- Indeks Wall Street menguat pada Rabu 19 Agustus karena penurunan imbal hasil obligasi dan lonjakan saham sektor kesehatan.
- Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur tanggal 18 hingga 19 Agustus 2026.
- IHSG diproyeksikan mengalami pembalikan arah naik setelah ditutup melemah disertai aksi jual bersih investor asing sebesar Rp488 miliar.
Suara.com - Indeks utama bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, berhasil mengakhiri perdagangan Rabu (19/8) di zona hijau. Penguatan pasar dipicu oleh penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang meningkatkan minat investor terhadap aset berrisiko, serta dorongan tajam dari kenaikan saham di sektor kesehatan.
Pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,22 persen, S&P 500 naik 0,21 persen, dan Nasdaq Composite bertambah 0,16 persen.
Saham produsen vaksin Moderna menjadi motor utama penguatan setelah melonjak hingga 16,9 persen. Lonjakan tersebut terjadi usai perusahaan mengumumkan hasil uji klinis tahap akhir terapi kanker mRNA yang dikembangkan bersama Merck, yang terbukti efektif mengurangi risiko kekambuhan melanoma.
Kenaikan ini turut mengerek saham Merck sebesar 12,6 persen, BioNTech naik 22 persen, dan Novavax menguat 10,8 persen, sehingga mendorong sektor kesehatan S&P 500 melesat 3,5 persen.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka Brent juga ditutup menguat di tengah dinamika situasi geopolitik Timur Tengah, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait status pelayaran di Selat Hormuz.
Berbeda dengan Wall Street, mayoritas pasar saham Asia justru mengalami koreksi tajam pada hari yang sama. Penurunan dipimpin oleh indeks KOSPI Korea Selatan yang anjlok 5,8 persen, tertekan oleh aksi lepas saham semikonduktor seperti Samsung Electronics yang turun 7,8 persen dan SK Hynix yang merosot 9,7 persen.
Di kawasan lain, indeks Nikkei 225 Jepang melemah 3,16 persen, Taiex Taiwan merosot 1,3 persen, sementara Hang Seng Hong Kong mampu menguat tipis 0,09 persen.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75 persen berdasarkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 18-19 Agustus 2026. Suku bunga Deposit Facility juga dipertahankan sebesar 4,75 persen dan Lending Facility sebesar 6,50 persen guna menjaga stabilitas moneter.
Analisis Teknikal IHSG dan Ide Perdagangan
IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 0,86 persen yang disertai aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar kurang lebih Rp488 miliar. Jualan bersih asing terutama terkonsentrasi pada saham ASII, ANTM, AADI, BMRI, dan ISAT.
Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan IHSG berpotensi mengalami pembalikan arah naik (rebound) pada perdagangan hari ini. Area pendukung (support) indeks diperkirakan berada di rentang 6.330–6.360, sementara batas perlawanan (resistance) berada di kisaran 6.430–6.500.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas memberikan enam rekomendasi saham pilihan (Trading Idea) berbasis Speculative Buy:
MBMA (PT Merdeka Battery Materials Tbk): Area beli di Rp505–Rp510, cutloss jika menyentuh di bawah Rp500, dengan target harga terdekat di Rp520–Rp540.
KOTA (PT DMS Propertindo Tbk): Area beli di Rp155–Rp161, cutloss jika menyentuh di bawah Rp155, dengan target harga terdekat di Rp166–Rp170.
BIPI (PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk): Area beli di Rp150, cutloss jika menyentuh di bawah Rp148, dengan target harga terdekat di Rp152–Rp156.