Jijik! Skandal AFC: Korupsi hingga Penghapusan Batasan Masa Jabatan Presiden

Galih Prasetyo

Selasa, 15 Oktober 2024 | 16:48 WIB
Jijik! Skandal AFC: Korupsi hingga Penghapusan Batasan Masa Jabatan Presiden
Logo AFC [Instagram]

Suara.com - Konfederasi sepak bola Asia, AFC resmi menolak surat protes yang dikirimkan PSSI terkait hasil pertandingan Bahrain vs Timnas Indonesia.

Surat protes ini dilayangkan oleh pihak PSSI terkait dugaan ketidakadilan wasit Ahmed Al Kaf di laga kualifikasi Piala Dunia 2026 itu.

Penolakan yang dilakukan AFC ini menurut manajer Timnas Indoensia, Sumardji sudah ditebak oleh pihak PSSI. Ditegaskan oleh Sumardji, bahwa langkah PSSI ini sebagai usaha untuk menyadarkan AFC.

"Sebenarnya sudah bisa ditebak jika surat protes itu akan ditolak, tapi yang penting PSSI sudah berusaha menyadarkan AFC," ucap Sumardji.

Wasit Ahmed Al Kaf (X)
Wasit Ahmed Al Kaf (X)

Apa yang disampaikan oleh Sumardji soal memyadarkan AFC ini menjadi menarik. Pasalnya, AFC sebagai konfederasi sepak bola Asia memang punya rekam jejak buruk.

Saat AFC dipimpin oleh Mohammed bin Hammam dari Qatar muncul skandal memalukan yakni praktik korupsi. Skandal korupsi ini bahkan mendongkel Hammam dari jabatan yang sudah ia emban selama 8 tahun 301 hari tersebut.

Pada 2011, Bim Hammam sempat mengeluarkan manifesto saat kampanye pencalonan presiden FIFA. Dalam manifesto itu, ia mengatakan akan membuat FIFA menjadi lebih transparan dan sehat.

Manifesto dari Bin Hammam itu kemudian diprotes oleh salah satu petinggi AFC asal Cina, Zhang Jilong. Menurut Zhang, faktanya selama memimpin AFC, Bin Hammam gagal menciptakan lingkung sepak bola di Asia jadi lebih maju.

"Saya pikir lingkung sepak bola Asia tidak sehat. Kita perlu, katakanlah sebuah revolusi untuk bisa menciptakan lingkungan permainan yang adil dan sehat di wilayah Asia," kata Zhang seperti dilansir dari Reuters.

baca juga

Faktanya di era kepemimpinan Hammam, sejumlah negara di Asia mengalami turbulensi sepak bola yang begitu parah. Di era itu, negara kuat seperti Korsel bahkan diguncang skandal pengaturan skor.

Sepak bola Korsel sempat diguncang skandal pengaturan skor. Kasus ini terungkap setelah salah satu pemain ditemukan tewas diduga bunuh diri di kamar hotel.

Korban meninggalkan catatan yang mengindikaskan adanya pengaturan skor di pertandingan K-League. Dari hasil penyelidikan, terungkap kasus ini menyeret 1000 pemain, pelatih, wasit hingga ofisial pertandingan.

Kasus pengaturan skor juga terjadi di Malaysia hingga Singapura. Sementara dualisme kepimpinan federasi terjadi di Indonesia, Thailand hingga Filipina saat AFC dipimpin oleh Bin Hammam.

Kursi kepimpinan AFC nyatanya sejak 2000-an menjadi rebutan para milioner atau keluarga kerajaan negara kawasan Timur Tengah.

Zhang Jilong sempat duduki jabatan ketua AFC namun hanya bertahan 1 tahun 337 hari. Ia kemudian digantikan oleh Salman Al Khalifa yang sudah memimpun sejak 2 Mei 2013.

Presiden AFC Asal Bahrain Salman bin Ibrahim Al-Khalifa [Instagram]
Presiden AFC Asal Bahrain Salman bin Ibrahim Al-Khalifa [Instagram]

Menariknya, pada April 2024, muncuk rencana busuk dari Salman untuk terus mempertahankan posisinya. Dilansir dari AP, empat negara teluk, termasuk Qatar dan Arab Saudi mengusulkan penghapusan batasan masa presiden AFC.

Usulan ini untuk melanggengkan jabatan Salman hingga ia bisa terus menjabat sampai 2027. AFC disinyalir mengikuti jejak UEFA dan IOC yang menghapus durasi masa jabatan presiden.

FIFA sendiri nyatanya menghapus batasan 12 tahun, dengan Gianni Infantino sudah memimpin sejak 2016. Namun pria Italia itu bermanuverr dengan menyebut tiga tahun pertamanya tak masuk hitungan.

Praktik penghapusan masa jabatan presiden federasi ini dkritik tajam oleh banyak pihak. Salah satunya dari mantan penasihat antikorupsi FIFA, Mark Pieth.

"Pembatasan masa jabatan merupakan poin penting. Jika tidak, Anda mengundang korupsi," ucap profesor hukum olahraga itu.

Apa yang disampaikan Pieth memang terbukti. Hammam dilarang berkecimpung di sepak bola seumur hidup menyusul tuduhan suap dan pelanggaran konflik kepentingan.

Untuk bisa memuluskan rencana penghapusan masa jabatan, Salman membutukan adanya perubahan statuta di AFC. Mulai dari 2019, statuta FIFA membatasi 37 anggota exco hingga maksimal tiga kali masa jabatan selama 4 tahun.

Lobi keempat negara itu berhasil. Pada kongres AFC di Bangkok, hanya dua negara yang menolak penghapusan masa jabatan, yakni Australia dan Yordania.

Laporan dari AP menyebut bahwa perubahan statuta ini akan dikerjakan oleh kelompok kecil, yang berasal dari PSSI-nya Arab Saudi, Qatar, Uzbekistan dan Lebanon.

Empat federasi sepak bola ini akan membentuk Gugus Tugas Tata Kelola yang bertugas melobi agar statuta berubah agar Salman tetap menjadi Presiden AFC.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nilai Pasar Skuad Cina Justru Nyaris Disamai Satu Pemain Timnas Indonesia

Nilai Pasar Skuad Cina Justru Nyaris Disamai Satu Pemain Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 15 Oktober 2024 | 16:43 WIB

Saking Mahalnya! Harga Pasar Mees Hilgers Hampir Bisa Beli Seluruh Pemain Timnas China

Saking Mahalnya! Harga Pasar Mees Hilgers Hampir Bisa Beli Seluruh Pemain Timnas China

Bola | Selasa, 15 Oktober 2024 | 16:26 WIB

Cek Fakta: Emil Audero Ingin Bergabung dengan Timnas Indonesia, Benarkah?

Cek Fakta: Emil Audero Ingin Bergabung dengan Timnas Indonesia, Benarkah?

News | Selasa, 15 Oktober 2024 | 16:19 WIB

Baru Sekali Main di Timnas Indonesia, Mees Hilgers Langsung Cuan Besar Hingga Puluhan Miliar

Baru Sekali Main di Timnas Indonesia, Mees Hilgers Langsung Cuan Besar Hingga Puluhan Miliar

Bola | Selasa, 15 Oktober 2024 | 16:06 WIB

Sebelum Gabung AC Milan, Kakak Pemain Timnas Indonesia Pernah Tolak Barcelona

Sebelum Gabung AC Milan, Kakak Pemain Timnas Indonesia Pernah Tolak Barcelona

Your Say | Selasa, 15 Oktober 2024 | 16:25 WIB

Hadapi China, Bojan Hodak Nilai Timnas Indonesia Lebih Difavoritkan Raih Kemenangan

Hadapi China, Bojan Hodak Nilai Timnas Indonesia Lebih Difavoritkan Raih Kemenangan

Bola | Selasa, 15 Oktober 2024 | 16:10 WIB

Terkini

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:48 WIB

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:32 WIB

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan

Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru

Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya

Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya

Bri | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×