Reformasi PSSI, Tim Transisi Minta Dukungan Klub

Rizki Nurmansyah

Senin, 07 Maret 2016 | 03:00 WIB
Reformasi PSSI, Tim Transisi Minta Dukungan Klub
Kantor PSSI yang baru, Jakarta, Sabtu (3/1). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Anggota tim transisi Diaz Hendropriyono berharap klub sepak bola di Indonesia mendukung reformasi PSSI yang dipromotori Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Dukungan ini tak lain ditujukan untuk memajukan persepakbolaan Indonesia. "Klub adalah sekutu penting dalam mereformasi PSSI. Mereka harus diperlakukan sebagai partner yang setara. Makanya kami harus merangkulnya," kata Diaz Hendropriyono dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (6/3/2016).

Menurut dia, peran tim transisi dalam mereformasi PSSI memang vital. Sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan klub yang merupakan satu dari pemangku kepentingan persepakbolaan nasional selain PSSI dan pemerintah.

Diaz menegaskan reformasi harus dilihat sebagai sebuah proses evaluasi atau sebuah proses yang akan terus berjalan dan bukan sebuah revolusi semalam.

Dengan reformasi di tubuh PSSI diharapkan akan menjalar ke bawah, yaitu dengan memperbaiki perilaku dan manajemen klub sehingga menuju ujungnya, yakni perbaikan sepak bola nasional.

Diaz juga mengimbau kepada Kemenpora agar tidak gegabah dalam pencabutan pembekuan PSSI hingga paling tidak ada iktikad baik dari oknum pengurus PSSI untuk mendukung reformasi persepakbolaan nasional.

"Semua pihak harus terbuka terhadap berbagai strategi baru yang inovatif dengan sasaran mempermudah proses reformasi PSSI ini. Makanya komunikasi dengan semua pihak harus dilakukan," kata Diaz menambahkan.

Masalah persepakbolaan nasional hingga saat ini memang belum ada titik terang. Pencabutan pembekuan yang diharapkan oleh PSSI di bawah pimpinan La Nyalla Mattalitti melalui Komite ad hoc Reformasi PSSI juga belum teralisasi.

Kemenpora bahkan mengajukan sembilan syarat jika pembekuan minta dicabut. Namun, syarat yang dikeluarkan banyak mendapatkan respons yang kurang positif baik dari PSSI maupun kalangan persepakbolaan nasional. Syarat yang diajukan dinilai kurang logis.

Salah satu syarat yang menjadi sorotan adalah menjamin bagi tercapainya prestasi tim nasional sebagai juara satu dalam event Piala AFF 2016, SEA Games 2017, lolos prakualifikasi Piala Dunia 2018 dan Asian Games 2018. Namun, pihaknya Kemenpora menyatakan jika syarat tersebut belum final.

Tim Transisi sendiri saat ini juga mulai bergerak cepat untuk mempersiapkan konsep kompetisi yang akan segera digulirkan. Sebagai pengganti PSSI, tim yang diketuai Bibit Samad Rianto itu berusaha menjalankan tugasnya hingga permasalahan sepak bola nasional tuntas. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Istri Pejabat Kemenpora Jadi Korban Pengeroyokan Usai Acara ILC

Istri Pejabat Kemenpora Jadi Korban Pengeroyokan Usai Acara ILC

News | Rabu, 02 Maret 2016 | 09:15 WIB

Terkini

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:44 WIB

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:39 WIB

×