- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan rencana peningkatan produksi batu bara karena harganya naik mencapai 154 dolar AS per ton pada Selasa (19/10/2026).
- Kementerian ESDM akan menerapkan relaksasi terbatas untuk menaikkan produksi batu bara sambil menjaga keseimbangan pasokan dan meningkatkan devisa negara.
- Presiden meresmikan pabrik nikel di Halmahera Tengah dan pemerintah segera meresmikan pabrik ekosistem baterai mobil hasil kerja sama dengan CATL di Karawang.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, membuka peluang untuk memberikan relaksasi berupa peningkatan produksi batu bara, menyusul harganya yang meningkat signifikan.
Bahlil menyebut bahwa saat ini harga batu bara dengan nilai kalori 6.330 kcal/kg berada di angka 154 dolar AS per ton.
"Alhamdulillah sekarang harga batu bara kita mulai naik. Dan sekarang hari ini mencapai 154 dollar per ton untuk kalori 633. Dan harapan kita memang adalah harganya bagus, produksinya kita naikkan," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa (19/10/2026) malam.
Oleh karenanya, Kementerian ESDM akan memberikan relaksasi terbatas. Namun dengan tetap memastikan memastikan keseimbangan antara suplai dan demand.
"Dan sekarang kita tetap akan melakukan relaksasi terbatas untuk menjaga supply and demand. Tapi kita juga ingin untuk dalam waktu dekat, kita ingin sekali untuk bagaimana devisa kita bisa masuk," katanya.
Di sektor hilirisasi mineral, Bahlil memastikan proyek hilirisasi nikel berjalan sesuai jalur. Ia menyinggung peresmian sejumlah pabrik pengolahan nikel di Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, yang baru saja dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.
![Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (21/7/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/sgd]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/22/46266-realisasi-devisa-ekspor-batu-bara-kapal-pengangkut-batu-bara-ilustrasi-batu-bara.jpg)
Selain itu, Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah dalam waktu dekat akan meresmikan fasilitas pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat.
Proyek strategis tersebut merupakan bentuk kerja sama antara konsorsium BUMN Indonesia dengan produsen baterai asal Tiongkok, CATL, yang peletakan batu pertamanya (groundbreaking) telah dilakukan setahun lalu.
"Dan sebentar lagi kita akan melakukan peresmian pabrik ekosistem baterai mobil di Karawang. Yang satu tahun lalu Bapak Presiden melakukan groundbreaking," pungkas Bahlil.