Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Achmad Fauzi

Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB
Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam
Ilustrasi furnitur kayu (Freepik/freepik)
baca 10 detik
  • Kementerian Perindustrian menyatakan nilai pasar furnitur domestik mencapai 736,21 miliar dolar AS pada 2025 di Jakarta.
  • Pemerintah memberikan insentif hingga 35 persen untuk modernisasi mesin guna meningkatkan produktivitas industri furnitur nasional.
  • Penyelenggaraan pameran IFMAC WOODMAC 2026 menghadirkan teknologi pengolahan kayu guna memperkuat daya saing industri furnitur global.

Suara.com - Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri furnitur karena didukung ketersediaan bahan baku kayu. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan posisi Indonesia di pasar ekspor furnitur global.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, mengatakan industri furnitur dalam negeri menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Pada 2025, nilai pasar furnitur dalam negeri tercatat mencapai 736,21 miliar dolar AS.

Di tingkat global, bahan baku kayu juga masih menjadi salah satu material utama dalam industri furnitur. Pada 2026, kayu disebut masih mendominasi sekitar 62 persen pasar furnitur global.

"Indonesia memiliki potensi yang bagus karena memiliki ketersediaan kayu yang banyak," ujar Putu Juli Ardika di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Namun, besarnya potensi bahan baku tersebut perlu dibarengi dengan peningkatan daya saing industri. Salah satu negara yang menjadi contoh adalah Vietnam. Vietnam pada 2025 telah menjadi eksportir furnitur nomor dua dunia. Padahal, pada 2000 posisi Vietnam masih berada di bawah Indonesia. Menurut Putu, perubahan posisi tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan bahan baku saja tidak cukup untuk membuat industri furnitur unggul di pasar global.

"Ini menunjukkan pentingnya penguatan teknologi dan modernisasi mesin produksi untuk meningkatkan daya saing industri nasional," kata Putu.

Kementerian Perindustrian mendorong industri furnitur dan pengolahan kayu melakukan modernisasi mesin dan peralatan produksi. Pemerintah bahkan memberikan insentif reimbursement hingga 35 persen dari investasi mesin dan peralatan yang dilakukan pelaku usaha melalui program modernisasi tersebut. Kebijakan itu ditujukan untuk mendorong peningkatan efisiensi, kualitas, dan produktivitas industri.

Ilustrasi industri furniture. (Freepik)
Ilustrasi industri furniture. (Freepik)

Berdasarkan capaian yang disampaikan Kemenperin, modernisasi mesin dan peralatan mampu meningkatkan efisiensi sebesar 10,70 persen, kualitas 36,28 persen, dan produktivitas 32,65 persen.

"Capaian tersebut menunjukkan modernisasi mesin dan peralatan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan daya saing industri pengolahan kayu dan furnitur, baik melalui peningkatan kualitas produk, efisiensi operasi maupun peningkatan kapasitas produksi," katanya.

baca juga

Kemenperin melihat ada empat arah utama yang perlu diperkuat untuk meningkatkan kinerja industri perkayuan dan furnitur Indonesia.

Pertama, integrasi hulu dan hilir serta penguatan ketertelusuran bahan baku. Industri perlu memiliki rantai pasok yang kuat, legal, dan mampu memenuhi tuntutan pasar global. Kedua, modernisasi teknologi dan peningkatan produktivitas. Industri Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan keunggulan bahan baku, tetapi juga harus mampu bersaing melalui efisiensi dan penerapan teknologi.

Ketiga, transformasi desain dan keberlanjutan, termasuk melalui riset dan pengembangan produk serta sertifikasi. Dengan demikian, produk Indonesia tidak hanya kompetitif dari sisi harga, tetapi juga memiliki desain, kualitas, dan identitas yang kuat. Keempat, penguatan pasar domestik, termasuk melalui optimalisasi penggunaan produk dalam negeri, sehingga industri nasional memiliki fondasi pasar domestik yang kokoh sebagai base load untuk melakukan ekspor.

"Pada akhirnya, arah yang kita capai adalah menjadikan industri pengolahan kayu dan furnitur Indonesia naik kelas, semakin berdaya saing dan tetap berkelanjutan," imbuhnya.

Menurut Putu, pencapaian tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri, asosiasi, akademisi, serta seluruh mitra dalam kerangka pentahelik. "Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dan industri pun tidak dapat tumbuh optimal tanpa ekosistem yang mendukung," katanya.

Dorongan modernisasi industri tersebut turut diperkuat melalui penyelenggaraan IFMAC WOODMAC 2026. Pameran yang memasuki penyelenggaraan ke-13 ini menghadirkan 350 perusahaan dari 15 negara dan wilayah di area pameran seluas 10.000 meter persegi.

Berbagai teknologi yang ditampilkan mencakup mesin pengolahan kayu, teknologi manufaktur furnitur, material dan panel, komponen dan hardware furnitur, adhesives, tools dan cutting solutions, surface finishing, serta teknologi pendukung produksi lainnya.

Ketua Presidium ISWA (Indonesian Sawmill & Woodworking Association), Jimmy Chandra, mengatakan industri pengolahan kayu terus bergerak menuju produksi yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.

"Industri pengolahan kayu terus bergerak menuju produksi yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan. Kehadiran teknologi yang tepat menjadi semakin penting untuk meningkatkan daya saing industri kayu Indonesia," pungkas Jimmy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RI Kuasai 80% Pasokan Rotan Global, Pemerintah Larang Ekspor Mentah lewat Hilirisasi

RI Kuasai 80% Pasokan Rotan Global, Pemerintah Larang Ekspor Mentah lewat Hilirisasi

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 15:20 WIB

Keamanan Industri Kripto Terancam Komputer Kuantum, Apa Itu?

Keamanan Industri Kripto Terancam Komputer Kuantum, Apa Itu?

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 12:27 WIB

BUMN RI Bawa Isu Transformasi Hijau ke PBB, Ada Ancaman Baru Industri

BUMN RI Bawa Isu Transformasi Hijau ke PBB, Ada Ancaman Baru Industri

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:25 WIB

Terkini

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:44 WIB

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:36 WIB

El Nino Bikin Was-was Pemerintah, Harga Pangan Bisa Naik

El Nino Bikin Was-was Pemerintah, Harga Pangan Bisa Naik

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:36 WIB

AI Bisa Permudah Trading, Tapi Keputusan Investasi Tetap di Investor

AI Bisa Permudah Trading, Tapi Keputusan Investasi Tetap di Investor

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:32 WIB

Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:29 WIB

Karier Penghina JK Silfester di BUMN Hanya Seumur Jagung

Karier Penghina JK Silfester di BUMN Hanya Seumur Jagung

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:29 WIB

×