Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Saham Perbankan Masih Menarik, BBCA dan BMRI Layak Dikoleksi

Achmad Fauzi

Kamis, 02 Juli 2026 | 15:32 WIB
Saham Perbankan Masih Menarik, BBCA dan BMRI Layak Dikoleksi
Ilustrasi Saham Perbankan. [Dok IPOT].
baca 10 detik
  • MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight sektor perbankan karena valuasi menarik serta prospek dividen dan kualitas aset yang solid.
  • Analis menjagokan saham BBCA dan BMRI sebagai pilihan utama berkat fundamental defensif dan pertumbuhan laba yang kuat.
  • Empat bank besar nasional mencatatkan pertumbuhan laba kumulatif sembilan persen hingga Mei 2026 meskipun dibayangi potensi tekanan NIM.

Suara.com - Saham sektor perbankan tetap salah satu pilihan yang wajib dikoleksi di tengah pasar yang bergejolak.

MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor perbankan, sebab valuasi dinilai sudah mencerminkan berbagai risiko penurunan, sementara prospek dividen dan kualitas aset masih tetap solid.

Adapun, overweight adalah rekomendasi analis yang meminta investor menambah porsi kepemilikan saham di suatu emiten.

Research Analyst MNC Sekuritas Victoria Venny mengatakan, di antara empat bank besar nasional, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) masih menjadi pilihan utama.

Ilustrasi saham (unsplash)
Ilustrasi saham (unsplash)

"Selain itu, imbal hasil dividen yang masih menarik dan prospek kualitas kredit yang stabil menjadi faktor pendukung utama. Untuk pilihan saham, kami tetap menjagokan BBCA dan BMRI," ujarnya dalam riset yang dikutip, Kamis (2/7/2026).

Victoria menjelaskan, BBCA masih menjadi pilihan utama karena memiliki fundamental yang defensif. Bank swasta terbesar di Indonesia tersebut didukung likuiditas yang kuat dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 77 persen, rasio dana murah atau CASA mencapai 85,1 persen, serta cost of credit (CoC) sebesar 0,3 persen, terendah di industri.

"BBCA memiliki profil kinerja yang lebih defensif. Likuiditas yang kuat, rasio CASA tertinggi di industri, dan biaya kredit yang rendah membuat perseroan lebih tahan menghadapi potensi kenaikan biaya dana ke depan," katanya.

Sementara itu, BMRI dinilai masih menjadi bank dengan momentum pertumbuhan laba paling kuat di antara bank-bank besar nasional. Hingga Mei 2026, laba bersih Bank Mandiri mencapai Rp23 triliun, naik 19 persen secara tahunan (year on year/YoY).

"BMRI terus menunjukkan momentum pertumbuhan yang kuat. Pertumbuhan laba, peningkatan PPOP, kualitas kredit yang semakin baik, serta ekspansi kredit yang solid menjadi alasan kami tetap merekomendasikan saham ini," jelas Victoria.

baca juga

Secara industri, empat bank besar nasional mencatatkan laba bersih kumulatif sebesar Rp78,5 triliun sepanjang lima bulan pertama 2026 atau tumbuh 9 persen YoY. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh BMRI dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), sementara PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan BBCA juga tetap mencatatkan kenaikan laba.

Di sisi lain, MNC Sekuritas mengingatkan bahwa tekanan terhadap net interest margin (NIM) masih berpotensi muncul pada paruh kedua tahun ini menyusul kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia di luar jadwal reguler. Kondisi tersebut diperkirakan dapat meningkatkan biaya dana (cost of fund) perbankan.

Meski demikian, Victoria menilai kondisi fundamental sektor perbankan masih cukup kuat. Pertumbuhan kredit yang tetap tinggi, kualitas aset yang terjaga, serta valuasi saham yang menarik membuat prospek sektor ini masih positif.

MNC Sekuritas juga memberikan rekomendasi Buy untuk saham BBCA dengan target harga Rp8.700 per saham dan BMRI dengan target harga Rp6.050 per saham.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini

IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:25 WIB

Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170

Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:12 WIB

BBCA Diramal Belum Bisa Tembus Rp6.000 Hari Ini

BBCA Diramal Belum Bisa Tembus Rp6.000 Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:10 WIB

Terkini

Mengapa Investor Mulai Menjauh dari Indonesia?

Mengapa Investor Mulai Menjauh dari Indonesia?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:44 WIB

Pedagang Online Dukung Kewajiban NIB, Tapi Minta Pemerintah Ikut Atur Potongan Komisi E-commerce

Pedagang Online Dukung Kewajiban NIB, Tapi Minta Pemerintah Ikut Atur Potongan Komisi E-commerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:21 WIB

PNM Borong GCG Awards 2026, Layani 23,3 Juta Perempuan Prasejahtera hingga Mei

PNM Borong GCG Awards 2026, Layani 23,3 Juta Perempuan Prasejahtera hingga Mei

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:13 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia Defisit 1,61 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, BI Bakal Lakukan Ini

Neraca Perdagangan Indonesia Defisit 1,61 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, BI Bakal Lakukan Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:08 WIB

Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Secara Tiba-tiba Mundur

Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Secara Tiba-tiba Mundur

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:06 WIB

BBM B50 Resmi Mulai Didistribusikan ke SPBU, Peluncuran Tinggal Tunggu Prabowo

BBM B50 Resmi Mulai Didistribusikan ke SPBU, Peluncuran Tinggal Tunggu Prabowo

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:29 WIB

Purbaya Lantik Sekaligus 3 Dirjen Baru Kemenkeu, Langsung Kasih Tugas Khusus

Purbaya Lantik Sekaligus 3 Dirjen Baru Kemenkeu, Langsung Kasih Tugas Khusus

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:44 WIB

Anak Buah Menkeu Purbaya: APBN Tekor Rp600 Triliun, Pajak Dana JHT Terpaksa Tetap Dipungut

Anak Buah Menkeu Purbaya: APBN Tekor Rp600 Triliun, Pajak Dana JHT Terpaksa Tetap Dipungut

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:22 WIB

Harga LNG Murah Ternyata Hanya Berlaku di Jawa Barat, Said Iqbal Cari Bahlil

Harga LNG Murah Ternyata Hanya Berlaku di Jawa Barat, Said Iqbal Cari Bahlil

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:01 WIB

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:15 WIB

×