Menurut media lokal setempat, apa yang diucapkan Weah itu untuk meredakan sentimen soal putusannya bolak balik pindah keyakinan.
Pernyataan dari Weah ini sempat menimbulkan kontroversi di kalangan umat beragama di Liberia. Eks pemain AC Milan itu dikritik karena dianggap berstandar ganda dalam beragama.
"Ia seperti ingin menjalankan agama dengan standar ganda," kritik salah satu cendekiawan agama di Liberia.
Apalagu kemudian, Weah di tahun yang sama juga menghadiri acara di sebuah gereja dan kembali ikut berdoa bersama dengan komunitas Kristen Liberia.
Saat ini sebagai umat Kristen yang taat, Weah diketahui juga dianggap sebagai pendeta. Ia menjadi penginjil di Gereja Persekutuan Forky Klon Jlaleh yang ia bangun setelah menjadi presiden Liberia.