Apa Itu Blijvers? Kisah Maarten Paes dan Jalan Singkat Naturalisasi Sepakbola Timnas Indonesia

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 12 September 2024 | 10:37 WIB
Apa Itu Blijvers? Kisah Maarten Paes dan Jalan Singkat Naturalisasi Sepakbola Timnas Indonesia
Catatkan debut manis bersama Timnas Indonesia, Maarten Paes tampil gemilang. (AFC)

Suara.com - Istilah Blijvers menjadi obrolan menarik saat ini setelah Maarten Paes sukses bela Timnas Indonesia melawan Arab Saudi dan Australia. Padahal Maarten Paes tidak punya darah Indonesia, dia keturunan neneknya yang seorang Blijvers. Apa itu Blijvers?

Mereka yang memilih untuk menetap di Hindia Belanda dan beradaptasi dengan kehidupan di sana, dikenal dengan sebutan blijvers. Istilah ini merujuk pada para pendatang dari Eropa yang memutuskan untuk menjadikan Hindia Belanda sebagai rumah mereka.

Hindia Belanda, yang kini kita kenal sebagai Indonesia, telah mengalami transformasi yang signifikan sejak masa kolonial.

Kisah Maarten Paes, misalnya, merupakan cerminan dari fenomena blijvers. Keputusan sang nenek untuk menetap di Hindia Belanda menjadi titik balik dalam perjalanan hidup keluarganya.

Sebaliknya, jika sang nenek memilih untuk kembali ke Eropa, ia akan digolongkan sebagai trekkers, yaitu mereka yang hanya singgah sementara di Hindia Belanda.

Menariknya, para blijvers ini seringkali menunjukkan tingkat akulturasi yang tinggi. Mereka tidak hanya hidup berdampingan dengan masyarakat lokal, tetapi juga menyerap nilai-nilai dan budaya Nusantara. Meski demikian, warisan budaya Eropa mereka tetap terjaga.

"(Nenek saya) lahir dan tinggal di sana (Indonesia) selama lima, enam tahun. Lalu, ada Perang Dunia II pecah dan kemudian selama beberapa tahun dia berada di kamp-kamp Spanyol-Jepang," kata Maarten Paes dikutip dari kanal YouTube resmi FC Dallas.

Maarten Paes bersama Esther Appels (rambut pirang dan panjang) (Instagram Maarten Paes)
Maarten Paes bersama Esther Appels (rambut pirang dan panjang) (Instagram Maarten Paes)

Fenomena ini menunjukkan bahwa orang Belanda yang menetap di Hindia Belanda cenderung lebih terbuka terhadap pengaruh budaya lokal dibandingkan sebaliknya.

Akibatnya, Maarten Paes pun akhirnya dapat menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) berkat keputusan sang nenek untuk menetap dan beradaptasi dengan kehidupan di Hindia Belanda.

baca juga

Jalan naturalisasi Timnas Indonesia

Fenomena pemain naturalisasi di sepak bola Indonesia tak lepas dari peran besar Belanda. Negeri Kincir Angin menjadi penyumbang utama para pemain keturunan yang kini memperkuat Timnas Garuda. Sejarah kolonialisme yang panjang antara kedua negara menjadi akar kuat dari hubungan ini.

Maarten Paes dan neneknya, Nel Appels-van Heyst (Instagram)
Maarten Paes dan neneknya, Nel Appels-van Heyst (Instagram)

Nama-nama seperti Sandy Walsh, Ivar Jenner, dan Justin Hubner mungkin sudah tak asing lagi di telinga pencinta sepak bola Tanah Air.

Mereka adalah sebagian kecil dari deretan pemain berdarah Indonesia-Belanda yang kini membela Merah Putih.

Lantas, apa yang membuat begitu banyak pemain keturunan Belanda memilih untuk berkarier di Indonesia? Jawabannya sederhana: ikatan darah.

Sebagian besar dari mereka memiliki kakek atau nenek yang lahir dan besar di Indonesia.

Sandy Walsh, misalnya, memiliki garis keturunan Indonesia dari sang ibu. Kakeknya berasal dari Surabaya, sementara neneknya dari Purworejo.

Cerita serupa juga dimiliki oleh Ivar Jenner yang memiliki nenek dari Jember, Jawa Timur.

Tidak hanya Jawa, sejumlah pemain naturalisasi lainnya juga memiliki akar di wilayah Indonesia lainnya.

Justin Hubner, misalnya, memiliki kakek dari Makassar, Sulawesi Selatan. Sementara itu, Thom Haye memiliki keturunan dari Solo, Jawa Tengah.

Kasus menarik juga terjadi pada Maarten Paes. Meski tak memiliki darah Indonesia secara langsung, Paes tetap bisa menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Hal ini berkat status "blijvers" yang dimiliki neneknya. Blijvers merujuk pada orang-orang Eropa yang lahir dan menetap di Hindia-Belanda.

Fenomena naturalisasi pemain keturunan Belanda ini bukan tanpa alasan. Selain faktor sejarah, juga terkait dengan kualitas pemain yang dimiliki Belanda.

Banyak pemain muda berbakat di Belanda yang memiliki darah Indonesia. Hal ini tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi sepak bola Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Shin Tae-yong Temukan Solusi, Bomber Keturunan Jawa Ngoko Ini Bisa Jadi Andalan Timnas Indonesia

Shin Tae-yong Temukan Solusi, Bomber Keturunan Jawa Ngoko Ini Bisa Jadi Andalan Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 12 September 2024 | 10:25 WIB

Prediksi Bung Towel Ernando Ari Bakal Jadi 'Korban' Maarten Paes Ramai Lagi: Tega Gak Kita Lihat Dia...

Prediksi Bung Towel Ernando Ari Bakal Jadi 'Korban' Maarten Paes Ramai Lagi: Tega Gak Kita Lihat Dia...

Bola | Kamis, 12 September 2024 | 10:03 WIB

Timnasnya Gagal Taklukkan Indonesia, Media Australia Beri Kritikan Tajam

Timnasnya Gagal Taklukkan Indonesia, Media Australia Beri Kritikan Tajam

Your Say | Kamis, 12 September 2024 | 09:55 WIB

Terkini

Bakom RI Sebut Lamine Yamal Saat Bicara MBG, Publik: Takut Nanti Yamal Keracunan

Bakom RI Sebut Lamine Yamal Saat Bicara MBG, Publik: Takut Nanti Yamal Keracunan

News | Senin, 28 September 2026 | 20:55 WIB

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:43 WIB

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

News | Senin, 28 September 2026 | 20:39 WIB

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 20:37 WIB

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

News | Senin, 28 September 2026 | 20:32 WIB

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Bola | Senin, 28 September 2026 | 20:26 WIB

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

News | Senin, 28 September 2026 | 20:20 WIB

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:10 WIB

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Riau | Senin, 28 September 2026 | 20:07 WIB

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 20:05 WIB

×