Next Time, PSSI Bakal Lebih Galak dengan Pelatih Timnas Indonesia

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Senin, 24 November 2025 | 22:05 WIB
Next Time, PSSI Bakal Lebih Galak dengan Pelatih Timnas Indonesia
Timnas Indonesia (Antara)
baca 10 detik
  • PSSI cari pelatih Timnas baru wajib terima target federasi.

  • Lima calon pelatih diwawancarai di Eropa setelah Patrick Kluivert cabut.

  • Piala Asia dan FIFA ASEAN Cup jadi tolak ukur kinerja pelatih.

Suara.com - Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, memberikan informasi mendalam mengenai kriteria utama yang harus dipenuhi oleh calon pelatih baru Timnas Indonesia.

Pengganti Patrick Kluivert yang baru saja mundur harus memiliki kesediaan untuk menyepakati sasaran kinerja yang telah ditetapkan secara ketat oleh federasi.

Kejelasan mengenai sosok juru taktik baru ini mencuat di tengah upaya PSSI mencari pengganti yang ideal untuk Skuad Garuda.

Federasi Sepak Bola Indonesia telah menyusun sejumlah persyaratan esensial sebelum mengambil keputusan final mengenai penunjukan pelatih kepala.

Persyaratan tersebut mencakup komitmen untuk mencapai target-target spesifik yang telah disiapkan oleh PSSI sebagai panduan evaluasi.

Amali menjelaskan bahwa setiap pelatih yang direkrut tidak akan dibiarkan bekerja tanpa adanya ekspektasi capaian tertentu dari federasi.

Ia menegaskan pentingnya memiliki kerangka acuan prestasi yang jelas dalam kontrak kerja pelatih.

"Tentu federasi harus ada target, ada target-target apa yang harus dicapai dan lain sebagainya," ungkap Zainudin Amali sebagaimana dikutip dari Sapa Indonesia Malam Kompas TV.

"Tidak bisa dilepas 'sudah silahkan kamu melatih tanpa ada target'. Nah, itu harus ada target," lanjut Amali.

baca juga

Penerapan target ini merupakan mekanisme penting untuk memastikan pelatih benar-benar fokus pada peningkatan performa timnas secara terukur.

Penentuan target dilakukan sejak awal proses negosiasi untuk menghindari kejutan di kemudian hari.

Saat ini, PSSI diketahui telah mengidentifikasi lima nama potensial sebagai kandidat pelatih Timnas Indonesia, meskipun identitas mereka masih menjadi rahasia.

Demi mempercepat proses, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) dijadwalkan akan segera berangkat menuju Eropa dalam waktu dekat.

Perjalanan ke Benua Biru ini memiliki agenda utama untuk mengadakan pertemuan dan wawancara langsung dengan beberapa kandidat yang masuk daftar.

Dalam kesempatan wawancara tersebut, PSSI akan menguraikan secara rinci semua harapan dan tuntutan yang harus dipenuhi oleh pelatih terpilih.

Amali menambahkan bahwa kontrak kerja akan secara eksplisit mengatur konsekuensi jika target yang disepakati tidak terpenuhi.

"Nah, kalau target itu tidak tercapai maka tentu kontrak sudah bicara bahwa Anda tidak perform kan gitu. Jadi, dia supaya tidak kaget-kaget," tegasnya mengenai klausul kontrak.

Standar pencapaian yang ditetapkan oleh PSSI mencakup target spesifik di kompetisi-kompetisi utama yang akan diikuti Timnas Indonesia.

Misalnya, PSSI sudah menentukan posisi minimum yang diharapkan timnas di ajang bergengsi seperti Piala Asia.

Selain itu, turnamen baru FIFA ASEAN Cup juga menjadi salah satu barometer penting untuk menilai kinerja pelatih.

"Jadi, dari awal kami sudah targetkan misalnya Piala Asia harus di posisi berapa. Kemudian kan nanti ada FIFA ASEAN Cup yang baru mulai. Nah, apa posisi yang kami inginkan di situ," ucap Amali.

Meskipun Amali enggan memastikan apakah semua calon berasal dari Eropa, kriteria penting lainnya adalah kesesuaian taktik dan strategi pelatih dengan karakteristik unik para pemain Timnas Indonesia.

Aspek adaptasi pelatih terhadap gaya dan kemampuan pemain lokal menjadi pertimbangan krusial yang tidak bisa diabaikan.

Pelatih baru harus mampu memaksimalkan potensi pemain Indonesia saat ini, terlepas dari track record atau asal negaranya.

"Tentang taktik strategi saya kira masing-masing pelatih punya. Tinggal dia harus cocok dengan karakteristik anak-anak yang ada di Timnas Indonesia sekarang," pungkasnya.

PSSI berupaya mencari sosok yang tidak hanya kompeten dalam strategi, tetapi juga memiliki chemistry yang kuat dengan Skuad Garuda.

Keputusan akhir akan diambil setelah serangkaian wawancara dan penilaian yang mendalam terhadap semua kandidat yang tersisa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Ronny Pasla, dari Lapangan Tenis hingga Jadi Ikon di Bawah Mistar Timnas Indonesia

Profil Ronny Pasla, dari Lapangan Tenis hingga Jadi Ikon di Bawah Mistar Timnas Indonesia

Bola | Senin, 24 November 2025 | 13:43 WIB

Ronny Pasla Meninggal Dunia, Kiper Legendaris Timnas Indonesia Pernah Bikin Pele Mati Kutu

Ronny Pasla Meninggal Dunia, Kiper Legendaris Timnas Indonesia Pernah Bikin Pele Mati Kutu

Bola | Senin, 24 November 2025 | 13:36 WIB

Ronny Pasla Meninggal Dunia: Mengenang Kiper Indonesia yang Pernah Menepis Penalti Pele

Ronny Pasla Meninggal Dunia: Mengenang Kiper Indonesia yang Pernah Menepis Penalti Pele

Bola | Senin, 24 November 2025 | 13:36 WIB

Terkini

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Jawa Tengah | Minggu, 11 Oktober 2026 | 00:20 WIB

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:19 WIB

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Sumbar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Sulsel | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jabar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:38 WIB

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Jawa Tengah | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:03 WIB

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Jogja | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:54 WIB

×