Jelang Piala Dunia U-17, Timnas Indonesia U-17 kebanjiran pemain keturunan, bagaimana nasib pemain lokal? Kondisi ini terlihat dari jumlah 30 pemain diaspora yang diberikan Kemenpora kepada PSSI untuk persiapan Piala Dunia U-17.
Pemain keturunan yang diberikan oleh pihak Kemenpora ini menurut Menpora Dito Ariotedjo ialah pemain yang bermain di luar negeri namun juga memiliki paspor Indonesia.
Dito mengakui bahwa data pemain itu sudah diberikan pihak Kemenpora kepada PSSI. Dari 30 pemain diaspora itu, 17 pemain sudah memiliki paspor Indonesia.
Namun ditegaskan oleh Dito, wewenang untuk memanggil para pemain diaspora ini menjadi hak penuh dari Bima Sakti sebagai pelati kepala Timnas Indonesia U-17.
Dikatakan oleh Dito, pihak Kemenpora hanya memberikan opsi kepada Bima Sakti.
Sementara itu, Bima Sakti sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia U-17 mengatakan bahwa ia memiliki empat kriteria utama pemain yang akan dipanggilnya.
Pertama, tentu saja soal kualitas si pemain. Selain itu, harus ada chemistry dengan rekan satu tim.
Selanjutnya, Bima Sakti juga melihat postur tubuh si pemain yang akan dipanggil.
"Seperti kiper itu harus 170-180 cm ke atas. Kemudian bek, gelandang, striker, itu ada kriterianya," ucap Bima Sakti.
Baca Juga: Waduh! Politisi Demokrat Pandang 'Remeh' Piala Dunia U-17 2023 Gegara Polemik Rumput Lapangan JIS