- Pemerintah dan Grab-OVO menyelenggarakan program #BeraniDigital di Cirebon pada 1 Oktober 2026 untuk mendigitalisasi pelaku UMKM.
- Program pelatihan digital tersebut memberikan materi pengelolaan keuangan, penggunaan kecerdasan buatan, serta akses pembiayaan usaha.
- Inisiatif transformasi digital ini berhasil meningkatkan omzet para pelaku usaha UMKM hingga mencapai belasan persen.
Selain memperluas pasar, digitalisasi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha. Grab menyebut program Kota Masa Depan #BeraniDigital di Cirebon telah melalui rangkaian pelatihan selama sekitar empat bulan dengan melibatkan ratusan UMKM.
Chief of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy dalam acara tersebut menyebut terdapat peningkatan omzet setelah peserta mengikuti pelatihan digital.
"Dan memang kita lihat nih sekalian laporan ke Pak Hasby, setelah mengikuti pelatihan untuk peningkatan penjualan digital, terlihat juga ada kenaikan omzet sampai belasan persen gitu ya. Jadi ini yang kami coba untuk upayakan sehingga UMKM ini akan makin naik kelas," ucapnya.
Hingga kini, program Kota Masa Depan #BeraniDigital disebut telah menjangkau lebih dari 200.000 UMKM di berbagai kota kecil di Indonesia. Program tersebut juga membantu lebih dari 5.200 pedagang pasar tradisional melakukan digitalisasi melalui inisiatif GrabMart Pasar.