indonesia.
Kasus keracunan MBG terbaru terjadi di Berastagi, Sumatra Utara dan Kabupaten Jayapura, Papua.
Total, dalam tiga pekan terakhir terdapat ribuan pelajar yang dilarikan ke rumah sakit karena mual dan muntah setelah menyantap MBG.