- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat di level 6.432 sebelum akhirnya berbalik melemah sebesar 1,06 persen pada 26 Agustus 2026.
- BNI Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi melakukan pembalikan arah atau rebound karena didukung oleh sentimen positif dari pasar global dan regional.
- Koreksi perdagangan sebelumnya diwarnai aksi jual bersih investor asing senilai sekitar Rp556 miliar pada beberapa saham kapitalisasi besar.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada perdagangan, Rabu, 26 Agustus 2026. IHSG dibuka menguat ke level 6.432.
Mengutip data Stockbit hingga pukul 09.08 WIB, IHSG justru berbalik memerah 1,06 persen ke level 6.432.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 4,01 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp1,80 triliun serta frekuensi sebesar 288.950 kali.
Di waktu itu, terdapat 124 saham menghijau, sedangkan, 452 saham merosot. Sisanya, 387 saham masih belum bergerak alias stagnan.
![IHSG bursa saham buka kapan [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/25/89689-ihsg-bursa-saham-buka-kapan.jpg)
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- PICO
- SAFE
- BIKE
- TMPO
- DAYA
Top Loser
- CSMI
- NINE
- MEJA
- TAMA
- JAST
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan memiliki peluang besar untuk keluar dari zona merah dan mengalami pembalikan arah (rebound) pada perdagangan hari ini.
Sentimen positif dari pasar global dan regional, khususnya penguatan bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) serta mayoritas indeks di kawasan Asia Pasifik, diprediksi menjadi penopang utama pergerakan indeks domestik.
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG tercatat melemah 0,37 persen. Koreksi tersebut diwarnai oleh aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing yang mencapai sekitar Rp556 miliar.
Beberapa saham kapitalisasi besar yang menjadi sasaran utama pelepasan portofolio asing antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menjelaskan bahwa IHSG saat ini berada dalam posisi teknikal yang cukup solid setelah berhasil bertahan di atas area support kuatnya.
"IHSG berpotensi rebound hari ini, setelah tertahan di area support kuat di level 6.500," ujar Fanny dalam riset harian BNI Sekuritas, dikutip pada Rabu (26/8/2026).
Untuk pergerakan hari ini, BNI Sekuritas memproyeksikan area support IHSG berada pada rentang 6.400–6.500, sementara level resistance diperkirakan menguji rentang 6.550–6.600.