- COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menyatakan seluruh BUMN asuransi akan digabung berdasarkan segmen bisnisnya
- Proses penggabungan ini mencakup perusahaan asuransi konvensional dan syariah yang ditargetkan selesai seluruhnya pada akhir tahun 2026.
- Konsolidasi perusahaan pelat merah tersebut bertujuan memperkuat industri asuransi milik negara agar menjadi lebih sehat, efisien, serta kompetitif.
Suara.com - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan semua BUMN Asuransi akan di-merger sesuai segmen bisnisnya.
Setidaknya, nanti hanya ada satu perusahaan pelat merah Asuransi Jiwa, Asuransi Umum, dan Asuransi Kredit.
Menurutnya, pada tahun ini semua rencana merger asuransi itu akan terbentuk. Namun, untuk tahap awal, Danantara fokus pada merger BUMN asuransi jiwa.
"Merger asuransi juga sedang terjadi. Dan akhir tahun ini sudah harus terjadi. Terutama dari life Insurance, kita akan go, kemudian General Insurance juga, dan yang terakhir Credit Insurance. Ini kita harapkan akhir tahun sudah selesai," ujarnya di Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Dony melanjutkan, rencana merger BUMN ini juga berlaku pada perusahaan asuransi syariah, dengan segmen yang sama, mulai dari Asuransi Jiwa Syariah, Asuransi Umum Syariah, dan Asuransi Kredit Syariah.
"Jadi, yang Syariah juga sama. Kita akan lakukan juga merger. Jadi, ada asuransi yang Syariah-nya juga sama. Baik itu Life Insurance-nya, General Insurance-nya, maupun Credit Insurance-nya juga ada yang Syariah. Karena kan kita juga menyalurkan KUR Syariah. Jadi nanti asuransi penjaminan untuk Syariah," ucapnya.
Untuk diketahui, saat ini BUMN syariah telah dijadikan satu menjadi holding BUMN syariah yang dikomandoi oleh Indonesia Financian Group (IFG).
Adapun, terdapat lima anak usaha asuransi yang berada dinaungan IFG diantaranya, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Jasa Raharja, PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), dan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).
Sebelumnya, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menggelar pertemuan dengan Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko pada 17 Juni 2026.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas berbagai aspek penting yang akan menjadi fondasi perusahaan hasil merger. Mulai dari integrasi bisnis, penguatan tata kelola, optimalisasi permodalan hingga pengembangan sinergi antarentitas yang nantinya berada dalam satu struktur perusahaan.
Selain itu, berbagai langkah strategis yang diperlukan agar proses integrasi berjalan efektif dan memberikan nilai tambah jangka panjang juga menjadi fokus pembahasan.
"Konsolidasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat industri asuransi BUMN agar lebih sehat, efisien, dan kompetitif," kata Dony.