- Bursa Efek Indonesia mencatat sebanyak lima puluh investor membuka rekening untuk melakukan transaksi short selling.
- Direktur Utama BEI menyatakan mekanisme short selling dilengkapi manajemen risiko sehingga tidak menekan harga saham.
- BEI menargetkan proses pengembangan mekanisme short selling berlangsung hingga akhir tahun sebelum dibuka secara luas.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 50 investor telah membuka rekening untuk melakukan transaksi short selling.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, terdapat dua pihak yang saat ini masih dalam proses untuk menjadi Anggota Bursa (AB) short selling.
"Informasi yang kami dapat sudah ada sekitar 50 investor yang sudah membuka rekening short selling. Ada dua lagi yang sedang dalam pipeline kami dan sedang diproses menjadi AB short selling," ujar Jeffrey di Jakarta yang dikutip Jumat (2/10/2026).
Menurut Jeffrey, transaksi short selling dapat digunakan investor sebagai bagian dari strategi investasi. Ia menegaskan, mekanisme tersebut telah dilengkapi dengan manajemen risiko sehingga penggunaannya tidak serta-merta menekan harga saham.
![Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (27/1/2026). [Suara.com/Rina]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/27/32276-bursa-efek-indonesia-bei-jakarta.jpg)
"Ya, karena ada mekanisme manajemen risiko yang memang kita terapkan," kata Jeffrey.
Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan BEI terhadap saham-saham yang masuk dalam daftar short selling, tidak terlihat adanya penurunan harga yang tajam.
"Kalau kita perhatikan dari saham-saham yang masuk dalam daftar short selling itu, tidak terjadi penurunan harga yang tajam. Bahkan beberapa saham tadi pagi sempat naik atau relatif tidak berubah harganya," ujar Jeffrey.
Dia menambahkan, BEI masih memproses sejumlah hal terkait pengembangan mekanisme short selling. Menurut dia, proses tersebut ditargetkan berlangsung hingga akhir tahun sebelum nantinya dibuka secara lebih luas pada awal tahun depan.
"Nanti kami sampaikan, sedang dalam proses. Seperti yang kami sampaikan, ini akan sampai dengan akhir tahun, sebelum nanti di awal tahun tentu dibuka secara lebih luas," pungkas Jeffrey.