Jalan Panjang Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2025

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 14 November 2025 | 13:51 WIB
Jalan Panjang Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2025
Timnas Indonesia U-17 (Antara)
baca 10 detik
  • Timnas U17 ukir sejarah kemenangan perdana di Piala Dunia 2025.

  • Garuda Muda gagal lolos walau raih tiga poin di Grup H.

  • PSSI fokus merawat pemain U17 sebagai pondasi Timnas U20.

Meskipun kecewa, Nova Arianto mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan oleh tim asuhannya melawan wakil Afrika tersebut.

Secara keseluruhan, Indonesia berhak menempati posisi ketiga sementara karena unggul selisih gol dari Honduras yang dibantai Brasil 0-7.

Ujian sesungguhnya datang empat hari kemudian ketika Timnas U17 harus berhadapan dengan juara empat kali, Brasil.

Menghadapi raksasa Amerika Selatan tersebut, sang pelatih secara tegas meminta anak asuhnya untuk tampil tanpa rasa takut.

Nova Arianto melakukan penyesuaian strategi dengan memperkuat lini pertahanan.

Ia memainkan Dimas Adi, Muhammad Algazni, dan Rafi Rasyiq sebagai starter, menggantikan tiga pemain dengan tipikal menyerang.

Perubahan tersebut mengorbankan Zahaby Gholy, Mierza Firjatullah, dan Fabio Azkakurniawan di starting eleven untuk laga krusial ini.

Laga di Lapangan 7 Aspire Academy dimulai dengan kejutan gol cepat Brasil dari bek tengah Luis Eduardo pada menit ketiga.

Gawang yang dijaga Dafa Algasemi kembali bergetar pada menit ke-33 akibat sepakan Kayke yang mengenai Putu Panji dan berbelok masuk.

baca juga

Pesta gol Brasil ditutup pada babak pertama oleh sepakan akurat Felipe Morais yang membawa timnya unggul 3-0.

Dominasi Brasil berlanjut pada paruh kedua, ditandai dengan gol keempat yang dicetak oleh Ruan Pablo di menit ke-75.

Meskipun tertinggal jauh, pemain pengganti Gholy sempat memberikan ancaman ke gawang Brasil sebelum laga berakhir 4-0 untuk kemenangan mereka.

Setelah dua pertandingan, secara matematis, peluang Indonesia untuk lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik masih terbuka tipis.

Syaratnya adalah meraih kemenangan telak, minimal tujuh gol tanpa balas, saat berjumpa dengan tim dari Amerika Tengah, Honduras.

Tanggal 10 November menjadi penentu nasib, dengan pergeseran venue pertandingan ke Lapangan 2 Aspire Academy.

Pelatih Nova Arianto sudah berulang kali menekankan pentingnya tiga poin atas Honduras demi menjaga kehormatan dan peluang kecil yang tersisa.

Tanpa meremehkan lawan, Nova melihat laga kontra Honduras sebagai kesempatan emas bagi Evandra dan kawan-kawan untuk membuktikan diri.

Di lapangan, Garuda Muda tampil lebih lepas dan mengurangi kesalahan mendasar, meskipun paruh pertama berakhir imbang tanpa gol.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-52 melalui eksekusi penalti Evandra yang sukses menjebol gawang lawan.

Hadiah penalti didapatkan setelah wasit mengabulkan permintaan review VAR dari Pelatih Nova, menyusul pelanggaran terhadap Mierza Firjatullah.

Sayangnya, Honduras membalas cepat, juga melalui titik putih, yang dieksekusi oleh Luis Suazo pada menit ke-54.

Gairah untuk mencetak sejarah di Qatar memuncak, dan pada menit ke-72 Fadly Alberto Hengga melesakkan gol kemenangan indah.

Skor 2-1 bertahan hingga akhir, memastikan Timnas U17 Indonesia mencetak rekor kemenangan perdana di Piala Dunia U17.

Namun, dengan raihan tiga poin dan selisih gol minus lima (-5), Indonesia harus mengakui kegagalan untuk melaju ke fase 32 besar.

Empat tim peringkat ketiga lainnya, yakni Maroko, Republik Ceko, Tunisia, dan Meksiko, memiliki selisih gol yang lebih superior.

Keterlibatan di Piala Dunia U17 ini mempertegas masalah fundamental sepak bola Indonesia, yaitu minimnya waktu bermain bagi pemain muda.

Hal ini menjadi sorotan utama Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang sering menyuarakan perlunya solusi atas isu kurangnya menit bermain untuk talenta-talenta usia dini.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, memastikan komitmen federasi untuk mengawal perkembangan para pemain U17 ini.

Meskipun formulasi perawatan belum dirinci, fokus utama adalah memastikan pemain tetap berada di klub atau menemukan skema pengembangan yang paling tepat.

Diasumsikan bahwa kompetisi Elite Pro Academy (EPA) akan menjadi fokus serius PSSI ke depan untuk menyediakan wadah kompetisi yang berkelanjutan.

Penyelenggaraan EPA yang mencakup kelompok usia U14, U16, U18, dan U20 (EPA Super League) akan dipantau ketat demi kemajuan pemain.

Program EPA saat ini mungkin belum ideal, namun menunjukkan arah menuju kompetisi usia muda yang lebih terstruktur.

Jam terbang dan menit bermain yang memadai adalah kebutuhan mendasar bagi para pemain muda untuk dapat mencapai potensi terbaik mereka di level selanjutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Indonesia, Ternyata Inilah Wakil Asia Terburuk di Piala Dunia U-17 2025

Bukan Indonesia, Ternyata Inilah Wakil Asia Terburuk di Piala Dunia U-17 2025

Bola | Kamis, 13 November 2025 | 21:20 WIB

Mike Rajasa Usai Debut di Timnas Indonesia U-17: Langsung Ciptakan Sejarah

Mike Rajasa Usai Debut di Timnas Indonesia U-17: Langsung Ciptakan Sejarah

Bola | Kamis, 13 November 2025 | 16:56 WIB

PSSI Proyeksi Nova Arianto dan Skuad U-17 Jadi Fondasi Timnas Indonesia U-20

PSSI Proyeksi Nova Arianto dan Skuad U-17 Jadi Fondasi Timnas Indonesia U-20

Bola | Kamis, 13 November 2025 | 15:35 WIB

Terkini

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

×