Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB
Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB
Indonesia menegaskan agenda perubahan iklim tidak bisa dipisahkan dari pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi dan pengentasan kemiskinan. Foto ist.
baca 10 detik
  • Indonesia dorong pertumbuhan ekonomi sejalan dengan perlindungan lingkungan.
  • B50, PLTS, kendaraan listrik dan dekarbonisasi jadi bagian transisi hijau.
  • Indonesia mendorong pembiayaan iklim, adaptasi dan pengurangan emisi metana.

Suara.com - Indonesia menegaskan agenda perubahan iklim tidak bisa dipisahkan dari pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi dan pengentasan kemiskinan. Pemerintah mendorong aksi iklim diterjemahkan menjadi kebijakan dan investasi yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus melindungi lingkungan.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh. Jumhur Hidayat menyampaikan hal tersebut dalam Interactive Leaders Dialogue pada Climate Summit 2026 yang merupakan rangkaian Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Rabu (23/9/2026).

Jumhur mengatakan Indonesia membawa komitmen menuju net-zero emissions pada 2060 atau lebih cepat melalui aksi lintas sektor. Di antaranya pengurangan emisi limbah dan metana, dekarbonisasi industri, pengembangan industri rendah karbon, carbon capture, utilisation and storage (CCUS), energi surya skala besar, B50, hingga kendaraan listrik.

“Paradigma pembangunan Indonesia jelas: pertumbuhan dan perlindungan lingkungan harus maju bersama,” ujar Jumhur.

Menurutnya, transisi energi dan ekonomi rendah karbon juga harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Karena itu, keberhasilannya tidak hanya diukur dari teknologi dan nilai investasi, tetapi juga keterjangkauan energi, penciptaan kerja layak, nilai tambah lokal dan perlindungan kelompok rentan.

Indonesia juga mendorong peningkatan pembiayaan iklim untuk mendukung implementasi Nationally Determined Contribution (NDC) dan Rencana Adaptasi Nasional. Pemerintah menilai hibah dan pembiayaan murah tetap dibutuhkan, terutama untuk sistem peringatan dini, perlindungan ekosistem, peningkatan kapasitas pemerintah daerah dan aksi masyarakat.

Sementara itu, pengurangan emisi metana dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara langsung. Perbaikan pengelolaan sampah dan air limbah, ekonomi sirkular, serta penguatan teknologi dan sistem pelaporan emisi disebut dapat menekan emisi sekaligus meningkatkan kualitas udara, kesehatan dan layanan publik.

Dalam forum tersebut, Indonesia juga menyoroti kebutuhan adaptasi terhadap risiko kenaikan muka air laut. Salah satu upayanya melalui pengembangan Giant Sea Wall di pantai utara Jawa serta restorasi mangrove dan ekosistem pesisir.

Jumhur menegaskan keputusan pemerintah terkait energi, industri, investasi, pengelolaan sampah, pembiayaan dan pembangunan pesisir akan menentukan daya tahan ekonomi Indonesia menghadapi risiko iklim.

baca juga

“Indonesia siap memperdalam kemitraan yang mengubah ambisi iklim menjadi peluang pembangunan yang nyata dan ketahanan bagi semua,” kata Jumhur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:36 WIB

AI Bisa Permudah Trading, Tapi Keputusan Investasi Tetap di Investor

AI Bisa Permudah Trading, Tapi Keputusan Investasi Tetap di Investor

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:32 WIB

Ini Akademisi yang Diundang Prabowo Bahas Lahan Gambut, Ada yang dari Nottingham University

Ini Akademisi yang Diundang Prabowo Bahas Lahan Gambut, Ada yang dari Nottingham University

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:22 WIB

Terkini

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

×