Politisi Partai Demokrat Jansen Sitindoan angkat bicara soal polemik rumput lapangan Jakarta Internasional Stadium (JIS) yang belakangan jadi perhatian publik.
Lewat akun Twitter pribadinya, Jansen menyebut rencanan renovasi JIS oleh pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan PSSI terlalu berlebihan.
"Sdh berlebihan cara2 kalian @erickthohir @KEMENPORA_RI
@KemenPU. Maaf bukan ngecilkan. Lagaknya seperti mau jd penyelenggara Piala Dunia Senior aja kita ini. Messi, Neymar, Mbape dll datang. Jutaan manusia dr seluruh dunia datang," tulisnya.
"Inikan Piala Dunia anak2 aja jd yg wajar2 ajalah," sambungnya.
Dalam threadnya itu, Jansen kemudian permasalahkan polemik rumput lapangan JIS. Menurutnya, rumput lapangan JIS dibuat seolah jadi heboh dengan pernyataan Menteri PUPR dan ketua umum PSSI Erick Thohir.
"Soal rumput aja kalian festivalisasi habis2san. Kalau mau diganti, kalian ganti aja rumput JIS itu seperti umumnya perawatan stadion biasa. Ini sampai ratusan manusia, kamera hadir. Termasuk kalau mau kalian cat lagipun stadion itu silahkan saja! Mana tahu sudah kurang kinclong," cuitnya.
"Pada sisi: soal akses, penuntasan transportasi publiknya baik moda yg berbasis rel maupun bus dan integrasinya, aku sepakat ini yg skrg masih kurang dari JIS," sambungnya lagi.
"Dgn turunnya skrg pemerintah pusat dgn unsur semua lengkap, harusnya ini yg disentuh utk percepatan syukur2 bisa segera selesai sebelum penyelenggaraan. Jikapun tidak minimal arah kesana sudah terlihat. Krn inilah kebutuhan utama JIS berdasar konsep awalnya," tambahnya.
Menurut politisi partai Demokrat itu, meminta hal seperti ini tidak perlu dipolitisasi.
"Kalau utk stadionnya, secara keseluruhan aku melihat oke. Apalagi dibanding bbrp stadion lain di Indonesia ini. Jikapun ada yg mau diganti dan dirawat krn ini sudah berdiri bbrp tahun, seperti aku katakan diatas, pakai parameter teknis dan profesional. Bukan politis. Biar orang percaya,"
Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan pihaknya bersama pemerintah berusaha mendorong Jakarta International Stadium (JIS) sebagai venue Piala Dunia U-17. Sebagai bagian dari usaha itu maka ada beberapa perbaikan yang mesti dilakukan agar JIS lolos inspeksi sebagai stadion Piala Dunia.
Pernyataan Erick ini menepis tudingan politisasi di balik rencana renovasi JIS. Sebaliknya pemerintah malah serius mempromosikan JIS kepada FIFA sebagai salah satu lokasi Piala Dunia U-17.
"Kalau JIS ini dikaitkan dengan isu politik kebalik dong. Justru pemerintah ini mau merenovasi 22 stadion untuk standar internasional dan FIFA. Pemerintah juga akan mengajukan lapangan-lapangan untuk U-17. Ada enam atau 8 lapangan yang mau diajukan, termasuk JIS. Tapi sebelum diajukan kan kita harus perbaiki kualitasnya. Stadion GBK waktu diajukan sebagai lokasi Asian Games pun rumputnya diperbaiki total dan ada perbaikan akses. Ini (JIS) juga sama," ujar Erick kepada sejumlah wartawan, Kamis (6/7).