Tiga Kasus Pengaturan Skor yang Terungkap di Indonesia

Syaiful Rachman

Jum'at, 05 November 2021 | 21:19 WIB
Tiga Kasus Pengaturan Skor yang Terungkap di Indonesia
Ilustrasi pengaturan skor. [shutterstock]

Suara.com - Praktik percobaan pengaturan skor yang dilakukan oleh lima mantan pemain Perserang Serang pada kompetisi Liga 2 2021 menjadi peristiwa memalukan terbaru yang mencoreng wajah sepak bola Indonesia.

Komite Disiplin (Komdis) PSSI juga telah resmi menjatuhkan hukuman kepada lima pemain yang terbukti melakukan percobaan pengaturan skor tersebut.

Hukuman tersebut dijatuhkan setelah Komdis PSSI menggelar sidang selama beberapa hari. Mereka juga telah mengumpulkan bukti yang cukup untuk menjatuhkan sanksi tegas kepada pelaku pengaturan skor.

Satgas Antimafia Bola akan menyerahkan enam tersangka kasus pengaturan skor ke Kejaksaan Agung, Rabu (10/4/2019). (Suara.com/ Yosea Arga Pramudita)
Satgas Antimafia Bola akan menyerahkan enam tersangka kasus pengaturan skor ke Kejaksaan Agung, Rabu (10/4/2019). (Suara.com/ Yosea Arga Pramudita)

Setidaknya, nama mantan pemain Perserang Serang yang dijatuhi hukuman ialah Eka Dwi Susanto, Fandy Edy, Ivan Juliandhy, Ade Ivan Hafilah, dan Aray Suhendri.

Dari hasil temuan Komdis PSSI, kelima pemain tersebut berencana mengalah ketika Perserang Serang berjumpa dua kontestan lain, yakni Rans Cilegon FC dan Persekat Tegal.

Kelimanya diminta bantuan agar timnya kalah 0-2 pada babak pertama dengan iming-iming uang sebesar Rp150 juta.

Sebetulnya, kasus percobaan pengaturan skor yang dilakukan lima pemain Perserang Serang itu bukanlah peristiwa pertama yang terjadi di sepak bola Indonesia.

Sebab, sebelumnya sudah ada sederet kecurangan yang pernah terungkap di sepak bola Indonesia.

Berikut sederet kasus pengaturan skor yang pernah terungkap di Indonesia.

baca juga

Kasus Suap Johan Ibo pada Divisi Utama 2015

Mantan pesepak bola Indonesia, Johan Ibo, pernah ditangkap pihak kepolisian karena terlibat kasus suap untuk mengatur pertandingan sepak bola.

Aksi culas yang dilakukan Johan Ibo itu terjadi pada kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2015. Dia tertangkap tangan berupaya menyogok pemain Pusamania Borneo FC.

Demi merencanakan aksinya itu, Ibo mendatangi hotel pemain guna membahas rencana memenangkan Persebaya Surabaya.

Setidaknya, ada tiga pemain PBFC yang dihubungi Ibo melalui pesan singkat. Setelah mengendus rencana busuk ini, manajemen PBFC memancing Ibo.

Dia disergap dan kemudian diamankan pihak kepolisian. Namun, mantan pemain Arema Indonesia itu akhirnya dilepaskan karena beberapa alasan.

Beberapa di antaranya ialah tidak adanya cukup bukti serta minimnya perangkat perundang-undangan yang digunakan untuk menjerat Johan Ibo.

Sepak Bola Gajah PSIS Semarang vs PSS Sleman

Dunia sepak bola Indonesia pernah dikejutkan dengan sebuah pertandingan aneh yang mempertemukan antara PSS Sleman vs PSIS Semarang.

Momen itu terjadi pada laga terakhir babak delapan besar Divisi Utama 2014. Kedua tim bermain tidak sportif karena sama-sama tidak ingin menang.

Pada akhirnya, pertandingan yang berlangsung di Stadion Sasana Krida AAU, Yogyakarta, 26 Oktober 2014 itu, PSS menjadi pemenang dengan skor 3-2.

Yang mengejutkan adalah semua gol yang tercipta pada pertandingan ini terjadi karena aksi bunuh diri dari masing-masing tim.

Salah satu faktor yang membuat PSS dan PSIS mempraktikkan sepak bola gajah itu ialah karena lawan yang akan dihadapi pada partai semifinal.

Apabila meraih kemenangan, PSS dan PSIS akan berjumpa Pusamania Borneo FC. Klub yang disebut terakhir ini memang ditakuti lawan-lawannya karena faktor nonteknis.

Oleh sebab itu, PSS dan PSIS tak mau menang karena mereka akan berjumpa PBFC yang saat itu sudah diisukan mendapat satu tiket promosi ke ISL

Match-Fixing PS Mojokerto Putra

Kasus pengaturan skor yang belum lama terungkap di dunia sepak bola Indonesia ini melibatkan banyak pihak.

Saat itu, sejumlah pihak memberikan uang agar PS Mojokerto Putra naik kasta dari Liga 3 menuju Liga 2.

Terduga Mafia Pengaturan Skor Sepak Bola Indonesia, Vigit Waluyo (istimewa)
Terduga Mafia Pengaturan Skor Sepak Bola Indonesia, Vigit Waluyo (istimewa)

Otak dari pengaturan skor yang mencatut PS Mojokerto Putera adalah Vigit Waluyo. Dia adalah sosok yang memberikan dana ratusan juta kepada Dwi Irianto, alias Mbah Putih, dalam pertandingan PS Mojokerto Putra.

Sementara itu, kasus pengaturan skor lain yang juga melibatkan PS Mojokerto Putra terjadi pada kompetisi Liga 2 2018.

Pada dua laga melawan Kalteng Putra, yakni tanggal 3 dan 9 November 2018, terdapat indikasi match-fixing. Selain itu ada pula indikasi pengaturan skor pada laga melawan Aceh United dan Gresik United.

Kasus yang paling mencuri perhatian dunia sepak bola Indonesia saat itu terjadi pada pertandingan antara PS Mojokerto Putra melawan Aceh United.

Pada duel yang berlangsung 19 November 2018 itu, pemain PS Mojokerto Putra, Krisna Adi Darma, diduga sengaja tidak mencetak gol saat menjadi algojo penalti.

[Penulis: Muh Adif Setiawan]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PLN Journalist Awards 2026 Hadir Lagi, Angkat Tema Energi Mandiri untuk Indonesia Berdaya

PLN Journalist Awards 2026 Hadir Lagi, Angkat Tema Energi Mandiri untuk Indonesia Berdaya

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:12 WIB

Garuda Indonesia Ganti Dirut Jadi Thomas Oentoro, Ini Sosoknya

Garuda Indonesia Ganti Dirut Jadi Thomas Oentoro, Ini Sosoknya

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:55 WIB

Catat! Ini Jadwal Pertandingan Terbaru Timnas Indonesia Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Catat! Ini Jadwal Pertandingan Terbaru Timnas Indonesia Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Singapura Lawan Brasil Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Cuma Hadapi Yordania

Singapura Lawan Brasil Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Cuma Hadapi Yordania

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:14 WIB

Prabowo: Tiap Bulan Indonesia Diramalkan Akan Kolaps

Prabowo: Tiap Bulan Indonesia Diramalkan Akan Kolaps

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:09 WIB

Shin Tae-yong Blak-blakan Kondisi Marselino Ferdinan, Tampil di Piala Asia 2027 Masih Tanda Tanya

Shin Tae-yong Blak-blakan Kondisi Marselino Ferdinan, Tampil di Piala Asia 2027 Masih Tanda Tanya

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:01 WIB

Spesifikasi Khuzama Bola yang Bakal Dipakai di Piala Asia 2027, Terinspirasi dari Bunga Lavender

Spesifikasi Khuzama Bola yang Bakal Dipakai di Piala Asia 2027, Terinspirasi dari Bunga Lavender

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:01 WIB

Indonesia Tidak Lagi Dijajah Belanda, Lalu Mengapa Gerpolek Masih Relevan?

Indonesia Tidak Lagi Dijajah Belanda, Lalu Mengapa Gerpolek Masih Relevan?

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10 WIB

John Herdman Bidik Amunisi Baru,, Pemain Jerman Ini Tawarkan Diri via Tiktok

John Herdman Bidik Amunisi Baru,, Pemain Jerman Ini Tawarkan Diri via Tiktok

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:13 WIB

Dirakit Lokal Vespa S 150 Hadir Lewat Tampilan dan Fitur Baru

Dirakit Lokal Vespa S 150 Hadir Lewat Tampilan dan Fitur Baru

Otomotif | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Terkini

Denny Indrayana: Keputusan Pemakzulan Wapres Gibran Kini di Tangan Parpol

Denny Indrayana: Keputusan Pemakzulan Wapres Gibran Kini di Tangan Parpol

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:16 WIB

Pengamat Ingatkan Bahaya Keadilan Berbasis Asumsi dalam Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Pengamat Ingatkan Bahaya Keadilan Berbasis Asumsi dalam Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Bawa Mesin EDC ke Pengajian, Cara Unik Erni Lipat Gandakan Pendapatan BRILink Agen

Bawa Mesin EDC ke Pengajian, Cara Unik Erni Lipat Gandakan Pendapatan BRILink Agen

Bri | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:06 WIB

Sembunyikan 93 Gram Sabu di Boks Motor, Pelarian DPO Narkoba di Serang Berakhir di Jeruji Besi

Sembunyikan 93 Gram Sabu di Boks Motor, Pelarian DPO Narkoba di Serang Berakhir di Jeruji Besi

Banten | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:01 WIB

Tepis Stigma Ban Serep, Riset Evident Catat 10 Wamen Berkinerja Moncer di Kabinet Merah Putih

Tepis Stigma Ban Serep, Riset Evident Catat 10 Wamen Berkinerja Moncer di Kabinet Merah Putih

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:01 WIB

Manfaatkan Limbah Kain Jadi Produk Estetik, UMKM Binaan BRI Ini Raup Sukses

Manfaatkan Limbah Kain Jadi Produk Estetik, UMKM Binaan BRI Ini Raup Sukses

Bri | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:56 WIB

Cekcok Iuran Sampah Berujung Penganiayaan, Polisi Ringkus Pelaku Pemukulan Pedagang Sayur

Cekcok Iuran Sampah Berujung Penganiayaan, Polisi Ringkus Pelaku Pemukulan Pedagang Sayur

Bogor | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:55 WIB

I Need Space: Belajar Mengelola Emosi Lewat Petualangan di Luar Angkasa

I Need Space: Belajar Mengelola Emosi Lewat Petualangan di Luar Angkasa

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Dari Anti-Aging ke Skin Longevity, Tren Kecantikan Kini Lebih Fokus pada Kesehatan Kulit

Dari Anti-Aging ke Skin Longevity, Tren Kecantikan Kini Lebih Fokus pada Kesehatan Kulit

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Potret Sesak Rumah Petak 4x3 M di Kampung Bali: Dihuni 7 Orang, Sewa Sehari Rp30 Ribu

Potret Sesak Rumah Petak 4x3 M di Kampung Bali: Dihuni 7 Orang, Sewa Sehari Rp30 Ribu

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:45 WIB

×