- PT Bank Rakyat Indonesia memperluas inklusi keuangan desa melalui jaringan Agen BRILink di Pauh Jaya, Riau.
- Warga lokal bernama Tarida membuka Agen BRILink sejak 2018 untuk mengatasi jarak lima kilometer ke bank.
- Tarida melayani hingga seratus transaksi harian, menjadi tumpuan penarikan dana tunai para pengusaha kelapa sawit setempat.
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus melanjutkan komitmennya dalam memperluas inklusi serta literasi keuangan hingga ke tingkat perdesaan. Kehadiran jaringan Agen BRILink terbukti efektif memangkas hambatan jarak dan kondisi geografis yang selama ini dihadapi masyarakat dalam mendapatkan akses layanan perbankan resmi.
Dampak dari perluasan akses tersebut salah satunya dirasakan oleh warga di kawasan Pauh Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.
Sebelum adanya outlet Agen BRILink setempat, masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar 5 hingga 6 kilometer menuju Teras BRI di Pantai Raja hanya untuk memproses transaksi dasar seperti setor tunai, transfer, maupun pembayaran tagihan.
Peluang tersebut ditangkap oleh Tarida (42), warga lokal yang mulai mengoperasikan Agen BRILink sejak tahun 2018. Bermula dari penawaran petugas pemasaran BRI saat mengajukan pinjaman, Tarida memulai usahanya dengan saldo awal yang terbatas sebesar Rp1.000.000.
"Dahulu warga di kampung kami kalau mau ke kantor bank atau ATM harus menempuh jarak sekitar 5 sampai 6 kilometer ke Teras Pantai Raja. Kehadiran Agen BRILink ini mempermudah akses mereka. Di awal-awal tahun 2018, modal saldo saya cuma Rp1 juta dan harus bolak-balik ke kantor BRI. Namun, dengan pelayanan yang baik, warga mulai percaya dan menjadi pelanggan setia," ujar Tarida, saat diwawancarai Redaksi Suara.com.
Menjadi Tumpuan Transaksi Sektor Perkebunan Sawit
Kehadiran gerai Agen BRILink milik Tarida kini berkembang menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi desa, khususnya bagi para petani dan pengusaha (toke) kelapa sawit di wilayah Siak Hulu.
Para pengusaha sawit tidak perlu lagi mendatangi kantor cabang perbankan di pusat kota untuk menarik dana tunai pencairan hasil panen bagi para pekerja.
Di gerai utamanya, Tarida mencatatkan rata-rata volume transaksi hingga 100 kali setiap harinya. Kelancaran operasional tersebut didukung oleh koordinasi intensif bersama pihak perbankan, khususnya dari jajaran BRI Kantor Cabang Pekanbaru Lancang Kuning.
"Setiap kali kami membutuhkan ketersediaan dana tunai untuk melayani transaksi para bos sawit, pihak bank selalu siap membantu. Petugas Mantri BRI di Marpoyan Lancang Kuning sangat komunikatif dan responsif. Program Agen BRILink ini membantu kehidupan kami sekaligus menambah pendapatan keluarga," tambah Tarida.
Kehadiran Agen BRILink di berbagai daerah terpencil menegaskan peran perbankan nasional dalam mendorong penetrasi inklusi keuangan. Melalui skema kemitraan agen perbankan digital, masyarakat perdesaan dapat menikmati layanan transaksi keuangan yang lebih efisien, aman, dan dekat dengan domisili mereka.