Lulusan SMA Mulai Pasrah Cari Kerja, Tabungan Warga Makin Tipis

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:04 WIB
Lulusan SMA Mulai Pasrah Cari Kerja, Tabungan Warga Makin Tipis
Warga mencari lowongan pekerjaan di acara Jakarta Job Fair di Mal Thamrin City, Jakarta, Rabu (12/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Lulusan SMA pesimistis soal peluang kerja, dengan indeks turun ke 96,9.
  • Konsumsi naik ke 74,9% pendapatan, sedangkan rasio tabungan turun ke 15,4%.
  • Kondisi ekonomi saat ini melemah, meski ekspektasi konsumen masih optimistis.

Suara.com - Optimisme konsumen Indonesia mulai dibayangi tekanan daya beli dan ketidakpastian pasar kerja. Lulusan SMA mulai pesimistis terhadap ketersediaan lapangan kerja, sementara porsi pendapatan masyarakat untuk konsumsi meningkat dan tabungan justru menyusut.

Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) September 2026, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) untuk responden berpendidikan SMA dan sederajat turun ke level 96,9. Angka di bawah 100 tersebut menandakan persepsi pesimistis terhadap peluang kerja saat ini.

Kondisi ini berbeda dengan responden berpendidikan akademi atau diploma, sarjana, dan pascasarjana yang masih optimistis terhadap ketersediaan lapangan kerja. Secara keseluruhan, IKLK memang masih berada di zona optimistis pada level 101,1, tetapi posisinya hanya sedikit di atas ambang batas 100.

Tekanan juga terlihat pada kondisi keuangan rumah tangga. Rasio konsumsi terhadap pendapatan meningkat menjadi 74,9% pada September, dari 74,2% pada Agustus 2026. Sebaliknya, rasio tabungan turun dari 15,8% menjadi 15,4%.

Artinya, semakin besar porsi pendapatan yang terserap untuk konsumsi, semakin kecil bagian yang tersisa untuk ditabung. Jika berlanjut, kondisi ini berpotensi mempersempit ruang keuangan rumah tangga ketika menghadapi pengeluaran mendadak atau kehilangan pendapatan.

Di sisi lain, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) turun dari 109,4 menjadi 107,5. Pelemahan tersebut menunjukkan penilaian konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini memburuk, meskipun indeksnya masih berada di zona optimistis.

Keraguan juga terlihat dari kemampuan masyarakat membeli barang tahan lama. Berdasarkan survei BI, optimisme pembelian barang tahan lama hanya tercatat pada kelompok dengan pengeluaran di atas Rp3,1 juta. Kelompok pengeluaran lainnya masih berada di zona pesimistis.

Meski begitu, harapan terhadap kondisi ekonomi ke depan belum surut. Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja untuk enam bulan mendatang naik dari 125,7 menjadi 127,7. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga meningkat dari 127,6 menjadi 128,7.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei BI: Lulusan Pemilik Ijazah SMA Mulai Pesimistis Dapat Kerja

Survei BI: Lulusan Pemilik Ijazah SMA Mulai Pesimistis Dapat Kerja

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:37 WIB

Defisit APBN Cuma 0,93% di Agustus 2026, Ternyata Ada Peran Bank Indonesia

Defisit APBN Cuma 0,93% di Agustus 2026, Ternyata Ada Peran Bank Indonesia

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:11 WIB

Buat Stabilisasi Rupiah, Cadangan Devisa Susut Jadi USD146,3 Miliar

Buat Stabilisasi Rupiah, Cadangan Devisa Susut Jadi USD146,3 Miliar

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Terkini

Jangan Asal Pencet Book! 7 Hal Krusial yang Wajib Dicek Sebelum Booking Hotel

Jangan Asal Pencet Book! 7 Hal Krusial yang Wajib Dicek Sebelum Booking Hotel

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Bulog Bukukan Laba Rp2,4 Triliun per September 2026

Bulog Bukukan Laba Rp2,4 Triliun per September 2026

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Apa Arti Kode 12M pada Skincare? Kenali Simbol Penting di Produk Kecantikan

Apa Arti Kode 12M pada Skincare? Kenali Simbol Penting di Produk Kecantikan

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:55 WIB

BTT Bogor Terserap Puluhan Miliar, WALHI Tekankan Mitigasi Jadi Prioritas

BTT Bogor Terserap Puluhan Miliar, WALHI Tekankan Mitigasi Jadi Prioritas

Bogor | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:54 WIB

KPK Bongkar Siasat Buka Blokir Lahan Summarecon, Saksi Dicecar Permintaan Uang Kakantah Bogor

KPK Bongkar Siasat Buka Blokir Lahan Summarecon, Saksi Dicecar Permintaan Uang Kakantah Bogor

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:54 WIB

Emiten AREA Gandeng Perusahaan Eropa, Luncurkan Layanan AI Berbasis Data Center Lokal

Emiten AREA Gandeng Perusahaan Eropa, Luncurkan Layanan AI Berbasis Data Center Lokal

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:52 WIB

Diet Informasi: Cara Merebut Kembali Kedamaian Pikiran di Era Digital

Diet Informasi: Cara Merebut Kembali Kedamaian Pikiran di Era Digital

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:51 WIB

Demi Target Piala Asia 2027, Indonesia Siap Tambah Naturalisasi Pemain Baru

Demi Target Piala Asia 2027, Indonesia Siap Tambah Naturalisasi Pemain Baru

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Rumah Makan Padang di Rawamangun Terbakar, 4 Karyawan Terkapar

Rumah Makan Padang di Rawamangun Terbakar, 4 Karyawan Terkapar

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:48 WIB

Mabes Polri Abaikan Duka Kanjuruhan? JPW Desak Evaluasi Jabatan Kombes Ferli Hidayat

Mabes Polri Abaikan Duka Kanjuruhan? JPW Desak Evaluasi Jabatan Kombes Ferli Hidayat

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:47 WIB

×