- Langkah PSSI mengirimkan tim pendahulu atau advance team ke Arab Saudi sebelum kedatangan Timnas Indonesia.
- Selain transportasi, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sejak awal menekankan pentingnya akomodasi yang terjamin.
- Penyediaan bus independen oleh PSSI adalah cerminan kekhawatiran yang didasari pengalaman pahit Timnas Indonesia di putaran sebelumnya.
"Kita pengalaman yang lalu, bus kita diputar-putar padahal bisa cepat. Diputar ke mana tiba-tiba ada polisi dibelokkan," kata Arya dilansir dari kanal YouTube miliknya.
PSSI memastikan insiden tersebut, di mana Faktor Non-Teknis bekerja maksimal, mengakibatkan kerugian waktu bagi Timnas Indonesia yang sedang berjuang di Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Arab Saudi.
Jaminan Kenyamanan Untuk Skuad Garuda
"Tiba-tiba ada tempat yang tidak bisa lewat harus diputar dan itu terjadi hampir satu jam padahal seharusnya tidak selama itu,” jelasnya.
Oleh karena itu, PSSI secara tegas menyatakan tidak akan membiarkan peristiwa serupa terulang kembali yang dapat mengganggu konsentrasi Timnas Indonesia di Arab Saudi dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Federasi yang dipimpin PSSI lebih memilih mencari solusi transportasi independen di Arab Saudi demi menjaga kenyamanan skuad Timnas Indonesia yang tengah berjuang di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dari Faktor Non-Teknis.
Keputusan ini diambil PSSI sebagai langkah pragmatis untuk mengeliminasi potensi Faktor Non-Teknis yang mengancam persiapan Timnas Indonesia selama periode intensif Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Arab Saudi.
Arya Sinulingga menyimpulkan bahwa antisipasi terhadap Faktor Non-Teknis di Arab Saudi adalah keharusan, sehingga PSSI bertindak cepat demi Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
“Maka tidak heran kami lebih cepat sampai ke sana untuk mencari bus sendiri. Memang mau tidak mau faktor non-teknisnya itu harus kami antisipasi,” tutup Arya.
Keputusan Mandiri PSSI Terkait Akomodasi
Selain transportasi, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sejak awal menekankan pentingnya akomodasi yang terjamin bagi Timnas Indonesia di Arab Saudi selama Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kebijakan PSSI untuk memilih hotel secara mandiri adalah bagian integral dari strategi besar meminimalkan Faktor Non-Teknis yang dapat mengganggu performa Timnas Indonesia.
Menurut PSSI, memastikan Timnas Indonesia berada dalam kondisi paling nyaman dan terhindar dari potensi gangguan adalah prasyarat mutlak sebelum menghadapi laga di Arab Saudi pada Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Memilih hotel di luar daftar rekomendasi panitia tuan rumah di Arab Saudi merupakan tindakan pencegahan PSSI agar tidak ada hal-hal yang berpotensi mengganggu konsentrasi Timnas Indonesia menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Keputusan Erick Thohir dan PSSI ini bertujuan melindungi skuad Timnas Indonesia secara menyeluruh dari potensi intervensi Faktor Non-Teknis saat menjalani laga penting di Arab Saudi dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kenyamanan Pemain Menjadi Prioritas Utama PSSI
Langkah PSSI mengirimkan tim pendahulu atau advance team ke Arab Saudi sebelum kedatangan Timnas Indonesia menunjukkan betapa seriusnya mereka menyikapi Kualifikasi Piala Dunia 2026 ini.
Tim advance ini bertugas memastikan seluruh persiapan, termasuk akomodasi mandiri Timnas Indonesia, berjalan sesuai rencana PSSI dan terhindar dari Faktor Non-Teknis di Arab Saudi.
Erick Thohir menggarisbawahi upaya PSSI dalam mengamankan Timnas Indonesia dari gangguan sekecil apa pun selama di Arab Saudi untuk fokus pada Kualifikasi Piala Dunia 2026.
“Kami sudah kirim tim advance untuk memastikan semua persiapan berjalan sesuai rencana. Bahkan soal hotel pun, kami memilih sendiri, bukan yang disediakan panitia. Semua ini semata demi kenyamanan pemain dan menjaga mereka tetap fokus," ujar Erick pada 16 September lalu.
PSSI meyakini bahwa upaya proaktif ini adalah kunci utama untuk melawan ancaman Faktor Non-Teknis yang mungkin terjadi di Arab Saudi dan memastikan kesiapan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kontrol Penuh Atas Persiapan Skuad
Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, turut menekankan bahwa kondisi prima pemain harus dijamin 100 persen oleh PSSI selama di Arab Saudi dalam rangka Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Ia memperingatkan bahwa Faktor Non-Teknis dapat menjadi sandungan besar jika tidak diantisipasi dengan baik oleh PSSI untuk Timnas Indonesia di Arab Saudi.
Oleh karena itu, PSSI mengambil kontrol penuh atas semua persiapan Timnas Indonesia, termasuk pilihan hotel dan transportasi, demi suksesnya Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Tujuan utama PSSI adalah mengisolasi Timnas Indonesia dari segala potensi Faktor Non-Teknis yang mungkin dimanfaatkan tuan rumah Arab Saudi untuk mengganggu Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sumardji mempertegas bahwa gangguan, meskipun sangat kecil, tidak boleh terjadi pada Timnas Indonesia yang berjuang dalam laga-laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Arab Saudi karena Faktor Non-Teknis.
“Pemain harus dalam kondisi 100 persen. Tidak boleh ada gangguan, bahkan sekecil apa pun. Jadi semua persiapan, termasuk hotel, harus kami kontrol penuh,” tegas Sumardji.
PSSI menunjukkan komitmen serius untuk memenangkan setiap laga Timnas Indonesia melawan Arab Saudi dan Irak pada putaran Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Langkah tegas PSSI dalam mengendalikan Faktor Non-Teknis adalah sinyal penting bagi Timnas Indonesia bahwa mereka didukung penuh di Arab Saudi.
Keseluruhan upaya PSSI ini menegaskan bahwa mereka memprioritaskan fokus dan kenyamanan Timnas Indonesia dalam menghadapi laga tandang Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Arab Saudi.
PSSI menyadari betul bahwa pertarungan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Arab Saudi tidak hanya terjadi di lapangan, melainkan juga melawan Faktor Non-Teknis di luar lapangan.
