- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memerintahkan jajarannya mengutamakan kepentingan rakyat saat Upacara Hari Jadi Pertambangan di Jakarta.
- Pemerintah menolak sebagian pengajuan RKAB perusahaan besar demi melindungi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah lokal.
- Pemerintah menargetkan seluruh rumah tangga di Indonesia dapat menikmati aliran listrik secara merata pada tahun 2029.
Suara.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memerintahkan seluruh jajaran Kementerian ESDM untuk mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pihak luar.
Perintah tegas tersebut disampaikan Bahlil saat memimpin Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi Ke-81 di Jakarta.
"Ketika kalian dihadapkan memilih antara orang yang mengatur kekuasaan dengan cara yang tidak benar dan dihadapkan dengan memilih kepentingan rakyat, saya perintahkan untuk memilih kepentingan rakyat," ujar Bahlil dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, dikutip Sabtu (24/10/2026).
Bahlil menegaskan bahwa sektor tambang dan energi merupakan amanat konstitusi Pasal 33 UUD 1945 untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Salah satu bentuk keberpihakan tersebut terlihat dalam penetapan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya pertambangan.
"Saya tahu banyak perusahaan besar yang memprotes karena RKAB-nya sebagian tidak kita berikan sesuai dengan keinginannya. Tetapi kalau kita memenuhi semua keinginannya, bagaimana urusan UMKM? Mereka siapa yang mengurus?" ujarnya dengan nada tanya.
Ia mengimbau jajaran Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara agar tidak terpengaruh oleh praktik pengusaha yang melanggar hukum. Pelaku usaha wajib mematuhi kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri, reklamasi pascatambang, hingga keselamatan kerja.
Di sektor kelistrikan, Bahlil menyoroti masih ada sekitar 11 ribu desa dan dusun yang belum teraliri listrik meski rasio elektrifikasi nasional sudah mencapai 99,85 persen. Pemerintah menargetkan seluruh rumah tangga di Indonesia teraliri listrik secara merata pada 2029.
Bahlil mengapresiasi kinerja jajarannya karena keluhan birokrasi mulai berkurang, serta mengajak seluruh pegawai bekerja jujur demi menjaga kemandirian energi nasional.