-
Persis Solo tingkatkan fisik di Jeda Internasional.
-
Tim fokus kebugaran hadapi Malut United.
-
Zulfahmi pulih, Adriano masih pemulihan.
Suara.com - Persis Solo memanfaatkan Jeda Internasional BRI Super League 2025/2026 untuk mengoptimalkan Kebugaran Pemain sebelum bertemu Malut United pada laga pekan kesembilan.
Fokus utama tim pelatih Persis Solo selama masa Jeda Internasional ini adalah meningkatkan intensitas otot serta mempercepat pemulihan cedera beberapa personel penting.
Menurut laporan resmi klub, Khairulanwar selaku pelatih fisik memimpin program intensif untuk skuad Laskar Sambernyawa, memastikan setiap individu siap menghadapi Malut United.
Meski sempat mendapat jatah libur singkat setelah menyelesaikan pertandingan pekan ketujuh, para penggawa Persis Solo diwajibkan untuk tetap menjaga Kebugaran Pemain secara mandiri.
Program latihan fisik individu sudah diterapkan pada pekan pertama Jeda Internasional sebelum seluruh tim Persis Solo kembali berlatih bersama pada Senin (6/8) dengan fokus penguatan stamina.
Fokus Latihan dan Pemulihan Cedera Kunci
Pelatih fisik, Khairul, menjelaskan detail upaya keras yang dilakukan selama Jeda Internasional untuk menjaga level permainan di BRI Super League.
"Saat jeda, pemain tidak hanya libur tanpa latihan, sebaliknya mereka telah memiliki program aktivitas strength dan conditioning," jelas Khairul, menegaskan pentingnya program kebugaran.
Latihan yang dijalankan pekan ini difokuskan pada kondisi fisik berintensitas tinggi sebelum beralih ke aspek teknis dan taktis pekan depan menjelang laga kontra Malut United.
Memaksimalkan Kebugaran Pemain menjadi prioritas agar Persis Solo mampu tampil prima di sisa kompetisi BRI Super League.
Beberapa pemain yang sebelumnya cedera seperti Zulfahmi Arifin dan Sidik Saimima sudah bisa mengikuti latihan penuh dengan tim, sebuah kabar baik bagi Persis Solo.
Kesiapan Skuad Jelang Pekan Kesembilan
Namun, Adriano Castanheira masih harus menjalani latihan terpisah dan berada dalam pengawasan ketat untuk memaksimalisasi Kebugaran Pemain sepenuhnya.
"Kemudian latihan pekan ini lebih fokus pada kondisi fisik yang berintensitas tinggi sebelum menghadapi pekan depan yang fokusnya lebih kepada hal teknis dan taktis," imbuh Khairul terkait program intensif ini.
Target dari seluruh program latihan keras di masa Jeda Internasional ini adalah meningkatkan Kebugaran Pemain agar siap menjamu Malut United di Stadion Manahan, Solo.
Khairul juga memberikan pembaruan mengenai kondisi pemain yang tengah dalam proses pemulihan jelang BRI Super League kembali bergulir.
"Adriano masih difokuskan untuk menjalani sesi pemulihan sedangkan Zulfahmi dan Mima sudah kembali bergabung dengan tim sepenuhnya," terang Khairul mengenai status pemain cedera Persis Solo.
Persiapan Matang Hadapi Laskar Kie Raha
Persiapan yang rapi dan terencana selalu menjadi fokus utama Persis Solo menjelang setiap pertandingan di BRI Super League.
Perbedaan krusial terlihat pada pekan pasca Jeda Internasional yang memerlukan peningkatan intensitas latihan, itulah sebabnya pemain diberikan hari libur awal.
Program latihan yang berfokus pada Kebugaran Pemain diharapkan menjadi fondasi kuat saat bertemu Malut United.
Kemenangan di laga ini sangat penting bagi Persis Solo untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara BRI Super League.
Semua aspek telah dipertimbangkan, dengan intensitas fisik yang ditingkatkan untuk memastikan kesiapan total saat menghadapi Malut United.
Target Kinerja di Stadion Manahan
Laga melawan Malut United yang dijadwalkan pada Senin (20/10) akan menjadi ujian sesungguhnya dari program fisik di Jeda Internasional.
Persis Solo bertekad memanfaatkan dukungan dari suporter di Stadion Manahan untuk meraih hasil maksimal.
Kesiapan Kebugaran Pemain secara menyeluruh menjadi kunci untuk mengamankan poin penuh dalam lanjutan BRI Super League.
Dengan kembalinya beberapa pemain inti dari cedera, kekuatan Persis Solo kini semakin utuh.
"Seperti laga laga yang lain, persiapan rapi direncanakan untuk tim. Dari semua aspek hanya perbedaan untuk pekan pasca jeda internasional yang memerlukan intensitas lebih, oleh karena itu pemain diberi beberapa hari libur sebelumnya," tutup Khairul.
