BUMN RI Bawa Isu Transformasi Hijau ke PBB, Ada Ancaman Baru Industri

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 24 September 2026 | 09:25 WIB
BUMN RI Bawa Isu Transformasi Hijau ke PBB, Ada Ancaman Baru Industri
Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan transformasi menuju ekonomi hijau harus diikuti perubahan kompetensi tenaga kerja. Foto ist.
baca 10 detik
  • Petrokimia Gresik soroti kebutuhan talenta baru di tengah transisi industri hijau.
  • Perusahaan targetkan emisi turun 30% pada 2030 menuju NZE 2060.
  • GladiAgro dikembangkan untuk memulihkan kesehatan tanah pertanian.

Suara.com - PT Petrokimia Gresik membawa isu transformasi industri hijau Indonesia ke forum global di New York, Amerika Serikat. Namun, di tengah dorongan menuju ekonomi rendah karbon, perusahaan menilai tantangan industri ke depan bukan hanya soal teknologi dan energi bersih, tetapi juga kesiapan tenaga kerja.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan transformasi menuju ekonomi hijau harus diikuti perubahan kompetensi tenaga kerja. Menurutnya, investasi teknologi tidak akan optimal tanpa sumber daya manusia yang mampu merancang, mengoperasikan, hingga mengembangkan teknologi tersebut.

“Transformasi menuju ekonomi hijau pada dasarnya juga merupakan transformasi tenaga kerja. Investasi pada teknologi harus berjalan bersama dengan investasi pada manusia,” kata Daconi dalam forum Global Talent for Sustainable Development di KJRI New York, Senin (21/9) waktu setempat atau Selasa (22/9) waktu Indonesia.

Daconi sebelumnya menghadiri 2026 UN Private Sector Forum di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Minggu (20/9) waktu setempat. Forum yang digelar UN Global Compact tersebut mempertemukan sekitar 150 pemimpin senior dunia usaha, pemerintah, dan PBB untuk membahas percepatan transisi menuju energi yang bersih, adil, dan aman.

Dalam forum di KJRI New York, Daconi menilai perubahan menuju industri rendah karbon akan mengubah kebutuhan kompetensi di berbagai bidang. Engineer dan operator, misalnya, tidak lagi hanya dituntut menjaga keandalan dan kapasitas produksi, tetapi juga perlu memahami efisiensi energi, energi terbarukan, manajemen karbon, serta teknologi rendah karbon.

Kebutuhan tersebut juga meluas ke bidang agronomi, lingkungan, digital, data, keuangan hingga bisnis. Karena itu, perusahaan membutuhkan reskilling dan upskilling agar tenaga kerja dapat mengikuti perubahan teknologi.

“Engineer tetap engineer, agronom tetap agronom, dan akuntan tetap akuntan. Tetapi teknologi yang mereka gunakan, kompetensi yang mereka butuhkan, dan ukuran keberhasilan pekerjaannya akan berubah,” ujarnya.

Tantangan talenta ini beriringan dengan agenda dekarbonisasi Petrokimia Gresik. Perusahaan menargetkan penurunan emisi sebesar 30% pada 2030 dibandingkan skenario business as usual (BAU) sebesar 3,46 juta ton COe. Adapun target jangka panjang perusahaan adalah mencapai net zero emission (NZE) pada 2060.

Upaya tersebut dilakukan melalui efisiensi energi dan utilitas, penggunaan sumber energi yang lebih bersih, pemanfaatan energi terbarukan dan CO, serta pengembangan teknologi rendah karbon.

baca juga

Petrokimia Gresik bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) juga tengah mengkaji pengembangan green hydrogen untuk mendukung produksi hybrid green ammonia berkapasitas 250 MTPD.

Di sisi lain, transformasi hijau perusahaan tidak hanya menyasar aktivitas industri. Petrokimia Gresik juga membawa agenda pemulihan kesehatan tanah melalui inovasi GladiAgro: Next-Gen Soil Revival.

Berdasarkan pengujian terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016, sebanyak 91,9% sampel menunjukkan kandungan karbon organik yang rendah. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi keberlanjutan produktivitas pertanian.

Melalui GladiAgro, Petrokimia Gresik memanfaatkan Petro Gladiator, dekomposer berbasis mikroba, untuk mempercepat penguraian limbah pertanian dan bahan organik menjadi nutrisi yang dapat dikembalikan ke lahan.

Menurut Daconi, posisi Petrokimia Gresik berada di dua sisi transformasi. Di hulu, perusahaan harus meningkatkan efisiensi proses produksi dan menurunkan intensitas karbon. Sementara di hilir, inovasi perusahaan bersentuhan langsung dengan produktivitas petani dan kesehatan tanah.

“Transformasi hijau kami tidak berhenti di gerbang pabrik, tetapi berlanjut sampai ke lahan pertanian,” katanya.

Daconi pun mendorong talenta Indonesia yang belajar dan bekerja di luar negeri untuk membawa kembali pengetahuan serta jejaring global guna mendukung transformasi industri di dalam negeri.

Menurutnya, kolaborasi antara industri, pemerintah, perguruan tinggi dan talenta Indonesia menjadi penting agar transisi menuju industri hijau tidak hanya menghasilkan penurunan emisi, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan memperkuat ketahanan pangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 Buruh Pelabuhan Tewas Terlempar Crane ke Laut Singapura

2 Buruh Pelabuhan Tewas Terlempar Crane ke Laut Singapura

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:07 WIB

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:32 WIB

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:00 WIB

Terkini

IHSG Terjun Bebas Pagi Ini ke Level 6.364

IHSG Terjun Bebas Pagi Ini ke Level 6.364

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:16 WIB

4 Pekerja Tambang Nikel di Konawe Utara Tewas Tertimbun Longsor

4 Pekerja Tambang Nikel di Konawe Utara Tewas Tertimbun Longsor

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 09:15 WIB

Praktis! 5 Tone Up Body Spray Ini Bikin Kulit Cerah dan Glowing Seketika

Praktis! 5 Tone Up Body Spray Ini Bikin Kulit Cerah dan Glowing Seketika

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 09:10 WIB

2 Buruh Pelabuhan Tewas Terlempar Crane ke Laut Singapura

2 Buruh Pelabuhan Tewas Terlempar Crane ke Laut Singapura

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:07 WIB

Tak Ingin Hanya Jadi Penerima Bantuan! Kisah Penyandang Disabilitan Berjuang di Job Fair Jakbar

Tak Ingin Hanya Jadi Penerima Bantuan! Kisah Penyandang Disabilitan Berjuang di Job Fair Jakbar

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:04 WIB

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok ke Level Rp2.605.000/Gram

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok ke Level Rp2.605.000/Gram

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:02 WIB

Stok Avtur AFT Kualanamu Aman, Layani Hingga 50 Penerbangan Per Hari

Stok Avtur AFT Kualanamu Aman, Layani Hingga 50 Penerbangan Per Hari

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:01 WIB

Jangan Takut Laba-Laba Sebelum Membaca "Weaver and the Web"

Jangan Takut Laba-Laba Sebelum Membaca "Weaver and the Web"

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 08:50 WIB

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah Sukarman Kru Kapal Jurnalis Hilang Diterbangkan ke Jakarta

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah Sukarman Kru Kapal Jurnalis Hilang Diterbangkan ke Jakarta

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:46 WIB

Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen

Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:41 WIB

×