Alasan BEI Tak Masukkan Saham-saham Kategori HSC ke Perhitungan IHSG

Achmad Fauzi

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:37 WIB
Alasan BEI Tak Masukkan Saham-saham Kategori HSC ke Perhitungan IHSG
Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan saham konsentrasi kepemilikan tinggi dikeluarkan dari IHSG.
  • Kebijakan tersebut bertujuan membentuk level IHSG yang lebih wajar dan kredibel dari potensi risiko pasar modal.
  • Sebanyak 60 saham emiten kategori tersebut tetap dapat diperdagangkan namun pergerakannya tidak memengaruhi indeks.

Suara.com - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan pihaknya tidak ambil risiko kondisi pasar modal RI dari saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi atau High Shareloading Shareholding Concentration (HSC).

Hal ini yang menjadi salah satu alasan BEI memutuskan untuk keluarkan saham-saham HSC dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menurut Jeffrey, dengan keluarnya saham-saham HSC ini bisa membentuk level IHSG yang wajar dan kredibel.

"Untuk memberikan gambaran pergerakan IHSG yang lebih wajar, karena seperti kita ketahui bahwa ada potensi risiko dalam saham-saham di dalam high shareholding concentration," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Logo Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Logo Bursa Efek Indonesia, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Jeffrey melanjutkan, bobot saham-saham kategori HSC memang cukup besar dalam perhitungan IHSG, tetapi masih di bawah 20 persen.

"Oleh karena itu, untuk memberikan gambaran yang lebih wajar dari IHSG, kami akan mengeluarkan seluruh saham dalam HSC dari IHSG. Saat ini, kisarannya 18 persen (bobot sahamnya)," ucapnya.

Menurut Jeffrey, memang saat ini saham-saham HSC sudah dikeluarkan dari indeks-indeks jempolan BEI, seperti Indeks LQ45, yang terdiri dari 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar yang besar.

"Seperti sudah kami sampaikan sebelumnya, bahwa saham-saham dalam high shareholding concentration itu sudah dikeluarkan atau tidak dapat masuk ke dalam beberapa indeks flagship seperti IDX30, LQ45, dan IDX80," ucapnya.

Jeffrey menegaskan, meski tidak masuk dalam perhitungan IHSG, saham-saham HSC tetap bisa diperdagangankan. Hanya saja, naik-turunnya tidak mempengaruhi kinerja IHSG.

baca juga

"Kedepannya seluruh saham dalam high shareholding concentration itu juga akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG. Tetap bisa diperdagangkan tetapi pergerakan harganya tidak akan mempengaruhi pergerakan IHSG," imbuhnya.

Berdasarkan data BEI, hingga 25 September 2026, terdapat 60 saham yang masuk dalam kategori HSC. Rata-rata, saham HSC diisi oleh emiten konglomerasi seperti, BREN, DSSA, BYAN, BINA, PGUN, DCII dan lain sebagainya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gebrakan BEI, Saham-saham Kategori HSC Dikeluarkan dari Perhitungan IHSG

Gebrakan BEI, Saham-saham Kategori HSC Dikeluarkan dari Perhitungan IHSG

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:48 WIB

Tekanan Jual Masih Berlangsung, IHSG Berakhir di Bawah Level 5.000

Tekanan Jual Masih Berlangsung, IHSG Berakhir di Bawah Level 5.000

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:48 WIB

BEI Tak Ikut Campur Soal Agunan Kredit Saham Emiten Haji Isam di Bank Mandiri

BEI Tak Ikut Campur Soal Agunan Kredit Saham Emiten Haji Isam di Bank Mandiri

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:46 WIB

Terkini

Alasan BEI Tak Masukkan Saham-saham Kategori HSC ke Perhitungan IHSG

Alasan BEI Tak Masukkan Saham-saham Kategori HSC ke Perhitungan IHSG

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:37 WIB

Prabowo Setuju! Pemerintah Segera Koordinasikan Bantuan Karhutla dari Singapura dan Malaysia

Prabowo Setuju! Pemerintah Segera Koordinasikan Bantuan Karhutla dari Singapura dan Malaysia

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Daftar Shio yang Harus Waspada Pengeluaran Membengkak di Bulan November 2026

Daftar Shio yang Harus Waspada Pengeluaran Membengkak di Bulan November 2026

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:34 WIB

DIY Catat Rekor 161 Hari Tanpa Hujan, Pakar UGM Dorong Gerakan Panen Air

DIY Catat Rekor 161 Hari Tanpa Hujan, Pakar UGM Dorong Gerakan Panen Air

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:34 WIB

Berhenti Tanya Kapan Nikah! Menikah Bukan Perlombaan, tapi Soal Kesiapan Mindset dan Jodoh

Berhenti Tanya Kapan Nikah! Menikah Bukan Perlombaan, tapi Soal Kesiapan Mindset dan Jodoh

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:33 WIB

HGBT Diperpanjang, Industri Masih Kesulitan Pasokan Gas Murah

HGBT Diperpanjang, Industri Masih Kesulitan Pasokan Gas Murah

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Dudung Ungkap Instruksi Keras Prabowo Soal Karhutla: Jangan Tunggu Hujan Turun

Dudung Ungkap Instruksi Keras Prabowo Soal Karhutla: Jangan Tunggu Hujan Turun

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Amnesty Beri Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran, Soroti Revisi UU TNI hingga Program MBG

Amnesty Beri Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran, Soroti Revisi UU TNI hingga Program MBG

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:32 WIB

857 Km Jarak Prabowo dengan Gibran: RI 1 Rapat Kabinet, Gibran Sibuk Sendiri di Pesantren

857 Km Jarak Prabowo dengan Gibran: RI 1 Rapat Kabinet, Gibran Sibuk Sendiri di Pesantren

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:31 WIB

What I Talk About When I Talk About Running: Pelajaran tentang Disiplin dan Ketekunan

What I Talk About When I Talk About Running: Pelajaran tentang Disiplin dan Ketekunan

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:30 WIB

×