- Kementerian ESDM dan Pertamina menggelar rapat koordinasi di Jakarta pada 20 Oktober 2026.
- Rapat diadakan untuk mencegah kelangkaan BBM akibat adanya antrean kendaraan di Malang, Jember, dan Blitar.
- Pemerintah menargetkan gangguan penyaluran bahan bakar minyak di Jawa Timur tersebut tuntas dalam waktu satu hingga dua hari.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengantisipasi potensi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jawa Timur agar kasus gangguan pasokan seperti yang sempat terjadi di Bali tidak berulang.
Langkah mitigasi tersebut diambil menyusul ditemukannya indikasi antrean BBM di sejumlah SPBU di wilayah Malang, Jember, hingga Blitar.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, serta jajaran PT Pertamina (Persero) di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
![Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman. [Suara.com/Achmad Fauzi].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/14/12444-laode-sulaeman-dirjen-migas-esdm.jpg)
"Pulau Jawa ini penduduknya terbesar, isu-isunya juga terbanyak. Karena itu, apa yang sudah terjadi di Bali, jangan lagi terjadi di lokasi-lokasi yang lain," ujar Laode usai rapat.
Laode menegaskan, koordinasi tersebut berfokus pada ketahanan pasokan internal Jawa Timur yang masuk dalam jaringan distribusi Marketing Operation Region (MOR) V Pertamina.
Ia mengingatkan agar pengiriman pasokan ke wilayah lain tidak mengorbankan ketersediaan BBM di Jawa Timur sendiri.
"Jangan sampai dikirim ke tempat-tempat lain, tetapi Jawa Timur-nya sendiri tidak terpasok dengan baik," tegasnya.
Terkait kondisi di lapangan, Laode membenarkan adanya laporan penumpukan kendaraan di beberapa daerah di Jawa Timur. Pihaknya menargetkan gangguan penyaluran BBM tersebut dapat diselesaikan dalam satu hingga dua hari ke depan.
"Memang ada beberapa wilayah yang terindikasi ada antrean, seperti di Malang, Jember, Blitar. Tadi kita upayakan agar segera teratasi. Intinya kita dalam 1–2 hari ini sudah harus tuntas masalah yang terjadi," pungkas Laode