Media Vietnam: Timnas Indonesia Bayar Mahal atas Kegagalan Patrick Kluivert

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 21 Maret 2025 | 08:58 WIB
Media Vietnam: Timnas Indonesia Bayar Mahal atas Kegagalan Patrick Kluivert
Sandy Walsh. Kekalahan besar Timnas Indonesia dari Australia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai media, termasuk di Vietnam. (IG Sandy Walsh)

Suara.com - Kekalahan besar Timnas Indonesia dari Australia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai media, termasuk di Vietnam. Sebagai satu-satunya wakil ASEAN di fase ini, langkah Tim Garuda menjadi sorotan utama di kawasan Asia Tenggara.

Pada laga yang berlangsung di Stadion Sydney, Kamis (20/3) sore WIB, Timnas Indonesia harus menelan kekalahan telak 1-5 dari tuan rumah Australia.

Hasil tersebut tidak hanya berdampak pada posisi Indonesia di klasemen, tetapi juga menjadi bahan analisis bagi media Vietnam yang turut mengulas jalannya pertandingan serta faktor-faktor yang menyebabkan kekalahan tersebut.

Analisis Media Vietnam Terhadap Kekalahan Indonesia

Sejumlah media Vietnam menyoroti berbagai aspek permainan Timnas Indonesia yang dianggap berkontribusi pada hasil buruk tersebut.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah strategi yang diterapkan oleh pelatih Patrick Kluivert.

Media Bongda.com mengkritik keputusan taktis Patrick Kluivert yang dinilai berisiko dan menyebabkan Indonesia harus membayar mahal dengan kekalahan besar dari Australia.

Media tersebut menyoroti bahwa meskipun Indonesia memiliki peluang emas lewat titik penalti, kelemahan dalam organisasi pertahanan membuat mereka kesulitan mengimbangi permainan lawan.

Kesalahan dalam penerapan strategi disebut menjadi faktor utama yang membuat Tim Garuda kehilangan kendali atas pertandingan.

baca juga
Thom Haye. Sejumlah media Vietnam menyoroti berbagai aspek permainan Timnas Indonesia yang dianggap berkontribusi pada hasil buruk tersebut.  (IG Thom Haye)
Thom Haye. Sejumlah media Vietnam menyoroti berbagai aspek permainan Timnas Indonesia yang dianggap berkontribusi pada hasil buruk tersebut. (IG Thom Haye)

Sementara itu, Tuoitre, salah satu media besar di Vietnam, menyoroti dampak kegagalan penalti dalam pertandingan tersebut.

Menurut mereka, andai saja penalti itu berhasil dikonversi menjadi gol, jalannya pertandingan bisa saja berbeda. Namun, setelah kegagalan tersebut, moral pemain Indonesia menurun drastis, sementara Australia semakin percaya diri untuk mendominasi jalannya laga hingga mencetak lima gol ke gawang Indonesia.

Di sisi lain, media Vietnam ZNews lebih menyoroti reaksi dari para suporter Timnas Indonesia setelah kekalahan tersebut.

Dalam laporan mereka, banyak penggemar Indonesia yang merasa kecewa dan malu atas performa buruk tim kesayangan mereka. Di media sosial, berbagai komentar bernada kekecewaan pun bermunculan, dengan banyak yang mempertanyakan strategi serta kesiapan tim untuk menghadapi lawan sekelas Australia.

"Kesalahan Patrick Kluivert Bikin Indonesia Bayar Mahal," begitu judul Bongda.

Dalam laporan mereka, banyak penggemar Indonesia yang merasa kecewa dan malu atas performa buruk tim kesayangan mereka. Di media sosial, berbagai komentar bernada kekecewaan pun bermunculan, dengan banyak yang mempertanyakan strategi serta kesiapan tim untuk menghadapi lawan sekelas Australia. (Suara.com)
Dalam laporan mereka, banyak penggemar Indonesia yang merasa kecewa dan malu atas performa buruk tim kesayangan mereka. Di media sosial, berbagai komentar bernada kekecewaan pun bermunculan, dengan banyak yang mempertanyakan strategi serta kesiapan tim untuk menghadapi lawan sekelas Australia. (Suara.com)

Dampak Kekalahan dan Evaluasi Timnas Indonesia

Kekalahan ini tentu menjadi pukulan bagi Timnas Indonesia yang tengah berjuang untuk mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia 2026. Meski menghadapi lawan yang lebih kuat, harapan tetap tinggi bahwa Tim Garuda bisa memberikan perlawanan yang lebih sengit.

Evaluasi besar kemungkinan akan dilakukan oleh tim pelatih untuk memperbaiki kelemahan yang terlihat dalam pertandingan ini.

Selanjutnya, Indonesia harus bangkit dan fokus menghadapi laga-laga berikutnya agar peluang lolos ke Piala Dunia tetap terbuka. Dengan persaingan yang semakin ketat, setiap pertandingan ke depan akan menjadi ujian penting bagi skuad Garuda.

Pertandingan pertama bagi Patrick Kluivert jauh dari kata memuaskan. Selain soal skor, pemain-pemain Indonesia pada pertandingan ini sangat akrab dengan kesalahan-kesalahan yang berulang.

Gol pertama Australia tercipta karena Nathan Tjoe-A-On yang melakukan blunder setelah dia menarik Lewis Miller di kotak penalti dari situasi sepak pojok. Dalam hal ini, Nathan membuat kesalahan besar karena sebenarnya Miller tak dalam posisi bahaya. Bola yang dikirimkan pemain Australia juga tak menimbulkan situasi berbahaya karena dengan baik dihalau Idzes.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa Kluivert berani menurunkan Nathan sebagai starter di saat dirinya dengan jelas mengatakan bahwa salah satu patokannya memilih seorang pemain adalah yang harus memiliki menit bermain cukup di klubnya. Dengan menit bermain di klub, pengambilan keputusan seorang pemain terasah. Nathan tak menunjukkannya di pertandingan ini karena pelanggarannya terlalu ceroboh dan tidak pada situasi yang tepat harus melakukan pelanggaran.

Duet Nathan di lini tengah, Thom Haye, juga turut melakukan kesalahan. Dua menit setelah gol Boyle, Thom yang berniat melalukan sapuan dari lini tengah ke belakang, justru malah menemui Velupillay, yang kemudian membuahkan gol kedua untuk Australia.

Gol ketiga Australia menandakan bahwa mereka adalah tim yang benar-benar matang untuk ke Piala Dunia enam kalinya secara beruntun, atau ketujuh kalinya secara keseluruhan. Gol yang dicetak Irvine dibuat dari proses gol yang indah dari kaki ke kaki, dimana pemain-pemain Indonesia hanya ball watching, sebuah istilah yang merujuk seorang pemain yang hanya memperhatikan bola tanpa memperhatikan pergerakan pemain lain, baik lawan maupun rekan setim, sehingga menyebabkan disorganisasi dalam tim.

Setelah gol ketiga, Indonesia kebobolan gol keempat dan kelima dengan cara yang sama, yaitu cara bertahan yang buruk dari sebuah situasi sepak pojok. Pada dua gol terakhir ini, Craig Goodwin berperan penting dalam mengirimkan umpan terukurnya kepada Miller dan Irvine yang melakukan free header atau sundulan tanpa kawalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Shin Tae-yong Malu Banget, 8 Pemain Timnas Indonesia Dapat Rapor Merah Dibantai Australia

Shin Tae-yong Malu Banget, 8 Pemain Timnas Indonesia Dapat Rapor Merah Dibantai Australia

Bola | Jum'at, 21 Maret 2025 | 08:28 WIB

Update Ranking FIFA Timnas Indonesia Setelah Debut Gagal Total Patrick Kluivert

Update Ranking FIFA Timnas Indonesia Setelah Debut Gagal Total Patrick Kluivert

Bola | Jum'at, 21 Maret 2025 | 08:11 WIB

Sudah Terpuruk, Syarat Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026

Sudah Terpuruk, Syarat Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 21 Maret 2025 | 07:53 WIB

Terkini

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 10:11 WIB

Siapa Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S?

Siapa Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S?

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:10 WIB

Cabai Merah Keriting dan Rawit Merah Kompak Naik, Harganya Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Cabai Merah Keriting dan Rawit Merah Kompak Naik, Harganya Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:06 WIB

Bujet Rp5 Juta? Ini 5 Motor Bekas Paling Worth It untuk Harian

Bujet Rp5 Juta? Ini 5 Motor Bekas Paling Worth It untuk Harian

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal

Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal

Banten | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

Masih Dianggap Tabu, Padahal Marital Rape Diatur dalam Hukum Indonesia

Masih Dianggap Tabu, Padahal Marital Rape Diatur dalam Hukum Indonesia

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

7 Cara Ampuh Menghilangkan Bau di Toilet agar Tetap Bersih dan Wangi

7 Cara Ampuh Menghilangkan Bau di Toilet agar Tetap Bersih dan Wangi

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 09:59 WIB

Konflik Keluarga Berujung Kebakaran, Dua Rumah di Cianjur Ludes

Konflik Keluarga Berujung Kebakaran, Dua Rumah di Cianjur Ludes

Jabar | Rabu, 30 September 2026 | 09:57 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2.595.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2.595.000/Gram

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 09:56 WIB

Diduga Aniaya 8 Siswa, Eks Kepsek SMPN 18 Malang Tidak Dapat Bantuan Hukum dari Pemkot

Diduga Aniaya 8 Siswa, Eks Kepsek SMPN 18 Malang Tidak Dapat Bantuan Hukum dari Pemkot

Malang | Rabu, 30 September 2026 | 09:52 WIB

×