Latihan Ekstrem Pemain Korut Lawan Timnas U-17: Tempaan Fisik Brutal dan Cuci Otak?

Galih Prasetyo | Suara.com

Minggu, 13 April 2025 | 13:29 WIB
Latihan Ekstrem Pemain Korut Lawan Timnas U-17: Tempaan Fisik Brutal dan Cuci Otak?
Latihan Berat Pemain Korut: Tempaan Fisik Brutal dan Cuci Otak? [nknews]

Suara.com - Timnas Indonesia U-17 akan menghadapi Korea Utara (Korut) di babak perempat final Piala Asia U-17 2025.

Pertandingan Timnas Indoneia U-17 vs Korut akan berlangsung di King Abdulalh Sports City, Jeddah, Senin 14 April 2025.

Korut U-17 lolos ke fase knock out setelah menjadi runner up grup D di bawah Tajikistan.

Penampilan anak asuh O Thae Song itu di Arab Saudi menuai pujian banyak pihak. Salah satu keunggulan mereka ialah fisik.

Salah satu media Korsel, Nate.com bahkan menuliskan kemampuan fisik pemain Korut U-17 bukan seperti pemain seusianya.

"Korut memiliki kondisi fisik dan penampilan yang membuat orang sulit percaya bahwa mereka adalah pemain di bawah 17 tahun," ulas media Korsel tersebut.

Soal tempaan fisik pemain Korut juga diakui oleh pemain senior Korut, Kwang Song.

Pertandingan antara Korea Utara melawan Oman di Piala Asia U-17 2025 (the-afc.com)
Pertandingan antara Korea Utara melawan Oman di Piala Asia U-17 2025 (the-afc.com)

Menurut eks pemain Juventus U-23 itu, pemain Korut siap berlari tanpa henti sepanjang pertandingan untuk menekan lawan.

"Kami akan berlari hingga menit akhir jika itu yang diperlukan untuk kami bisa meraih kemenangan," ucapnnya seperti dilansir dari laman resmi AFC.

Mengandalkan kekuatan fisik jadi ciri sepak bola Korut. Menariknya menurut dosen senior Kebijakan Olahraga dari Universitas Edinburg, Dr Jung Woo Lee, Korut punya cara beda untuk menempa para pemainnya.

Menurut Jung Woo Lee kepada DW, olahraga internasional termasuk sepak bola dipandang pemerintah Korut sebagai cara untuk tunjukkan kedaulatan dan eksistensi.

"Olahraga internasional adalah salah satu cara untuk menunjukkan kedaulatan, eksistensi dan identitas mereka kepada komunitas internasional,"

"Bagi mereka, menjadi kesempatan sangat penting untuk mengibarkan bendera mereka di pertandingan internasional di depan khalayak," ujarnya.

"Di saat yang sama, di dalam negeri, rezim Korut sering gunakan olahraga sebagai alat propaganda untuk mengagungan para pemimpin mereka dan juga betapa hebatnya negara mereka," papar Jung Woo Lee.

Lebih lanjut, Jung Woo Lee membocorkan jika sepak bola di kelompok umur negara-negara lain ditujukan untuk bersenang-senang, hal itu tak terjadi di Pyongyang.

"Di Korea Utara, jika Anda berusia 13-14 tahun, mereka mengikuti pelatihan yang sangat displin, sangat sistematis, dan sangat profesional," jelasnya.

Bahkan khusus untuk tim sepak bola wanita, Korut mendirikan Sepak Bola Internasional Pyongyang yang menjadi kawah candradimuka gadis-gadis Korut untuk jadi pemain profesional.

Faktanya, tim sepak bola wanita Korea Utara jadi salah satu kekuatan di dunia. Berbeda memang dengan tim putra mereka.

Terlepas dari perbedaan prestasi itu, masih menurut Jung Woo Lee. Tempaan fisik ekstrem biasa dihadapi oleh pemain-pemain muda Korut.

"Saya melihat beberapa laporan tentang metode pelatihan di Korut. Di bawah rezim ini, mereka melakukan apa pun yang bisa dilakukan, bahkan jika si pemain kelelahan fisik,"

Bau Konspirasi Timnas Indonesia U-17 vs Korut, Media Korsel: 'Perang Nuklir' Batal [Tangkap layar Instagram]
Bau Konspirasi Timnas Indonesia U-17 vs Korut, Media Korsel: 'Perang Nuklir' Batal [Tangkap layar Instagram]

"Mereka akan menganalisis secara mentalitas dan dibandingkan dengan negara-negara Barat. Jika di negara Barat, pemain yang kelelahan fisik atau cedera tidak bisa tampil, dalam sistem Korut mereka akan mencari cara apapun dan mengubahnya," jelasnya.

Salah satu cara yang dilakukan ialah melakukan propaganda dengan mengandalkan elemen psikologis.

Para pemain ditumbukan rasa patriotisme yang kuat dan kerja keras selama bertahun-tahun. Menariknya, pemerintah Korut kemudian mengeluarkan kebijakan insentif untuk pemain.

Menurut laporan DW, rezim Korut dapat mengeluarkan sertifikat tempat tinggal bagi pemain yang bertempat tinggal di luar ibu kota.

Insentif itu bisa membuat si pemain dan keluarganya untuk tinggal di Pyongyang dan mengubah kehidupan mereka.

"Itu seperti cara untuk mengubah hidup mereka. Ini seperti cara untuk memenangkan lotere," ujar Jung Woo Lee.

Salah satu mantan pemain pesepak bola Korea Utara memberikan pengalamannya bermain di sana.

David--begitu nama samarannya kepada NK News menjelaskan beratnya jadi pesepak bola muda di Korut.

"Di pagi hari, kami pergi ke sekolah untuk mengikuti kelas. Sore hari, siswa lain bekerja atua mengambil kelas tambahan. Untuk pesepak bola kami latihan keras,"

"Ketika saya menjadi siswa SMA, saya mulai menjalani hidup sebagai pemain sepak bola sepenuhnya. Saya pindah ke klub profesional yang disebut Sekolah Olaraga Pemuda,"

Untuk jadi pemain sepak bola, sejumlah pemain muda harus menerima nasib bahwa mereka tidak didukung fasilitas memadai.

"Di antara masalah lainnya, saya menghadapi banyak tekanan. Selain itu, sepatu saya dan kaus kaki sering berlubang," ujarnya.

Menariknya, tim nasional Korut sebenarnya dalam tiga tahun terakhir tidak mempunya jam terbang. Hal ini lantaran mereka absen di kompetisi internasional.

Menurut ulasan sejumlah media di Korsel, Korut meski tidak berkompetisi internasional selama 3 tahun terakhir masih berstatus tim yang kuat.

Korea Utara punya catatan apik dalam sejarah ajang Piala Asia U-17. Siapa sangka, mereka ternyata pernah meraih juara Piala Asia U-17 sebanyak dua kali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Korea Utara, Lawan Timnas Indonesia U-17 di Perempat Final Piala Asia U-17 2025

Profil Korea Utara, Lawan Timnas Indonesia U-17 di Perempat Final Piala Asia U-17 2025

Bola | Minggu, 13 April 2025 | 13:25 WIB

Kiper Belanda Soroti Ragnar Oratmangoen Cs Pilih Timnas Indonesia: Lucu Sekali Mereka

Kiper Belanda Soroti Ragnar Oratmangoen Cs Pilih Timnas Indonesia: Lucu Sekali Mereka

Bola | Minggu, 13 April 2025 | 13:22 WIB

Babak 8 Besar AFC U-17: Indonesia dan Oman Selamatkan Turnamen dari Perang Saudara!

Babak 8 Besar AFC U-17: Indonesia dan Oman Selamatkan Turnamen dari Perang Saudara!

Your Say | Minggu, 13 April 2025 | 12:54 WIB

Sering Cedera, Mees Hilgers Dijuluki Manusia Kaca di Liga Eropa

Sering Cedera, Mees Hilgers Dijuluki Manusia Kaca di Liga Eropa

Bola | Minggu, 13 April 2025 | 12:48 WIB

Update Pemain Abroad: Maarten Paes Jatuh Bangun Bikin 3 Penyelamatan, FC Dallas Keok

Update Pemain Abroad: Maarten Paes Jatuh Bangun Bikin 3 Penyelamatan, FC Dallas Keok

Bola | Minggu, 13 April 2025 | 12:07 WIB

Terkini

Tak Anggap Remeh, Bintang Bulgaria Puji Timnas Indonesia: Jelas Lebih Berkelas

Tak Anggap Remeh, Bintang Bulgaria Puji Timnas Indonesia: Jelas Lebih Berkelas

Bola | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:20 WIB

Eredivisie Tegaskan Polemik Paspor Dean James dan Nathan Tjoe-A-On, Tolak Laga Ulang

Eredivisie Tegaskan Polemik Paspor Dean James dan Nathan Tjoe-A-On, Tolak Laga Ulang

Bola | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:59 WIB

Cetak Banyak Gol, Andrew Jung Tegaskan Target Juara Bersama Persib

Cetak Banyak Gol, Andrew Jung Tegaskan Target Juara Bersama Persib

Bola | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:10 WIB

Dion Markx Anggap Sembilan Laga Sisa Seperti Final

Dion Markx Anggap Sembilan Laga Sisa Seperti Final

Bola | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:02 WIB

Miro Petric Sebut Kondisi Fisik Layvin Kurzawa Semakin Bagus

Miro Petric Sebut Kondisi Fisik Layvin Kurzawa Semakin Bagus

Bola | Minggu, 29 Maret 2026 | 13:48 WIB

Bojan Hodak Dukung Frans Putros Bawa Irak Lolos ke Piala Dunia 2026

Bojan Hodak Dukung Frans Putros Bawa Irak Lolos ke Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 29 Maret 2026 | 13:35 WIB

Adu Kuat Timnas Indonesia vs Bulgaria di FIFA Series 2026

Adu Kuat Timnas Indonesia vs Bulgaria di FIFA Series 2026

Bola | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:53 WIB

3 Pemain Bulgaria yang Jadi Ancaman Timnas Indonesia di Final FIFA Series 2026

3 Pemain Bulgaria yang Jadi Ancaman Timnas Indonesia di Final FIFA Series 2026

Bola | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:10 WIB

John Herdman Puji Kreativitas Ole Romeny Saat Timnas Indonesia Gilas Saint Kitts and Nevis

John Herdman Puji Kreativitas Ole Romeny Saat Timnas Indonesia Gilas Saint Kitts and Nevis

Bola | Minggu, 29 Maret 2026 | 11:18 WIB

Calvin Verdonk Terpukau Atmosfer SUGBK Saat Timnas Indonesia Gulung Saint Kitts and Nevis

Calvin Verdonk Terpukau Atmosfer SUGBK Saat Timnas Indonesia Gulung Saint Kitts and Nevis

Bola | Minggu, 29 Maret 2026 | 11:06 WIB