Pelajaran Timnas Indonesia U-22 Menuju SEA Games 2025, Apa Saja yang Perlu Diperbaiki?

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Rabu, 19 November 2025 | 14:04 WIB
Pelajaran Timnas Indonesia U-22 Menuju SEA Games 2025, Apa Saja yang Perlu Diperbaiki?
Timnas Indonesia U-22 (Antara)
baca 10 detik
  • Timnas U-22 alami hasil buruk uji coba jelang SEA Games.

  • Indra Sjafri wajib perbaiki pertahanan rapuh dan mental pemain.

  • Penentuan 20 pemain final harus dilakukan secara teliti dan optimal.

Suara.com - Pelatih kepala Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, kini menghadapi tantangan besar untuk membenahi skuadnya menyusul hasil yang belum ideal dalam serangkaian pertandingan uji coba.

Rentetan hasil minor menghampiri skuad Garuda Muda, termasuk dua pertandingan melawan Mali U-22 yang berakhir dengan kekalahan telak 0-3 dan hasil imbang 2-2.

Performa tersebut menambah panjang daftar pertandingan tanpa kemenangan yang dialami oleh tim asuhan Indra Sjafri, mengingat mereka juga gagal meraih hasil positif dalam dua pertemuan melawan India U-22 pada bulan sebelumnya.

Situasi ini menegaskan adanya kebutuhan mendesak untuk melakukan perbaikan dan evaluasi komprehensif pada berbagai sektor tim.

Meskipun terlihat sedikit peningkatan pada laga kedua menghadapi Mali, terdapat dua isu utama yang diidentifikasi sebagai pekerjaan rumah paling krusial sebelum keberangkatan menuju turnamen di Thailand.

Permasalahan paling mencolok dan memerlukan penanganan segera adalah kerapuhan yang terlihat pada lini pertahanan Timnas U-22.

Statistik menunjukkan kelemahan serius di mana tim telah kemasukan total lima gol hanya dari dua pertandingan melawan tim Mali.

Tren kebobolan ini semakin mengkhawatirkan karena tiga gol juga bersarang di gawang Garuda Muda saat beruji coba melawan India U-22.

Hal ini berarti dalam empat laga uji coba terakhir, Timnas U-22 belum sekalipun mencatatkan clean sheet atau tidak kebobolan.

baca juga

Koordinasi antar pemain belakang yang belum padu dan hilangnya fokus pada momen-momen genting disinyalir menjadi penyebab utama dari rapuhnya tembok pertahanan.

Penting bagi Garuda Muda untuk segera meningkatkan konsentrasi, memperbaiki positioning saat bertahan, dan mempercepat transisi dari menyerang ke bertahan demi mencapai tingkat kompetitif yang dibutuhkan di SEA Games 2025.

Jika sektor pertahanan tidak diperbaiki dengan cepat dan efektif, kerentanan ini berpotensi besar untuk dimanfaatkan oleh tim-tim lawan.

Kompetisi SEA Games terkenal ketat, dan setiap kesalahan kecil di lini belakang dapat berujung fatal, yang tentu akan mengancam peluang Indonesia untuk mempertahankan medali emas.

Isu penting kedua yang menjadi fokus perbaikan adalah aspek mentalitas dan tingkat kepercayaan diri dari para pemain.

Rangkaian hasil tanpa kemenangan jelas dapat memberikan dampak psikologis yang kurang baik pada moral keseluruhan tim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Uji Coba Kontra Mali, Indra Sjafri Siap Tetapkan Skuad SEA Games 2025

Usai Uji Coba Kontra Mali, Indra Sjafri Siap Tetapkan Skuad SEA Games 2025

Bola | Rabu, 19 November 2025 | 13:58 WIB

2 PR Besar Timnas Indonesia U-22 Jelang SEA Games 2025: Pertahanan dan Mental Masih Bermasalah

2 PR Besar Timnas Indonesia U-22 Jelang SEA Games 2025: Pertahanan dan Mental Masih Bermasalah

Bola | Rabu, 19 November 2025 | 13:57 WIB

Deretan Pemain Muda yang Siap Mencuri Panggung di SEA Games 2025

Deretan Pemain Muda yang Siap Mencuri Panggung di SEA Games 2025

Bola | Rabu, 19 November 2025 | 13:50 WIB

Terkini

Justin Hubner: Keluarga Saya Dapat Ancaman Pembunuhan

Justin Hubner: Keluarga Saya Dapat Ancaman Pembunuhan

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:31 WIB

6 Shade Wardah Glasting Liquid Lip untuk Bibir Hitam, Cocok untuk Kulit Wanita Indonesia

6 Shade Wardah Glasting Liquid Lip untuk Bibir Hitam, Cocok untuk Kulit Wanita Indonesia

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Tidak Membuka Medsos Sejenak, Apakah Kita Benar-benar Akan Ketinggalan?

Tidak Membuka Medsos Sejenak, Apakah Kita Benar-benar Akan Ketinggalan?

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Skor SPI Pendidikan 2026 Naik, KPK Ingatkan Masih Ada Daerah yang Perlu Berbenah

Skor SPI Pendidikan 2026 Naik, KPK Ingatkan Masih Ada Daerah yang Perlu Berbenah

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Taksiran Harga Booth untuk Jualan dari Galvalum, Cocok untuk UMKM yang Ingin Mulai Usaha

Taksiran Harga Booth untuk Jualan dari Galvalum, Cocok untuk UMKM yang Ingin Mulai Usaha

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Lee Bo Young dan Kang Tae Oh Bintangi Divorce Investigator Hong Mal Geum

Lee Bo Young dan Kang Tae Oh Bintangi Divorce Investigator Hong Mal Geum

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Pegadaian Raih Penghargaan Internasional IPMA Global Project Excellence Award 2026

Pegadaian Raih Penghargaan Internasional IPMA Global Project Excellence Award 2026

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:26 WIB

5 Eye Cream Retinol Terbaik untuk Samarkan Garis Halus Usia 30 Tahun ke Atas

5 Eye Cream Retinol Terbaik untuk Samarkan Garis Halus Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Puan Desak Polisi Buru Pelaku Penganiayaan Koordinator BEM UI di Tebet

Puan Desak Polisi Buru Pelaku Penganiayaan Koordinator BEM UI di Tebet

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Paradoks Negara Tropis: Mengapa Buah Mahal tetapi Makanan Tepung Melimpah?

Paradoks Negara Tropis: Mengapa Buah Mahal tetapi Makanan Tepung Melimpah?

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:20 WIB

×