facebook

Jelang Perebutan Medali Perunggu SEA Games 2021, Ini Kelebihan Malaysia yang Diwaspadai Shin Tae-yong

Arif Budi
Jelang Perebutan Medali Perunggu SEA Games 2021, Ini Kelebihan Malaysia yang Diwaspadai Shin Tae-yong
Pelatih Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong (kanan). [ANTARA FOTO/Zabur Karuru]

Shin Tae-yong waspadai permainan Malaysia di bawah asuhan Brad Maloney.

Suara.com - Pelatih timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong mewaspadai kelebihan yang dimiliki Malaysia jelang laga perebutan medali perunggu SEA Games 2021 pada Minggu (22/5/2022) mendatang.

Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi Malaysia untuk perebutan tempat ketiga. Shin Tae-yong menyesalkan tiga pemainnya yang akan absen karena kartu merah.

"Kami tidak memiliki 3 pemain karena kartu merah. Ini sangat memengaruhi permainan kami," jelas Shin Tae-yong pada konferensi pers seperti dikutip dari Zing News, Sabtu (21/5/2022).

Lebih lanjut, pelatih berusia 52 tahun ini menyebutkan kelebihan yang dimiliki Malaysia pada ajang SEA Games 2021. Harimau Muda disebut tampil mengejutkan.

Baca Juga: Rekor! 8 Tim Liga Jerman Tampil di Kompetisi Eropa Musim Depan, 5 di Liga Champions

Timnas Indonesia (Instagram/pssi)
Timnas Indonesia (Instagram/pssi)

"Malaysia sangat tidak terduga. Mereka tampil indah dan efektif di SEA Games 2021," jelasnya.

Tidak hanya itu, Shin Tae-yong menilai bahwa Malaysia bisa bermain dinamis atau berubah-ubah tiap pertandingan. Hal itu yang akan menjadi fokus pelatih asal Korea Selatan ini.

"Mereka berubah dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Kami belum memiliki solusi pamungkias, jadi keunggulan itu harus dihadapi," sambungnya lagi.

Berkaca dari permainan Malaysia di bawah asuhan Brad Maloney itu, maka Shin Tae-yong akan menerapkan strategi tergantung dengan jalannya pertandingan nantinya.

Laga timnas Indonesia U-23 vs Malaysia ini digelar Minggu (22/5/2022) pukul 16.00 WIB. Setelah itu baru laga perebutan medali emas antara Vietnam vs Thailand dilangsungkan pukul 19.00 WIB.

Baca Juga: Profil Giovanni van Bronckhorst, Pelatih Keturunan Indonesia yang Antar Rangers ke Final Liga Europa

Komentar