alexametrics

Ronaldo Ditolak karena Ronaldinho dan Melejitnya Karier Messi di Barcelona

Syaiful Rachman
Ronaldo Ditolak karena Ronaldinho dan Melejitnya Karier Messi di Barcelona
Ronaldinho memeluk Lionel Messi saat keduanya masih memperkuat barisan depan Barcelona [AFP]

Keputusan Barcelona menolak Cristiano Ronaldo merupakan pintu bagi karier Messi.

Suara.com - Ronaldinho adalah guru yang hebat untuk Lionel Messi. Bintang asal Brasil itu mengasuh pemain Argentina itu sejak usia muda di Barcelona, dan kapten klub saat ini berkembang pesat di bawah asuhannya.

Terbentuknya mental dan kepiawaian Messi dalam mengolah si kulit bundar mungkin tidak akan terjadi seandainya Joan Laporta, Presiden Barcelona saat itu, mengikuti kata hatinya untuk merekrut Cristiano Ronaldo dari Manchester United.

"Kami baru saja akan mendatangkan Ronaldinho dan Rafa Marquez," kata Laporta dalam obrolan dengan akun Twitter, Iniestazo.

"Orang-orang Marquez mengusulkan Cristiano Ronaldo kepada kami. Dia ada di Sporting Clube saat itu," tulisnya lagi seperti dimuat Marca.

Baca Juga: Pelatih Terbaik 1 Dekade Terakhir Bukan Klopp atau Pep, Tapi Diego Simeone

Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo mencium trofi Liga Italia setelah timnya jadi kampiun di musim 2019/2020. [Isabella BONOTTO / AFP]
Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo mencium trofi Liga Italia setelah timnya jadi kampiun di musim 2019/2020. [Isabella BONOTTO / AFP]

"Salah satu agennya mengatakan bahwa mereka memiliki pemain yang mereka jual ke [Manchester] United seharga 19 juta, tapi mereka akan menjualnya kepada kami seharga 17 juta."

"Tapi kami sudah berinvestasi pada Ronaldinho saat itu."

"Cristiano bermain lebih melebar daripada di tengah. Kami pikir kami tertutup, jadi kami menolaknya dan saya tidak menyesalinya."

Sepak bola modern mungkin akan sangat berbeda seandainya Laporta merekrut Cristiano.

Serbet Bersejarah Berusia 2 Dekade, Mengenang Kontrak Messi di Barcelona

Baca Juga: Samuel Eto'o Optimis Ansu Fati akan Jadi Penerus Messi di Barcelona

Pada 14 Desember 2000, Lionel Messi menandatangani kontrak pertamanya dengan Barcelona. Ketika itu dia masih berusia 12 tahun.

Berbeda dengan kontrak resmi yang berlaku di masyarakat selama ini, kontrak pertama Messi saat itu dituliskan di atas serbet di kafetaria Club de Tennis Pompeia.

Ketika itu Barcelona yang sangat yakin dengan 'aura magis' Messi kecil bergegas mengikatnya agar tidak caplok klub-klub lain yang tengah mengintai.

Sekretaris teknis Barcelona Carles Rexach hadir dalam pertemuan itu bersama Josep Maria Minguella. Sementara dari pihak Messi diwakili oleh Horacio Gaggioli.

Kontrak pertama Lionel Messi di Barcelona, tertulis di atas serbet. [Foto: Marca]
Kontrak pertama Lionel Messi di Barcelona, tertulis di atas serbet. [Foto: Marca]

"Di hadapan Tuan Minguella dan Horacio, Carles Rexach, sekretaris teknis FC Barcelona, sebuah komitmen dibuat di bawah tanggung jawabnya," bunyi tulisan di atas serbet yang menjadi kontrak pertama Messi.

"Meskipun ada beberapa pendapat yang menentang untuk menandatangani (kontrak) pemain Lionel Messi ketika menerima jumlah yang disepakati."

Orang yang paling vokal menentang kedatangan Messi ketika itu adalah Joan Laporta, yang saat itu menjabat sebagai presiden klub.

Ketika itu, Laporta dikabarkan tidak mau mengeluarkan uang yang cukup besar untuk memboyong anak berusia 12 tahun.

Namun, Rexach menentang dan bersikeras untuk memboyongnya. Tanpa lampu hijau dari Laporta, setelah Gaggioli memperingatkan adanya minat dari klub lain terhadap Messi.

Kolase Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo (kiri). [AFP]
Kolase Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo (kiri). [AFP]

Itulah alasan kenapa kontrak pertama Messi dengan Barcelona dituangkan di atas serbet sebuah kafetaria.

Gaggioli sendiri masih memiliki serbet bersejarah tersebut. Serbet itu disimpan dengan aman di bank Kredit Andorra.

Gaggioli sendiri saat ini masih menggeluti profesinya sebagai agen. Salah satu pemain yang ditanganinya saat ini adalah Marco Asensio.

Gaggioli telah menerima sejumlah tawaran besar untuk menjual dokumen tersebut, tetapi dia hanya akan mempertimbangkan untuk meminjamkannya ke museum FC Barcelona.

“Saya pikir itu harus ada, di tempat yang terhormat bersama Messi Ballon d'Or karena serbet itu mengubah sejarah kontemporer klub,” akunya kepada Infobae.

Komentar