Timur Kapadze Jangan Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Sisi Gelapnya Dibongkar Media Asing karena Dia..

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 21 Oktober 2025 | 16:10 WIB
Timur Kapadze Jangan Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Sisi Gelapnya Dibongkar Media Asing karena Dia..
Timur Kapadze (IG Timur Kapadze)
baca 10 detik
  • PSSI sedang mempertimbangkan Timur Kapadze sebagai calon Pelatih Timnas Indonesia.

  • Kapadze terlibat skandal transfer dan dituduh sabotase hasil pertandingan Uzbekistan.

  • Ia membantah, menyalahkan federasi atas pemecatan pelatih dan kegagalan Piala Dunia.

Suara.com - Pasca perpisahan dengan Patrick Kluivert, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kini intensif mencari figur arsitek baru untuk menukangi skuad Garuda dan nama Timur Kapadze muncul sebagai salah satu calon terkuat.

Pencarian Pelatih Timnas Indonesia ini mempertemukan PSSI dengan sosok yang sangat dihormati dalam dunia Uzbekistan namun memiliki catatan kontroversial.

Meskipun Timur Kapadze diakui di negara asalnya, kariernya pernah tercoreng oleh dugaan skandal dan isu serius mengenai sabotase hasil pertandingan tim nasional Uzbekistan yang melibatkan dirinya.

Pada tahun 2021, Kapadze akhirnya buka suara, membeberkan secara detail skandal serta tuduhan sabotase yang sempat menodai reputasinya di kancah Uzbekistan dan Skandal Sepak Bola negara tersebut.

Kontroversi Transfer dan Tuduhan Pengkhianatan

Masa lalu Kapadze sebagai pemain pun tak luput dari drama Skandal Sepak Bola, terutama saat 2008 kala ia masih membela klub Pakhtakor Tashkent FK sebelum pindah.

Ketika masih menjadi pemain, keputusan Kapadze untuk hijrah dari Pakhtakor Tashkent FK ke FC Bunyodkor (dahulu PFC Kuruvchi) pada tahun 2008 sempat menggemparkan publik Uzbekistan dan menjadi perhatian PSSI.

Timur Kapadze saat itu menjelaskan bahwa skandal tersebut bermula dari proses tarik ulur yang berlarut-larut mengenai kontraknya di Pakhtakor.

Menurut informasi dari SPORTS.uz, manajemen Pakhtakor menunjukkan kelambatan signifikan dalam menawarkan perpanjangan kontrak baru kepada Kapadze, yang kemudian melirik kesempatan lain untuk karier Pelatih Timnas Indonesia masa depannya.

baca juga

Kondisi tersebut membuat Kapadze menerima tawaran dari PFC Kuruvchi, sebuah keputusan yang memicu kemarahan besar dari klub lamanya, di mana Presiden Pakhtakor saat itu melabeli Timur Kapadze sebagai pengkhianat.

Skandal Sepak Bola tersebut ternyata tidak membuatnya menyesal, karena bagi Kapadze, kepindahan tersebut adalah langkah terbaik yang pernah ia ambil dalam karier Uzbekistannya.

"Saya tidak punya pilihan lain pada waktu itu. Tiga tahun di Bunyodkor justru menjadi langkah besar dalam karier saya,” kata Kapadze saat itu, seperti dikutip dari sumber aslinya, sebuah fakta yang harus dipertimbangkan oleh PSSI.

Kisah di Balik Kegagalan Kualifikasi Piala Dunia 2008

Selain drama transfer klub, nama Timur Kapadze juga sempat terseret tuduhan yang lebih serius di tingkat tim nasional Uzbekistan.

Kapadze dan sejumlah rekan timnya dituding terlibat dalam dugaan sabotase hasil pertandingan krusial Uzbekistan melawan Lebanon pada ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2008, sebuah momen gelap dalam sejarah Skandal Sepak Bola mereka.

Pelatih Timnas Indonesia yang baru diincar PSSI ini membantah keras tudingan itu, menjelaskan bahwa saat itu, para pemain Uzbekistan, termasuk dirinya, dilanda kekecewaan besar terhadap federasi.

Kekecewaan kolektif ini muncul karena tindakan sepihak federasi memecat pelatih Vadim Abramov, sosok yang menurut Timur Kapadze telah membangun tim nasional seperti sebuah keluarga erat.

Dilansir dari SPORTS.uz, Kapadze bersama Server Djeparov berinisiatif mendatangi kantor federasi Uzbekistan sehari setelah pemecatan Abramov namun tidak diperkenankan masuk.

Mental tim yang sudah terfragmentasi tersebut, dengan hilangnya sosok Abramov, memaksa mereka pergi ke Lebanon untuk bertanding dalam kondisi psikologis yang sangat buruk, memengaruhi hasil dan peluang Uzbekistan untuk lolos ke Piala Dunia 2008.

Timur Kapadze meyakini bahwa ketiadaan Abramov, ditambah waktu yang terlalu singkat bagi pengganti untuk beradaptasi, secara nyata memengaruhi performa tim, dan pada akhirnya, meniadakan peluang Uzbekistan untuk lolos ke Piala Dunia 2008 karena selisih tipis dua gol.

PSSI kini harus menimbang rekam jejak Timur Kapadze sepenuhnya, termasuk Skandal Sepak Bola dan klarifikasinya, dalam menentukan Pelatih Timnas Indonesia selanjutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Menarik Timur Kapadze, Calon Pelatih Timnas Indonesia Didikan Juara Dunia

5 Fakta Menarik Timur Kapadze, Calon Pelatih Timnas Indonesia Didikan Juara Dunia

Bola | Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:14 WIB

Akira Nishino Bukan Pertama Kali Dirumorkan ke Indonesia, Sebelumnya Pernah Jadi Calon Dirtek PSSI

Akira Nishino Bukan Pertama Kali Dirumorkan ke Indonesia, Sebelumnya Pernah Jadi Calon Dirtek PSSI

Bola | Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:13 WIB

Eks Pelatih Dortmund Masuk Bursa Pelatih Baru Timnas Indonesia

Eks Pelatih Dortmund Masuk Bursa Pelatih Baru Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB

Terkini

Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov Jateng Terjunkan 16 Personel dan Ribuan Paket Logistik

Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov Jateng Terjunkan 16 Personel dan Ribuan Paket Logistik

Jawa Tengah | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Bukan Ansos! Mahasiswa dengan Perekonomian Tipis Cuma Kalah Koneksi

Bukan Ansos! Mahasiswa dengan Perekonomian Tipis Cuma Kalah Koneksi

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Daftar Promo Alfamart 17 Agustus: Mi Instan hingga Minyak Goreng 2 Liter Turun Harga

Daftar Promo Alfamart 17 Agustus: Mi Instan hingga Minyak Goreng 2 Liter Turun Harga

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:29 WIB

NASA Temukan Lubang Hitam Raksasa Pengembara Mangsa Bintang

NASA Temukan Lubang Hitam Raksasa Pengembara Mangsa Bintang

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:28 WIB

Jangan Borong Dulu, Harga Emas Antam Naik di HUT RI Jadi Rp2.667.000/Gram

Jangan Borong Dulu, Harga Emas Antam Naik di HUT RI Jadi Rp2.667.000/Gram

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:26 WIB

Semangat Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Jakarta, Harus Menjangkau Wilayah Konflik

Semangat Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Jakarta, Harus Menjangkau Wilayah Konflik

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Bukan Sekadar Upacara, Megawati Sampaikan Pesan Khusus untuk Warga NTT yang Dilanda Gempa

Bukan Sekadar Upacara, Megawati Sampaikan Pesan Khusus untuk Warga NTT yang Dilanda Gempa

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Muak! Fabio Quartararo Tak Nikmati Balapan di Musim Terakhir Bersama Yamaha

Muak! Fabio Quartararo Tak Nikmati Balapan di Musim Terakhir Bersama Yamaha

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Fakta Pahit: Belanda Akui Kemerdekaan Indonesia tapi Ogah Kembalikan Utang Rp500 T

Fakta Pahit: Belanda Akui Kemerdekaan Indonesia tapi Ogah Kembalikan Utang Rp500 T

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:20 WIB

Harga Emas Hari Ini di Butik Antam dan Pegadaian, 17 Agustus Kompak Menguat!

Harga Emas Hari Ini di Butik Antam dan Pegadaian, 17 Agustus Kompak Menguat!

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:19 WIB

×