-
John Herdman menggunakan kemampuan negosiasinya untuk membujuk Pascal Struijk membela Timnas Indonesia segera.
-
Pascal Struijk berpotensi menjadi pemain termahal Indonesia dengan nilai pasar mencapai Rp392 miliar.
-
Skema tiga bek sejajar bersama Kevin Diks dan Jay Idzes menjadi rencana utama Herdman.
Suara.com - Era kepemimpinan John Herdman di kursi kepelatihan Timnas Indonesia membawa angin segar serta harapan yang sangat tinggi.
Kehadiran sosok pelatih berpengalaman ini diyakini mampu menjadi magnet bagi para pemain keturunan berkualitas di Eropa.
Fokus utama yang kini sedang berkembang di tengah publik sepak bola nasional adalah nama Pascal Struijk.
Bek tangguh yang merumput bersama Leeds United tersebut menjadi pusat pembicaraan hangat terkait proses naturalisasi teranyar.
Informasi mengenai kemungkinan Struijk berseragam Merah Putih sebenarnya telah bergulir kencang sepanjang tahun 2024 hingga 2025.
Salah satu sumber terpercaya dari Belanda yakni Voetbal Primeur memberikan indikasi positif mengenai status sang pemain.
Kabar ini mencuat setelah Dennie van Laar memberikan pernyataan khusus dalam sebuah sesi podcast olahraga ternama.
Ia menyebut Pascal Struijk sebagai pemain luar biasa yang jarang dibicarakan publik.
Pernyataan tersebut seolah memberikan validasi bahwa pintu bagi sang pemain untuk membela Indonesia terbuka lebar.
Baca Juga: Rahasia Sukses John Herdman Terbongkar, Legenda Kanada Ungkap Kunci di Balik Keajaiban Piala Dunia
Publik menilai kehadiran Struijk akan memberikan dampak instan pada kualitas organisasi pertahanan skuad asuhan John Herdman.
Spekulasi mengenai masa depan Struijk semakin memanas setelah ia tertangkap kamera berada di satu lokasi penting.
Pada bulan April 2025 silam dirinya terlihat sedang menghabiskan waktu bersama legenda sepak bola Patrick Kluivert.
Keduanya diketahui hadir untuk menyaksikan pertandingan antara Oxford United yang menjamu Leeds United di tanah Inggris.
Momen kebersamaan ini memicu asumsi bahwa pembicaraan mengenai komitmen internasional sang pemain sedang berlangsung sangat intens.
Meski demikian terdapat sebuah syarat krusial yang sempat terlontar terkait partisipasi sang bek di level internasional.