- Purbaya menjadi menteri berkinerja terbaik dengan skor 291, disusul Amran dan AHY.
- Bahlil, Natalius Pigai, dan Raja Juli mencatat skor terendah dalam survei CELIOS.
- Rapor kabinet Prabowo-Gibran hanya 2,9 dari 10 menurut ahli dan 4,7 menurut publik.
Suara.com - Kinerja dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendapat rapor rendah dari kalangan ahli. Di tengah penilaian tersebut, eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru menempati posisi teratas sebagai menteri dengan kinerja terbaik berdasarkan survei CELIOS.
Dalam survei masyarakat umum yang melibatkan 994 responden, Purbaya meraih skor 291. Angka ini lebih dari dua kali lipat skor Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang berada di posisi kedua dengan skor 140.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menempati posisi ketiga dengan skor 127.
Namun, setelah tiga nama tersebut, skor para menteri lainnya merosot tajam ke angka dua digit. Kondisi ini menunjukkan bahwa apresiasi publik terhadap kinerja kabinet cenderung terkonsentrasi pada segelintir pejabat.
Sebaliknya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mencatat skor terendah, yakni minus 159. Posisi berikutnya ditempati Menteri HAM Natalius Pigai dengan minus 158 dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan minus 103.
![Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. [Suara.com / Novian]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/17/23143-bahlil-lahadalia.jpg)
Skor negatif tersebut menunjukkan penilaian buruk terhadap ketiga menteri lebih dominan dibandingkan penilaian positif. Hasil ini juga dapat menjadi bahan evaluasi terhadap kinerja kabinet, termasuk kemungkinan perombakan susunan menteri.
Rapor Kabinet di Bawah Lima
Rendahnya penilaian terhadap sejumlah menteri sejalan dengan hasil evaluasi CELIOS terhadap kinerja dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran secara keseluruhan.
Dalam laporan Rapor Kinerja 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, kabinet memperoleh nilai rata-rata hanya 2,9 dari 10 berdasarkan penilaian kalangan ahli. Sementara itu, masyarakat umum memberikan nilai rata-rata 4,7 dari 10.
![Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut dua, Prabowo Subianto (kiri) dan Gibran Rakabuming Raka (kanan) menyampaikan gagasan antikorupsi saat acara PAKU Integritas di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (17/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/01/17/41296-paku-integritas-kpk-prabowo-subianto-gibran-rakabuming-raka.jpg)
Dari 129 responden ahli, sebanyak 69% memberikan nilai 1 hingga 3. Rinciannya, 29% memberikan nilai 1, sebanyak 18% memberikan nilai 2, dan 22% memberikan nilai 3.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa mayoritas ahli menilai kinerja pemerintahan selama dua tahun terakhir masih jauh dari memuaskan.
Penilaian masyarakat umum memang relatif lebih tinggi. Namun, sebanyak 40% responden memberikan nilai 1 hingga 3, dua kali lipat dibandingkan proporsi responden yang memberikan nilai 8 hingga 10, yakni 20%.
Survei penilaian kinerja pemerintahan ini melibatkan 1.142 responden masyarakat umum dan 129 responden ahli.
Adapun survei pemeringkatan kinerja menteri dilakukan setelah perombakan Menteri Keuangan dan sebelum perombakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.