- Wall Street melemah, harga minyak naik di tengah ketidakpastian global.
- IHSG diproyeksi sideways cenderung menguat dengan resistance 6.450-6.500.
- BNI Sekuritas rekomendasikan BRPT, DSSA, CUAN, IATA, RAJA, dan TEBE.
Suara.com - Pergerakan pasar keuangan global menjadi perhatian investor pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Wall Street ditutup melemah pada awal pekan, sementara bursa Asia bergerak menguat di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menahan sikap ketat kebijakan moneternya.
Berdasarkan riset BNI Sekuritas, tiga indeks utama Wall Street kompak terkoreksi pada perdagangan Senin (17/8). Dow Jones Industrial Average turun 0,51%, S&P 500 melemah 0,52%, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 0,31%.
Tekanan terhadap pasar saham Amerika Serikat (AS) terjadi ketika investor mencermati kenaikan harga minyak dan menunggu kinerja sejumlah perusahaan ritel besar AS. Laporan keuangan sektor ritel dinilai penting untuk membaca kekuatan konsumsi masyarakat Negeri Paman Sam.
Harga minyak bahkan naik lebih dari US$2 per barel setelah pasar melihat belum terdapat kemajuan berarti dalam upaya diplomasi antara AS dan Iran. Kenaikan harga energi tersebut berpotensi kembali menjadi perhatian investor karena dapat meningkatkan tekanan inflasi global.
Di sisi lain, investor masih mempertanyakan besarnya investasi perusahaan teknologi di bidang kecerdasan buatan (AI). Pasar mulai menilai apakah belanja modal yang masif tersebut mampu menghasilkan keuntungan sesuai ekspektasi.
Pergerakan saham teknologi pun berlangsung tidak seragam. Indeks semikonduktor PHLX justru melonjak 1,6%, sedangkan indeks Software & Services S&P 500 anjlok 2,8%.
Microsoft dan Meta Platforms menjadi salah satu saham yang memberikan tekanan terbesar terhadap S&P 500 setelah masing-masing turun lebih dari 3%. Sebaliknya, saham perusahaan chip menjadi penopang pasar. Micron Technology naik 4%, sementara Applied Materials melesat 5,5%.
Investor juga mengarahkan perhatian ke Nvidia yang dijadwalkan merilis laporan keuangan pada pekan depan. Kinerja Nvidia akan menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur apakah ekspektasi terhadap pertumbuhan bisnis AI masih sejalan dengan valuasi saham teknologi.
Berbeda dengan Wall Street, mayoritas bursa Asia-Pasifik bergerak positif. Penguatan dipimpin saham-saham China menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting.
Nikkei 225 Jepang naik 0,74%, sementara Topix terkoreksi 0,31%. Di China, sejumlah indeks saham unggulan menguat lebih dari 1%. Hang Seng Hong Kong bahkan melonjak 1,34%.
Namun, data ekonomi China menunjukkan masih adanya tantangan pada perekonomian terbesar kedua dunia tersebut. Pertumbuhan produksi industri pada Juli hanya mencapai 4,5% secara tahunan (year-on-year/yoy), melambat dari 5,3% pada Juni.
Perlambatan produksi industri dan penjualan ritel tersebut menunjukkan permintaan domestik China masih belum sepenuhnya pulih. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tekanan kepada pemerintah China untuk memperkuat stimulus guna menopang konsumsi dan investasi.
Sementara itu, dolar AS melemah mendekati level terendah dalam dua bulan. Pelemahan greenback terjadi seiring investor memangkas ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed.
IHSG Berpeluang Menguat
Di tengah dinamika pasar global tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih memiliki peluang untuk bergerak positif pada perdagangan hari ini.
BNI Sekuritas mencatat IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup menguat 1,59%. Namun, penguatan tersebut masih dibayangi aksi jual investor asing dengan nilai sekitar Rp397 miliar.
Sejumlah saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Astra International Tbk (ASII).
"IHSG berpotensi sideways cenderung menguat hari ini," tulis BNI Sekuritas dalam Retail Report 18 Agustus 2026.
Secara teknikal, level support IHSG berada di kisaran 6.300-6.330, sedangkan resistance berada pada level 6.450-6.500.
Artinya, investor masih perlu mencermati kemampuan IHSG menembus area resistance tersebut. Jika mampu dilewati dengan dukungan volume transaksi dan sentimen positif, ruang penguatan indeks berpotensi semakin terbuka.
Enam Saham Jadi Pilihan Trading
BNI Sekuritas juga memberikan sejumlah ide perdagangan untuk investor dengan strategi speculative buy. Enam saham yang masuk dalam radar perdagangan hari ini adalah BRPT, DSSA, CUAN, IATA, RAJA, dan TEBE.
Saham BRPT direkomendasikan pada area beli Rp1.855-Rp1.870, dengan batas cut loss di bawah Rp1.840 dan target terdekat Rp1.890-Rp1.930.
DSSA berada pada area beli Rp990-Rp1.005, dengan cut loss di bawah Rp980 dan target Rp1.025-Rp1.040.
Untuk CUAN, area beli yang disarankan berada di Rp815-Rp825, dengan cut loss di bawah Rp810 dan target Rp835-Rp860.
Sementara IATA direkomendasikan pada harga Rp115 dengan cut loss di bawah Rp112 dan target Rp120-Rp122.
RAJA berada pada area beli Rp810-Rp835, dengan cut loss di bawah Rp805 serta target Rp855-Rp870.
Adapun TEBE memiliki area beli Rp1.350-Rp1.375, dengan cut loss di bawah Rp1.320 dan target Rp1.400-Rp1.480.
DISCLAIMER: Rekomendasi tersebut merupakan pandangan riset untuk kebutuhan perdagangan jangka pendek. Investor tetap perlu mempertimbangkan kondisi pasar, profil risiko, likuiditas saham, serta melakukan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan investasi.