Presiden Joko Widodo (Jokowi) menurut Mahfud MD akan emberi gelar kehormatan kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino. Pria asal Italia itu akan mendapat penghargaan Bintang Budaya Parama Dharma.
Ini merupakan tanda kehormatan yang dianugerahkan oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati seseorang atas jasa di bidang kebudayaan.
Menurut Mahfud MD, gelar itu diberikan kepada Infantino lantaran ia dianggap memiliki jasa besar kepada sepak bola Indonesia.
Sontak saja hal ini mendapat respon pro dan kontra dari publik di laman sosial media.
Sebelumnya, kehadiran Infantino ke Indonesia pasca Tragedi Kanjuruhan juga mendapat sorotan dari publik.
Hal ini lantaran saat itu Infantino memilih untuk fun football bersama ketua umum PSSI saat itu, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule.
Sebenarnya jika melihat rekam jejak Infantino, publik tentu tidak akan terlalu heran.
Pasalnya Infantino terbilang bukan sosok bersih di dunia sepak bola. Tanyakan siapa Infantino kepada Michel Platini dan Sepp Blatter, keduanya akan menjawab sama yakni musuh bersama.
Pada November 2021, pria asal Italia itu sendiri dikabarkan diselidiki terkait dugaan adanya tindakan kriminal yakni korupsi sepak bola.
Baca Juga: Timnas Indonesia Dihina Tim Culun oleh Malaysia Usai Pilih Lawan Lemah di FIFA Matchday, Benarkah?
Mengutip dari laporan New York Times, seorang jaksa federal Swiss menyebut bahwa pihaknya akan membuka penyelidikan kriminal kepada Infantino.
Penyelidikan itu dilakukan setelah pengunduran diri dari jaksa agung Swiss, Michael Lauber setelah pengadilan federal terkait skandal korupsi FIFA 2015.
Lauber mengaku telah berbohong tentang pertemuannya dengan Infantino. Menurut Jaksa federal, Stefan Keller dalam laporan itu akan membuka penyelidikan baru terkait dua pengaduan kepada Infantino, Lauber dan Rinaldo Arnold, seorang jaksa regional dan teman masa kecil Infantino yang telah membantu mengatur pertemuan antara presiden FIFA dan jaksa agung.
Ialah platform Football Leaks yang pertama kali membocorkan terkait pertemuan antara Infantino dan Lauber. Pertemuan keduanya berlangsung di sebuah hotel pada 2017. Setidaknya ada tiga pertemuan antara keduanya.
Infantino sendiri menolak tuduhan tersebut. Dalam pernyataannya, Infantino mengatakan akan membantu pihak kejaksaan Swiss terkait skandal korupsi FIFA.
“Bertemu dengan Jaksa Agung Swiss sangat sah dan sah-sah saja,” kata Infantino. "Itu tidak melanggar apa pun." tegasnya.