-
Manchester City bermain imbang 0-0 melawan Sunderland dalam lanjutan kompetisi Liga Inggris 2026.
-
Rodri mencatatkan statistik impresif saat melakoni laga comeback usai sembuh dari cedera panjangnya.
-
City tertahan di posisi kedua dan gagal memangkas selisih poin dengan Arsenal di klasemen.
Suara.com - Pertandingan pekan ke-19 Liga Inggris 2025/2026 menyajikan momen krusial kembalinya sang jenderal lapangan tengah.
Manchester City harus puas berbagi angka saat bertamu ke markas Sunderland pada Jumat dini hari WIB.
Meskipun laga berakhir tanpa gol, kehadiran kembali gelandang andalan memberikan optimisme baru bagi tim tamu.
Josep Guardiola memberikan apresiasi tinggi atas performa pemain Spanyol tersebut yang masuk dari bangku cadangan.
Perubahan ritme permainan terlihat sangat kontras saat pemain bernomor punggung 16 itu menginjakkan kaki di lapangan.
"Rodri mengubah jalannya pertandingan. Selama 45 menit dia membuktikan bahwa dirinya merupakan yang terbaik di posisinya," ujar Guardiola dikutip dari laman resmi Manchester City.
Keputusan taktis diambil Guardiola dengan menarik keluar Nico Gonzalez tepat saat paruh kedua pertandingan dimulai.
Laga ini menandai berakhirnya masa absen panjang pemain kunci tersebut akibat cedera yang dialaminya sejak November lalu.
Riwayat kebugaran pemain ini memang cukup memprihatinkan sepanjang musim berjalan akibat rentetan masalah fisik yang berulang.
Baca Juga: Klasemen Liga Inggris: Arsenal Semakin Kokoh di Puncak usai Manchester City Imbang
Sejak mengalami cedera lutut parah pada akhir 2024, ia terus berjuang melawan rangkaian cedera otot pada 2025.
Guardiola menilai struktur permainan The Citizens menjadi jauh lebih kokoh dengan adanya sang metronom di tengah.
Kemampuan transisi tim dari menyerang ke bertahan terlihat jauh lebih rapi dibandingkan babak pertama yang cukup kacau.
"Dia mampu memecah garis pertahanan lawan, membuat pergerakan kami jadi lebih baik. Kami sangat merindukannya. Semoga dia bisa bertahan, karena kehadirannya membuat tim kami menjadi lebih kuat," kata Guardiola.
Statistik resmi dari Fotmob memperkuat alasan mengapa Guardiola sangat mengandalkan pemain yang satu ini di lini tengah.
Meski hanya tampil satu babak, ia berhasil mengkreasi dua peluang emas yang nyaris membuahkan gol kemenangan bagi timnya.
Akurasi umpan jauhnya juga sangat menonjol dengan mencatatkan tiga keberhasilan pengiriman bola yang membelah pertahanan lawan.
Tidak hanya fasih dalam membangun serangan, kontribusinya dalam aspek pertahanan juga tercatat sangat impresif dan sangat efektif.
Tercatat ada tiga aksi tekel bersih dan satu keberhasilan merebut bola langsung dari penguasaan pemain lawan di lapangan.
Ia juga melakukan pemulihan penguasaan bola sebanyak tiga kali untuk memastikan City tetap memegang kendali atas jalannya laga.
Kekuatan fisik dan kecerdasan posisinya membuat lini tengah Sunderland kesulitan untuk mengembangkan permainan pada babak kedua tersebut.
Sayangnya performa gemilang secara individu tersebut belum cukup untuk memberikan tiga poin penuh bagi skuad Manchester Blue.
Hasil imbang kacamata ini membuat ambisi mereka untuk menggeser posisi puncak klasemen menjadi sedikit terhambat sementara waktu.
Erling Haaland dan kolega kini mengoleksi 41 poin dari total 19 pertandingan yang sudah mereka jalani musim ini.
Margin poin dengan Arsenal yang berada di posisi teratas kini melebar menjadi selisih empat angka yang cukup signifikan.
The Gunners masih kokoh memimpin persaingan setelah performa konsisten mereka yang sulit dibendung oleh tim rival lainnya.
Di sisi lain, Sunderland menunjukkan ketangguhan luar biasa dengan meraih hasil seri untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Klub berjuluk The Black Cats tersebut kini menduduki peringkat ketujuh dalam daftar klasemen sementara kasta tertinggi Inggris.
Total 29 poin telah dikumpulkan oleh tim tuan rumah yang membuktikan mereka adalah lawan yang sulit ditaklukkan.
Pertahanan solid Sunderland menjadi kunci utama kegagalan lini depan Manchester City dalam mencetak angka sepanjang durasi pertandingan.
Hasil ini menjadi modal berharga bagi Sunderland untuk terus bersaing di zona kompetisi Eropa pada musim mendatang.