- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat di level 6.139 pada perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026.
- CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas sepanjang perdagangan hari ini.
- Wall Street dan komoditas global menjadi sentimen positif, sedangkan aksi jual asing menekan pergerakan pasar.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah menguat pada awal perdagangan, Selasa, 6 Oktober 2026. IHSG dibuka menghijau di level 6.139.
Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih melesat 0,19 persen ke level 6.130.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 11,94 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp882,58 miliar serta frekuensi sebesar 122.110 kali.
Di waktu itu, terdapat 305 saham menghijau, sedangkan, 200 saham merosot. Sisanya, 458 saham masih belum bergerak alias stagnan.
![Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Usai libur Lebaran, IHSG sempat melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 dan bergerak berbalik arah menguat 1,05 persen atau naik 75 poin ke level 7.181,65 setelah beberapa menit dibuka. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/01/31668-ihsg.jpg)
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- IFSH
- ALKA
- MEDS
- KDTN
- AYLS
Top Loser
- PGLI
- FORU
- BALI
- WAPO
- INTD
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas pada perdagangan hari ini.
CGS International Sekuritas Indonesia dalam risetnya menyebut menguatnya mayoritas indeks di Wall Street serta kenaikan sejumlah harga komoditas global berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan pasar saham.
Namun, masih berlanjutnya aksi jual bersih atau net sell investor asing diprediksi menjadi katalis negatif bagi IHSG.
"Menguatnya mayoritas indeks di Wall Street dan naiknya harga beberapa komoditas global berpotensi menjadi katalis positif untuk pasar, namun masih berlanjutnya aksi net sell asing diprediksi menjadi katalis negatif," tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam risetnya.
Dengan mempertimbangkan sentimen tersebut, IHSG hari ini diperkirakan bergerak variatif cenderung menguat terbatas.
CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan level support IHSG berada di 6.055 dan 5.979. Sementara level resistance berada di 6.187 dan 6.253.
CGS International Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi beli atau Buy untuk enam saham diantaranya, ERAA, AADI, PTBA, BDMN, AKRA, EMAS.