- Final Piala Super Spanyol menyajikan duel kiper berpengalaman Thibaut Courtois melawan debutan Joan García.
- Courtois menghadapi El Clasico sebagai ujian berat karena statistik kebobolannya yang tinggi melawan Barcelona.
- Joan García memimpin statistik penyelamatan tertinggi musim ini, menjadi harapan baru Barcelona di final.
Suara.com - El Clasico di Final Piala Super Spanyol antara Real Madrid vs Barcelona kembali menyajikan cerita menarik, kali ini dari bawah mistar gawang.
Final yang mempertemukan Barcelona dan Real Madrid tak hanya soal deretan bintang di lini serang, tetapi juga duel krusial dua penjaga gawang dengan latar belakang berbeda: Thibaut Courtois dan Joan García.
Di satu sisi ada Courtois, kiper utama Real Madrid yang telah lama mengukuhkan diri sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dunia.
Di sisi lain, Joan García, kiper muda Barcelona yang untuk pertama kalinya akan merasakan atmosfer El Clasico dengan mengenakan seragam Blaugrana. Duel ini menjadi simbol pertarungan pengalaman melawan generasi baru.
Courtois, Raja yang Diuji Rival Terberat
Courtois tetap menjadi sosok vital di balik kesuksesan Real Madrid dalam beberapa musim terakhir, terutama di kompetisi Eropa. Penampilannya di final Liga Champions 2022 menjadi salah satu bukti kelas dunia yang dimilikinya.
Namun, Barcelona adalah lawan yang paling sering menaklukkan gawang kiper asal Belgia tersebut. Dalam 29 pertemuan melawan Blaugrana, Courtois telah kebobolan 54 gol dan hanya mencatatkan enam clean sheet.
Statistik ini menjadikan El Clasico sebagai tantangan tersulit baginya, sekaligus ujian untuk mempertahankan dominasi yang selama ini ia pegang di laga-laga besar.
Joan García, Debut El Clasico dengan Misi Besar
Baca Juga: Jude Bellingham Bongkar Faktor X yang Bisa Bikin Real Madrid Pecundangi Barcelona
Di kubu Barcelona, sorotan tertuju pada Joan García. Kiper muda asal Spanyol itu akan menjalani El Clasico pertamanya bersama Barcelona setelah absen pada pertemuan LaLiga bulan Oktober lalu akibat cedera.
Bagi Joan García, laga ini bukan sekadar final, melainkan panggung pembuktian.
Ia berpeluang meraih trofi pertamanya bersama Barcelona sekaligus menegaskan statusnya sebagai kiper masa depan yang layak bersaing di level elite dan mengetuk pintu tim nasional Spanyol.
Statistik Berpihak pada Kiper Barcelona
Menariknya, statistik musim ini justru mengunggulkan Joan García.
Ia mencatat persentase penyelamatan tertinggi di lima liga top Eropa, yakni 83 persen, mengungguli nama-nama seperti Jean Butez dan Mile Svilar. Sementara Courtois berada di angka 76 persen.