Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB
Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai
Ketua Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon yang juga Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan pengembangan sistem tersebut berhasil diselesaikan tepat waktu sesuai target yang disepakati dalam rapat koordinasi sebulan lalu. Foto Fakhri-Suara.com
baca 10 detik
  • SRUK resmi meluncur 9 Juli 2026 sebagai registri karbon nasional.
  • Platform disusun sesuai standar internasional untuk tarik investor global.
  • Pemerintah percepat perdagangan karbon meski regulasi masih bertahap.

Suara.com - Pemerintah bersiap membuka babak baru perdagangan karbon nasional. Pada 9 Juli 2026 mendatang, pemerintah akan meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai platform tunggal pencatatan dan registrasi unit karbon yang telah mengacu pada standar internasional.

Kehadiran SRUK diharapkan menjadi fondasi utama pengembangan pasar karbon Indonesia sekaligus meningkatkan kepercayaan investor dan pelaku pasar global terhadap perdagangan karbon di Tanah Air.

Ketua Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon yang juga Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan pengembangan sistem tersebut berhasil diselesaikan tepat waktu sesuai target yang disepakati dalam rapat koordinasi sebulan lalu.

"Sesuai janji, Komite Pengarah yang saya pimpin, pengembangan SRUK sebagai platform tunggal pencatatan unit karbon yang berstandar internasional, dapat diselesaikan sesuai target hasil kesepakatan rapat satu bulan yang lalu. Tepat waktu bisa selesai," ujar Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (2/7/2026).

Menurut Zulhas, pengembangan SRUK melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian ESDM, hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ia mengatakan sistem tersebut telah diselaraskan dengan standar internasional sehingga mampu menjadi acuan dalam pencatatan unit karbon nasional sekaligus memenuhi kebutuhan pasar global.

"SRUK telah diselaraskan dengan CDSC yang berstandar internasional dengan memperhatikan keperluan nasional," katanya.

Peluncuran SRUK dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026 pukul 15.00 WIB di Djakarta Theater. Sebelum peluncuran resmi, pemerintah juga akan memulai implementasi perdagangan karbon sektor kehutanan melalui empat proyek yang dijadwalkan memperoleh persetujuan penerbitan kredit karbon pada 6 Juli 2026.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup Hashim Djojohadikusumo menyebut kehadiran SRUK merupakan pencapaian penting yang telah dinantikan komunitas internasional sejak lahirnya Kesepakatan Paris atau COP21 pada 2015.

baca juga

"Ini adalah suatu prestasi yang amat luar biasa karena sudah ditunggu oleh masyarakat internasional sejak COP21 di Paris tahun 2015. Dan alhamdulillah sudah, sistem sudah siap untuk launching," kata Hashim.

Menurutnya, kesiapan Indonesia membangun sistem registri karbon juga mendapat apresiasi dari berbagai negara dan lembaga internasional, termasuk Bank Dunia dan Uni Eropa. Hal itu dinilai menjadi sinyal positif bagi penguatan posisi Indonesia dalam ekosistem perdagangan karbon dunia.

Di sisi lain, Zulhas menegaskan pemerintah tidak akan menunggu seluruh regulasi rampung untuk menjalankan perdagangan karbon. Aturan yang telah selesai akan langsung diterapkan, sementara regulasi lainnya diselesaikan secara paralel.

"Yang sudah siap jalan. Yang belum selesai akan menyusul, yang sudah selesai berjalan. Jadi kita lakukan secara paralel," ujarnya.

Senada, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai peluncuran SRUK menjadi momentum penting yang akan membuka peluang lebih besar bagi perdagangan karbon nasional.

"SRUK ini merupakan pintu yang membuka kesempatan kita untuk lepas landas kegiatan karbon, perdagangan karbon kita. Dan ini diharapkan oleh banyak pihak, dan insyaallah tanggal 9 ini merupakan tonggak untuk pembukaan dari SRUK itu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon

KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:53 WIB

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:47 WIB

Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio

Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:18 WIB

Terkini

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'

Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:22 WIB

Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?

Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:14 WIB

73% CEO Khawatir Risiko Regulasi, Askrindo Andalkan GCG Perkuat Bisnis

73% CEO Khawatir Risiko Regulasi, Askrindo Andalkan GCG Perkuat Bisnis

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:05 WIB

Pupuk Indonesia dan Pertamina Perkuat Hilirisasi, Gas Bumi Jadi Andalan

Pupuk Indonesia dan Pertamina Perkuat Hilirisasi, Gas Bumi Jadi Andalan

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:04 WIB

Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah

Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:02 WIB

Purbaya Usul RUU PFII ke DPR, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Internasional

Purbaya Usul RUU PFII ke DPR, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Internasional

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:15 WIB

Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI

Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:09 WIB

Wisatawan Indonesia Kini Lebih Mudah Pesan Hotel di Luar Negeri, Cukup Pakai Aplikasi

Wisatawan Indonesia Kini Lebih Mudah Pesan Hotel di Luar Negeri, Cukup Pakai Aplikasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:54 WIB

Catat Tanggalnya! Danamon Siapkan "Hujan Kejutan" Sambut HUT ke-70

Catat Tanggalnya! Danamon Siapkan "Hujan Kejutan" Sambut HUT ke-70

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:47 WIB

×