- PT Perusahaan Gas Negara Tbk mencapai distribusi gas 95 persen dari target 877 BBTUD.
- Muhammad Anas Pradipta menyatakan gangguan operasional tak terduga sedikit menghambat penyaluran gas di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
- Fajriyah Usman menyebutkan PGN memperkuat infrastruktur melalui proyek pipa dan perluasan jaringan demi memenuhi permintaan industri.
Suara.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN mencatat realisasi distribusi gas telah menembus angka 95 persen dari target 877 billion British thermal unit per day (BBTUD).
Meski telah hampir mencapai target, PGN mengakui adanya beberapa kendala operasional dalam pendistribusiannya.
"Kecuali mungkin karena ada gangguan-gangguan unplanned lah ya. Itu sih yang banyak mengganggu, sedikit mengganggu lah sekarang ya," ujarn Group Head Gas Supply and LNG Trading PGN, Muhammad Anas Pradipta, saat ditemui wartawan di Jakarta pada Rabu (21/10/2026).
Sayangnya, Anas tidak merinci apa saja gangguan yang terjadi dalam penyaluran gas tersebut.

Di sisi lain, target penyaluran gas yang digulirkan PGN itu naik 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring meningkatnya permintaan dari kawasan industri baru di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, menyatakan fokus operasional perusahaan sepanjang 2026 diarahkan pada penguatan infrastruktur dan perluasan keandalan layanan.
PGN mengakselerasi sejumlah proyek kunci, seperti penyelesaian Pipa Cikampek–Plumpang, perluasan Pipa Distribusi Sei Mangkei, hingga pengoptimalan fasilitas penyimpanan liquefied natural gas (LNG) di Hub & Storage Arun untuk memasok sektor kelistrikan di Indonesia Timur.
Selain itu, PGN mendorong perluasan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Jawa dan Sumatera melalui moda penunjang seperti CNG cylinder, LNG Hub retail, dan trucking, serta merambah pengembangan gas terbarukan berupa biometana.