alexametrics

Lini Depan Arema FC Disorot, Ini Tanggapan Eduardo Almeida

Rully Fauzi
Lini Depan Arema FC Disorot, Ini Tanggapan Eduardo Almeida
Penyerang Arema FC, Carlos Fortes (kanan) beraksi dalam laga Liga 1 2021-2022 kontra PSM Makassar, Minggu (5/9/2021) malam. [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya]

Arema FC bermain imbang 1-1 kontra PSM Makassar di laga pekan pembuka Liga 1 2021-2022.

Suara.com - Ketajaman lini depan Arema FC saat berhadapan dengan PSM Makassar dalam pertandingan pekan perdana Liga 1 2021-2022 tampaknya masih diragukan.

Meski harus bermain dengan 10 pemain sejak dari menit keempat usai Jayus Hariono menerima kartu merah, Arema FC sendiri memang sejatinya memiliki banyak peluang namun berkali-kali gagal dikonversi menjadi gol.

Arema FC pun harus puas dengan hasil imbang 1-1 kontra PSM Makassar di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (6/9/2021) malam.

Satu-satunya gol Arema FC di pertandingan itu berasal dari tendangan penalti yang dilesakkan oleh Hanif Sjahbandi.

Baca Juga: Pelatih PSM Sanjung Penampilan Arema FC di Pekan Perdana Liga 1

Soal kinerja lini depannya ini, pelatih Arema FC, Eduardo Almeida memiliki pandangan berbeda.

Menurutnya, striker asal Portugal Carlos Fortes, yang jadi andalan utama di lini depan Arema, memang harus bekerja ekstra keras setelah tim minus satu pemain.

Ini membuat tugas sang bomber jadi amat berat.

"Di tengah sulitnya bermain dengan 10 orang, kami membuktikan masih bisa dapat banyak peluang, yang salah satunya berujung dengan penalti," tutur Eduardo Almeida seperti dimuat TIMES Indonesia --jaringan suara.com.

"Selain itu, Fortes juga punya peluang emas di babak kedua. Bermain dengan 10 pemain pasti melelahkan. Sungguh berat tugas dia dan para pemain depan lainnya. Tapi pemain sudah berupaya membuat peluang, jadi saya cukup puas," sambung pelatih 43 tahun asal Portugal itu.

Baca Juga: Kunci Arema FC Imbangi PSM meski Main dengan 10 Orang

FX Yanuar Wahyu (kiri) bersama pelatih Arema FC, Eduardo Almeida. [dok. Arema FC]
Pelatih kepala Arema FC, Eduardo Almeida (kanan). [dok. Arema FC]

Untuk menyokong kerja Carlos Fortes, Arema FC sendiri mengandalkan dua attacker lokal tenaga badak, yakni Dedik Setiawan dan Kushedya Hari Yudo. Namun, mereka praktis tak bisa berbuat banyak menghadapi PSM.

Almeida sendiri tak ingin berkomentar terlalu jauh terkait penampilan individu masing-masing pemainnya. Dia masih memegang teguh bahwa sepak bola adalah permainan tim, bukan soal individu.

"Saya tidak mau komentar soal individu," tegas Almedia secara singkat.

Di laga berikutnya di Liga 1 2021-2022, Arema FC akan berhadapan dengan Bhayangkara Solo FC pada 12 September nanti.

Komentar