Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB
Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai
Ketua Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon yang juga Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan pengembangan sistem tersebut berhasil diselesaikan tepat waktu sesuai target yang disepakati dalam rapat koordinasi sebulan lalu. Foto Fakhri-Suara.com
baca 10 detik
  • SRUK resmi meluncur 9 Juli 2026 sebagai registri karbon nasional.
  • Platform disusun sesuai standar internasional untuk tarik investor global.
  • Pemerintah percepat perdagangan karbon meski regulasi masih bertahap.

Suara.com - Pemerintah bersiap membuka babak baru perdagangan karbon nasional. Pada 9 Juli 2026 mendatang, pemerintah akan meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai platform tunggal pencatatan dan registrasi unit karbon yang telah mengacu pada standar internasional.

Kehadiran SRUK diharapkan menjadi fondasi utama pengembangan pasar karbon Indonesia sekaligus meningkatkan kepercayaan investor dan pelaku pasar global terhadap perdagangan karbon di Tanah Air.

Ketua Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon yang juga Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan pengembangan sistem tersebut berhasil diselesaikan tepat waktu sesuai target yang disepakati dalam rapat koordinasi sebulan lalu.

"Sesuai janji, Komite Pengarah yang saya pimpin, pengembangan SRUK sebagai platform tunggal pencatatan unit karbon yang berstandar internasional, dapat diselesaikan sesuai target hasil kesepakatan rapat satu bulan yang lalu. Tepat waktu bisa selesai," ujar Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (2/7/2026).

Menurut Zulhas, pengembangan SRUK melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian ESDM, hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ia mengatakan sistem tersebut telah diselaraskan dengan standar internasional sehingga mampu menjadi acuan dalam pencatatan unit karbon nasional sekaligus memenuhi kebutuhan pasar global.

"SRUK telah diselaraskan dengan CDSC yang berstandar internasional dengan memperhatikan keperluan nasional," katanya.

Peluncuran SRUK dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026 pukul 15.00 WIB di Djakarta Theater. Sebelum peluncuran resmi, pemerintah juga akan memulai implementasi perdagangan karbon sektor kehutanan melalui empat proyek yang dijadwalkan memperoleh persetujuan penerbitan kredit karbon pada 6 Juli 2026.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup Hashim Djojohadikusumo menyebut kehadiran SRUK merupakan pencapaian penting yang telah dinantikan komunitas internasional sejak lahirnya Kesepakatan Paris atau COP21 pada 2015.

baca juga

"Ini adalah suatu prestasi yang amat luar biasa karena sudah ditunggu oleh masyarakat internasional sejak COP21 di Paris tahun 2015. Dan alhamdulillah sudah, sistem sudah siap untuk launching," kata Hashim.

Menurutnya, kesiapan Indonesia membangun sistem registri karbon juga mendapat apresiasi dari berbagai negara dan lembaga internasional, termasuk Bank Dunia dan Uni Eropa. Hal itu dinilai menjadi sinyal positif bagi penguatan posisi Indonesia dalam ekosistem perdagangan karbon dunia.

Di sisi lain, Zulhas menegaskan pemerintah tidak akan menunggu seluruh regulasi rampung untuk menjalankan perdagangan karbon. Aturan yang telah selesai akan langsung diterapkan, sementara regulasi lainnya diselesaikan secara paralel.

"Yang sudah siap jalan. Yang belum selesai akan menyusul, yang sudah selesai berjalan. Jadi kita lakukan secara paralel," ujarnya.

Senada, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai peluncuran SRUK menjadi momentum penting yang akan membuka peluang lebih besar bagi perdagangan karbon nasional.

"SRUK ini merupakan pintu yang membuka kesempatan kita untuk lepas landas kegiatan karbon, perdagangan karbon kita. Dan ini diharapkan oleh banyak pihak, dan insyaallah tanggal 9 ini merupakan tonggak untuk pembukaan dari SRUK itu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon

KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:53 WIB

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:47 WIB

Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio

Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:18 WIB

Terkini

IDAI Usul MBG di Kantin Sekolah, Utamakan Anak di Wilayah 3T

IDAI Usul MBG di Kantin Sekolah, Utamakan Anak di Wilayah 3T

News | Jum'at, 11 September 2026 | 20:14 WIB

Bastian Steel Ngaku 'Tersiksa' Syuting Bareng Oki Rengga Gara-Gara Kebanyakan Ketawa

Bastian Steel Ngaku 'Tersiksa' Syuting Bareng Oki Rengga Gara-Gara Kebanyakan Ketawa

Entertainment | Jum'at, 11 September 2026 | 20:11 WIB

Persija vs Persib Kembali ke SUGBK Setelah 7 Tahun, Pramono: Tunjukkan Jakarta Tuan Rumah yang Baik

Persija vs Persib Kembali ke SUGBK Setelah 7 Tahun, Pramono: Tunjukkan Jakarta Tuan Rumah yang Baik

News | Jum'at, 11 September 2026 | 20:03 WIB

Di Hadapan Bencana, Negara Harus Bicara tentang Mitigasi dan Tanggung Jawab

Di Hadapan Bencana, Negara Harus Bicara tentang Mitigasi dan Tanggung Jawab

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 20:00 WIB

PFI, PWI dan IJTI Bogor Bersatu, Kirim Doa bagi 5 Jurnalis dan Crew Kapal di Selat Sunda

PFI, PWI dan IJTI Bogor Bersatu, Kirim Doa bagi 5 Jurnalis dan Crew Kapal di Selat Sunda

Jabar | Jum'at, 11 September 2026 | 19:59 WIB

Kaki Sering Bengkak dan Terasa Berat? Waspadai Insufisiensi Vena Kronis

Kaki Sering Bengkak dan Terasa Berat? Waspadai Insufisiensi Vena Kronis

Jabar | Jum'at, 11 September 2026 | 19:50 WIB

IDAI: Keamanan Pangan MBG Tak Cukup dengan Guru Mencicipi Makanan

IDAI: Keamanan Pangan MBG Tak Cukup dengan Guru Mencicipi Makanan

News | Jum'at, 11 September 2026 | 19:47 WIB

Kualitas Sektor Putra Meningkat, Persaingan Audisi Umum PB Djarum 2026 Memanas

Kualitas Sektor Putra Meningkat, Persaingan Audisi Umum PB Djarum 2026 Memanas

Sport | Jum'at, 11 September 2026 | 19:45 WIB

Kapolri Hadiri Konsolidasi Buruh Metal, Analis Bedah Pendekatan Community Policing

Kapolri Hadiri Konsolidasi Buruh Metal, Analis Bedah Pendekatan Community Policing

News | Jum'at, 11 September 2026 | 19:35 WIB

Segel KPK di Ruang Dirjen Bea Cukai Hilang, Eks Penyidik: Pelaku Harus Jadi Tersangka

Segel KPK di Ruang Dirjen Bea Cukai Hilang, Eks Penyidik: Pelaku Harus Jadi Tersangka

News | Jum'at, 11 September 2026 | 19:35 WIB

×