Ngerinya Kekerasan Suporter di Liga Argentina, Puluhan Orang Meregang Nyawa

Blitz

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 22:25 WIB
Ngerinya Kekerasan Suporter di Liga Argentina, Puluhan Orang Meregang Nyawa
suporter argentina | ruptly.tv

Kericuhan pecah sebelum kick off laga leg kedua babak final Copa Libertadores pada 2018 antara dua raksasa Liga Argentina, River Plate vs Boca Juniors di Stadion Monumental Antonio Vespucio Liberti. 

Sejumlah suporter River Plate menyerang bus Boca Juniors sebelum memasuki stadion, para aparat keamanan juga berusaha menghalau para suporter yang berusaha menyerang pemain Boca Juniors. 

Di sosial media juga tergambar bagaimana panasnya kondisi sekitaran Stadion Monumental Antonio Vespucio Liberti, ada sebuah video juga yang memperlihatkan seorang anak perempuan berjersey River Plate tengah dipasangi petasan berukuran besar di sekujur tubuhnya oleh seorang perempuan. 

Selain itu ada juga video yang menggambarkan barisan aparat keamanan membentuk pagar betis di tengah jalan untuk menghalau hujanan batu yang dilempar para suporter. 

Konflik antar suporter di Argentina lebih mengakar dan rekam jejak panjang yang berdarah-darah. Bahkan pada Juni 2011, Menteri Pertahanan Argentina kala itu, Nilda Garre sampai mengumumkan ibukota Argentina, Buenos Aires tengah berada di kondisi darurat. Saat itu, hasil imbang 1-1 antara River Plate vs Boca Juniors menyulut pecahnya bentrok antar dua suporter ini. 

Pecahnya bentrok di Buenos Aires pada 2011 ini sebenarnya juga dipengarahui kondisi sosial politik Argentian kala itu. Akibat dari bentrok berdarah ini tercatat 55 suporter luka-luka, 35 polisi mengalami luka serius, serta 1 orang suporter merenggang nyawa. 

Daerah utara kota Buenos Aires, yang dikenal sebagai tempat elite berubah menjadi medan perang. Sejumlah aparat keamanan dilengakapi dengan senjata lengkap dan kendaraan watercanon berusah meredam aksi suporter River Plate yang tak terima dengan hasil imbang, pasalnya hasil itu membuat River Plate terdegradasi ke kasta kedua Liga Argentina. 

Kekerasan yang terjadi di 2011 ternyata kadarnya masih 'biasa'. Beberapa puluh tahun sebelumnya pada 1968 pecah insiden yang kemudian dikenal oleh publik Argentina dengan nama tragedi Puerta 12. 

Pada laga kedua tim yang berlangsung di markas River, Stadion Monumental, markas River Plate tercatat 71 suporter Boca tewas serta ratusan lainnya mengalami luka-luka. 

baca juga

Apa yang menyebabkan tragedi mengerikan itu terjadi? Tak ada informasi yang valid dari aparat setempat soal penyebab kejadian tersebut namun sejumlah pihak mengklaim hal itu berkaitan dengan sikap sosial politik pendukung Boca kala itu. 

Di pertandingan tersebut, para suporter Boca sepanjang laga bernyanyi untuk tokoh oposisi pemerintah Argentina kala itu, Juan Peron. Pihak polisi kemudian membalas aksi suporter Boca tersebut dengan tikaman dan aksi tak berperikemanusiaan. 

"Tidak ada pintu, tidak ada batas, itu hanya polisi yang meronta-ronta dengan pisau." bunyi penggalan sebuah laga yang diciptakan suporter Boca usai tragedi mengerikan tersebut. 

Penulis buku Memahami Dunia Lewat Sepakbola, Franklin Foer memang menjelaskan bahwa citra kekerasan dan percampuran sosial politik akan selalu jadi warna tersendiri di sepakbola negara-negara dunia ketiga seperti Argentina. 

Fakta juga menunjukkan bahwa perbedaan pandangan politik, budaya, etnis, hingga agama jadi pertentangan yang menonjol di sepakbola Argentina. 

Hal itu bisa terlihat misalnya dengan asumsi sejumlah pakar di Argentina yang mengkotak-kotakan gaya bermain pesepakbola di Argentina. Pemain dengan gaya mendribble bola sangat licin dan lincah disebut sebagai criollos (sebutan untuk penduduk asli Argentina) sedangkan yang rada kaku dan patah-patah dianggap sebagai bagian dari imigran Inggris. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kronologi Kericuhan Diduga Suporter Sepak Bola Solo dengan Warga di Gejayan

Kronologi Kericuhan Diduga Suporter Sepak Bola Solo dengan Warga di Gejayan

News | Selasa, 26 Juli 2022 | 14:19 WIB

Viral Bentrok Antarsuporter Bola di Stasiun Jatinegara, Anak Jakmania Diduga Ditendang Pendukung Persib

Viral Bentrok Antarsuporter Bola di Stasiun Jatinegara, Anak Jakmania Diduga Ditendang Pendukung Persib

News | Senin, 25 Juli 2022 | 10:37 WIB

Liga 1 2022 Bergulir, Suporter Dukung Sistem Tiket Online: Jangan Bangga Menonton PSIS Semarang Secara Gratis, Bayar!

Liga 1 2022 Bergulir, Suporter Dukung Sistem Tiket Online: Jangan Bangga Menonton PSIS Semarang Secara Gratis, Bayar!

Jawa Tengah | Minggu, 24 Juli 2022 | 07:58 WIB

Profil Gabriel Milito, Eks-Pemain Barcelona yang Digelandang Polisi karena Ngamuk di Stadion

Profil Gabriel Milito, Eks-Pemain Barcelona yang Digelandang Polisi karena Ngamuk di Stadion

Bola | Senin, 04 Juli 2022 | 14:05 WIB

Profil Alexis Messidoro, Gelandang Anyar Persis Solo yang Pernah Satu Tim dengan Carlos Tevez

Profil Alexis Messidoro, Gelandang Anyar Persis Solo yang Pernah Satu Tim dengan Carlos Tevez

Bola | Kamis, 23 Juni 2022 | 22:05 WIB

Terkini

Heboh Kabar Bupati Langkat Terjaring OTT KPK, Dibawa ke Polrestabes Medan?

Heboh Kabar Bupati Langkat Terjaring OTT KPK, Dibawa ke Polrestabes Medan?

Sumut | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:29 WIB

Gabung Persis Solo, Novan Sasongko Usung Target Tinggi untuk Laskar Sambernyawa

Gabung Persis Solo, Novan Sasongko Usung Target Tinggi untuk Laskar Sambernyawa

Bola | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

Tragedi Maut di Batu Bara: Mabuk dan Ancam Bakar Istri, Suriyono Tewas dalam Kebakaran Rukonya

Tragedi Maut di Batu Bara: Mabuk dan Ancam Bakar Istri, Suriyono Tewas dalam Kebakaran Rukonya

Sumut | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:15 WIB

Komponen Mobil Diesel yang Perlu Diperhatikan saat Beralih ke B50

Komponen Mobil Diesel yang Perlu Diperhatikan saat Beralih ke B50

Otomotif | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mukhlisin Resmi Pimpin Kuansing Pasca OTT Bupati Suhardiman Amby

Mukhlisin Resmi Pimpin Kuansing Pasca OTT Bupati Suhardiman Amby

Riau | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:14 WIB

Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas di Gaza, Tentara Israel Dituding Jadi Biang Kerok

Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas di Gaza, Tentara Israel Dituding Jadi Biang Kerok

Bola | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:12 WIB

5 Shio yang Menarik Keberuntungan 3 Juli 2026, Hari Penuh Peluang Baru

5 Shio yang Menarik Keberuntungan 3 Juli 2026, Hari Penuh Peluang Baru

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:10 WIB

KPK Berpeluang Panggil Menteri Kehutanan Imbas Pelepasan HTP Kuansing

KPK Berpeluang Panggil Menteri Kehutanan Imbas Pelepasan HTP Kuansing

Video | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:10 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

×