Askrindo Kawal Proyek Rp261,9 T, Dari Whoosh Hingga IKN

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Askrindo Kawal Proyek Rp261,9 T, Dari Whoosh Hingga IKN
Para kru menaiki kereta di Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Askrindo dukung 512 proyek strategis senilai Rp261,9 triliun.
  • 16 PSN senilai Rp143,2 triliun masuk dalam dukungan Askrindo.
  • Kapasitas Commercial Line Askrindo naik 42% menjadi Rp28,6 triliun.

Suara.com - PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo ternyata memiliki peran yang jauh lebih besar dari sekadar memberikan perlindungan kredit bagi pelaku usaha. Hingga Desember 2025, perusahaan telah memberikan dukungan terhadap 512 proyek strategis dan keamanan nasional dengan total nilai sekitar Rp261,9 triliun.

Dukungan tersebut mencakup proyek-proyek berskala besar yang menjadi bagian dari pembangunan nasional. Dari total tersebut, sebanyak 16 proyek merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai sekitar Rp143,2 triliun.

Sementara itu, sebanyak 496 proyek lainnya merupakan proyek yang berkaitan dengan sektor keamanan nasional dengan nilai sekitar Rp118,7 triliun.

Direktur Keuangan Askrindo Leonardo Henry Gavaza mengatakan kontribusi perusahaan tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari manfaat yang diberikan terhadap perekonomian nasional.

“Askrindo ingin terus hadir memberikan nilai bagi perekonomian Indonesia. Di satu sisi kami mendukung pembangunan melalui solusi asuransi dan penjaminan untuk berbagai proyek strategis, dan di sisi lain kami hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR, untuk mendukung UMKM,” ujar Leonardo.

Besarnya nilai proyek yang didukung Askrindo tercermin dari keterlibatannya dalam sejumlah proyek infrastruktur dan pembangunan strategis nasional.

Askrindo antara lain memberikan dukungan melalui Asuransi Aset KCIC atau kereta cepat Whoosh, Tol Ngawi-Kertosono-Kediri, Tol Japek Selatan, Aset Jasa Marga Bali Tol, Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A, Aset Medan-Binjai Tol, hingga pembangunan perumahan di IKN.

Selain itu, dukungan juga mencakup Tol Serang-Panimbang, Jaringan Sumber Air Pemali-Juana, pembangunan rumah sakit, Tol Probolinggo-Banyuwangi, Tol Jogja-Solo, Tanjung Priok Port Tollways, Tol Cisumdawu, serta Kawasan Industri Terpadu Batang.

Deretan proyek tersebut menunjukkan posisi Askrindo bukan hanya sebagai perusahaan asuransi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pembiayaan dan perlindungan risiko pembangunan nasional.

baca juga

Keterlibatan dalam proyek bernilai jumbo turut mendorong penguatan kapasitas Commercial Line Askrindo.

Perusahaan mencatat kapasitas Commercial Line mencapai Rp28,6 triliun, meningkat sekitar 42% dibandingkan posisi 2023 yang berada di level Rp20,1 triliun.

Menurut Leonardo, peningkatan tersebut tidak terlepas dari semakin kuatnya kepercayaan mitra perbankan terhadap kemampuan Askrindo.

“Peningkatan kapasitas Commercial Line menunjukkan bahwa Askrindo terus memperkuat kemampuan untuk memberikan dukungan dengan nilai yang semakin besar. Namun, peningkatan kapasitas tersebut tetap kami imbangi dengan penguatan underwriting, manajemen risiko, dan tata kelola,” jelasnya.

Penguatan kapasitas juga dibarengi dengan rekam jejak panjang perusahaan dalam memberikan penjaminan. Sepanjang 2016-2025, Askrindo telah memberikan penjaminan Kontra Bank Garansi (KBG) senilai Rp149,7 triliun.

Penjaminan tersebut mencakup proyek pemerintah pusat dan daerah melalui APBN maupun APBD, BUMN, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

Meski peluang bisnis semakin besar, Askrindo menegaskan tidak akan mengejar nilai proyek dengan mengabaikan risiko.

Perusahaan tetap menempatkan prinsip kehati-hatian, underwriting, manajemen risiko, dan tata kelola sebagai fondasi dalam menentukan proyek yang akan didukung.

Leonardo mengatakan setiap risiko harus melalui proses analisis dan underwriting dengan mempertimbangkan profil risiko serta kemampuan perusahaan dalam mengelolanya.

“Kami tidak hanya melihat besarnya nilai proyek, tetapi juga memastikan bahwa setiap risiko yang diterima sesuai dengan kapasitas dan risk appetite perusahaan. Prinsip underwriting yang prudent dan pengelolaan risiko menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan bisnis Askrindo,” tegasnya.

Penguatan underwriting menjadi salah satu fokus perusahaan sepanjang 2025, bersamaan dengan upaya memperbaiki kualitas portofolio dan memperkuat proses bisnis.

Di balik proyek-proyek bernilai ratusan triliun rupiah tersebut, Askrindo juga menjalankan peran di sektor ekonomi masyarakat melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Melalui program tersebut, Askrindo memberikan perlindungan asuransi kredit yang mendukung akses pelaku UMKM terhadap pembiayaan perbankan.

Artinya, peran perusahaan berjalan pada dua sisi. Di satu sisi, Askrindo menjadi bagian dari ekosistem perlindungan proyek strategis berskala besar. Di sisi lain, perusahaan memberikan dukungan bagi UMKM agar dapat mengakses pembiayaan.

“Bagi kami, UMKM merupakan bagian penting dari perekonomian nasional. Karena itu, keberadaan Askrindo tidak hanya terlihat dalam dukungan terhadap proyek-proyek strategis, tetapi juga hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR, yang mendukung akses pembiayaan bagi pelaku UMKM,” kata Leonardo.

Kemampuan Askrindo menjalankan peran tersebut juga ditopang oleh fundamental keuangan perusahaan.

Berdasarkan Laporan Keuangan 2025 audited, hingga Desember 2025 Askrindo mencatatkan aset sebesar Rp22,23 triliun, ekuitas Rp8,68 triliun, dan laba setelah pajak atau EAT sebesar Rp1,04 triliun.

Fundamental tersebut menjadi modal bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kapasitas bisnis tanpa mengesampingkan kualitas pengelolaan risiko.

“Kami ingin Askrindo terus menjadi perusahaan yang memberikan nilai bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. Baik melalui dukungan terhadap pembangunan, dunia usaha, maupun UMKM melalui Asuransi Program Pemerintah KUR. Seluruhnya kami jalankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola, dan keberlanjutan perusahaan,” tutup Leonardo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Kertajati hingga IKN: Mengapa Bangunan Megah Sering Berakhir Menjadi Beban Negara?

Dari Kertajati hingga IKN: Mengapa Bangunan Megah Sering Berakhir Menjadi Beban Negara?

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:11 WIB

DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu

DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Punya Asuransi Unit Link? Nilai Tunai Bisa Menyusut, Ini Penyebabnya

Punya Asuransi Unit Link? Nilai Tunai Bisa Menyusut, Ini Penyebabnya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Terkini

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Jawa Tengah | Minggu, 11 Oktober 2026 | 00:20 WIB

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:19 WIB

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Sumbar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Sulsel | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jabar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:38 WIB

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Jawa Tengah | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:03 WIB

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Jogja | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:54 WIB

×