- Pelatih Persija, Mauricio Souza, menyimpan Emaxwell dan Jordi Amat saat lawan Persijap demi persiapan laga penting Persib.
- Keputusan ini diambil karena jadwal padat, kelelahan pemain, serta meminimalisir risiko cedera atau akumulasi kartu.
- Persija Jakarta berhasil mengalahkan Persijap Jepara dua gol tanpa balas melalui gol pemain muda dalam laga tersebut.
Suara.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, buka suara tidak menurunkan Emaxwell Souza dan Jordi Amat saat menghadapi Persijap Jepara di pekan ke-16 Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (3/1/2025) sore. Salah satu alasannya adalah disimpan agar siap hadapi Persib Bandung.
Ya, pekan selanjutnya, Macan Kemayoran akan bertandang ke markas Maung Bandung di Stadiom Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 11 Januari 2025.
Laga ini bukan sekadar pertandingan, melainkan ada gengsi di dalamnya mengingat ada rivalitas antarkedua kesebelasan.
Belum lagi ditambah persaingan Persija dan Persib di papan atas klasemen. Wajar, jika Souza menurunkan kekuatan terbaik demi kemenangan.
Adapaun Jordi Amat adalah pemain kunci Persija di lini bertahan. Sedangkan Maxwell adalah bomber tim kesayangan Jakmania dalam hal cetak gol.
"Pertama karena kami memiliki waktu istirahat yang sangat sedikit. Keduanya juga merasakan kelelahan yang berlebihan. Untuk menghindari risiko kartu dan cedera, kami memilih untuk tidak memulai pertandingan dengan mereka," kata Souza dalam konferensi pers usai laga melawan Persijap.
"Namun, jika dibutuhkan, saya pasti akan memasukkan mereka. Syukurlah tidak diperlukan. Tidak ada banyak waktu hingga pertandingan pekan depan," jelasnya.
Adapun dalam laga melawan Persijap, Macan Kemayoran menang dua gol tanpa balas.
Gol diciptakan oleh dua pemain muda yakni Arlyansyah Abdulmanan dan Aditya Warman.
Baca Juga: Bojan Hodak Puji Ezra Walian, Ungkap Penyebab Kepergian dari Persib Bandung
Souza memuji penampilan anak asuhannya di laga tersebut. Sempat kesulitan, namun mampu keluar dari tekanan.
"Kami banyak mengalirkan bola dan cukup memaksakan permainan. Namun, kami tidak terlalu banyak melakukan penyelesaian akhir. Pada babak kedua kami membenahi beberapa hal," jelasnya.
"Dari situ kami bisa lebih sering melakukan tembakan. Kami bisa lebih sering masuk ke area pertahanan lawan. Saya pikir hal itu juga disebabkan oleh apa yang kami lakukan di babak pertama."
"Seperti yang saya katakan, di babak pertama kami banyak melakukan kesalahan untuk membuat lawan cukup kelelahan. Pada babak kedua mereka kesulitan untuk mengejar kami. Saya sangat puas dengan hasil yang diraih tim saya," tambahnya.