- BRI berencana melanjutkan aksi pembelian kembali saham karena harganya belum mencerminkan fundamental perusahaan.
- OJK memperpanjang kebijakan pembelian kembali saham tanpa persetujuan RUPS hingga akhir Desember 2026.
- Saham BBRI mengalami pemulihan perdagangan dengan ditutup menguat ke level Rp2.720 per lembar saham.
Kapitalisasi Pasar: Rp408,12 triliun
Pada kurun waktu perdagangan sore pukul 14.58 WIB, pergerakan saham BBRI terpantau berada di kisaran Rp2.760 per lembar saham.
Proyeksi Analis dan Valuasi Finansial
Potensi penguatan saham BBRI mendapat dukungan dari riset terbaru sejumlah lembaga sekuritas. Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBRI dengan target harga Rp4.100. Langkah serupa diambil MNC Sekuritas yang juga merekomendasikan beli dengan target harga Rp4.050 per lembar saham.
Ditinjau dari indikator finansial, valuasi saham BBRI dinilai relatif murah pascakoreksi pasar:
- P/E Ratio (TTM): 6,73 kali
- Earnings Per Share (EPS): Rp406,65 per saham
- Expected Dividend Yield: 12,63 persen
Manajemen BRI dijadwalkan akan mempublikasikan rilis laporan keuangan kinerja kuartal ketiga pada 28 Oktober 2026 mendatang.
DISCLAIMER: Artikel ini disajikan murni untuk pemenuhan hak informasi publik mengenai perkembangan emiten, aksi korporasi, dan indikator pasar modal. Seluruh data angka pergerakan saham, rasio keuangan, serta target riset sekuritas disadur secara presisi dari data resmi perdagangan Bursa Efek Indonesia dan riset terverifikasi. Artikel ini bukan merupakan bentuk rekomendasi atau ajakan transaksi jual-beli saham.