Tak hanya bersinar di level klub, Simon juga mencatatkan diri sebagai pemain timnas Belanda.
Ia membela De Oranje dalam kurun waktu 1979 hingga 1986. Dalam periode tersebut, ia tampil dalam 22 laga internasional dan menyumbangkan dua gol untuk negaranya.
Usai gantung sepatu, Simon tidak langsung meninggalkan dunia sepak bola.
Ia memilih untuk melanjutkan kiprah sebagai pelatih, khususnya di sektor pembinaan usia muda. Karier kepelatihannya dimulai bersama Standard Liege, lalu dilanjutkan di Germinal Ekeren.
Reputasinya sebagai pelatih teknis muda kemudian menarik perhatian Ajax.
Klub lamanya itu mempercayakan posisi pelatih teknik kepada Simon sejak 2004 hingga 2009.
Setelah itu, ia sempat bekerja di Arab Saudi sebagai pelatih pemain muda Al Ahli dari 2009 hingga 2014.
Pada 2014, Simon kembali ke Ajax dan mengabdi selama satu dekade sebagai pembina talenta muda di akademi klub.
Kiprahnya yang panjang dan konsisten dalam mencetak pemain muda berbakat menjadikannya salah satu aset berharga dalam dunia scouting.
Kepergiannya dari Ajax pada Februari 2024 menjadi momen emosional.
Klub memberikan seremoni perpisahan khusus di Johan Cruijff Arena sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi panjang Simon selama dua periode masa bakti di sana.
Kini, Simon siap mengemban tantangan baru sebagai kepala pemandu bakat Timnas Indonesia.
Dengan latar belakangnya yang kuat di dunia scouting dan pelatihan pemain muda, kehadiran Simon diharapkan membawa dampak positif dalam mendongkrak kualitas skuad Garuda di masa mendatang.
Langkah PSSI merekrut tokoh berkelas internasional seperti Simon juga mencerminkan keseriusan dalam membangun timnas dari pondasi yang kuat, dimulai dari sistem rekrutmen pemain berbakat yang tepat dan terukur.
Selain itu, dengan latar belakangnya sebagai pemain keturunan Indonesia, Simon juga dianggap bisa menjembatani komunikasi dengan talenta diaspora yang tersebar di berbagai negara.
Penunjukan ini menjadi sinyal positif bagi masa depan sepak bola nasional.
Keahlian dan pengalaman panjang Simon diharapkan mampu memberikan warna baru dalam pengembangan strategi scouting Timnas Indonesia, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pemain muda Tanah Air untuk tampil di level internasional.
Profil
Nama lengkap: Simon Melkianus Tahamata
Tanggal lahir: 26 Mei 1956
Tempat lahir: Vught, Belanda
Tinggi Badan: 1,64 m
Karier Junior
1967 – 1971: TSV Theole
1971 – 1976: Ajax Amsterdam
Karier Senior
1976 – 1980: Ajax Amsterdam
1980 – 1984: Standar Liege
1984 – 1987: Feyenooord
1987-1990: Beerschot
1990 – 1996: Germinal Ekeren
Karier Timnas
1979-1986: Timnas Belanda
Karier Pelatih
1996-2000: Standard Liege (Academy dan Junior)
2000-2004: Germinal Beerschot (Academy dan Junior)
2004-2009: Ajax Amsterdam (Academy dan Junior)
2009-2014: Al Ahli Arab Saudi (Academy dan Junior)
2014-2024: Ajax Amsterdam (Academy dan Junior)
