Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas

Dwi Bowo Raharjo | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Selasa, 24 Februari 2026 | 19:13 WIB
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
Sejumlah massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (24/2/2026) petang. Gerbang Polda DIY sampai roboh. (Suara.com/Hiskia)
  • Massa menggelar unjuk rasa di depan Polda DIY pada Selasa (24/2/2026) petang, membongkar water barrier dan mendorong barikade keamanan.
  • Puncak aksi terjadi saat gerbang timur Mapolda DIY roboh pukul 18.43 WIB, disertai aksi vandalisme pada tembok luar.
  • Aksi massa yang meluap ke jalan menyebabkan pengalihan arus lalu lintas mandiri dan kemacetan panjang di jalur Ring Road Utara.

Suara.com - Sejumlah massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (24/2/2026) petang.

Berdasarkan pantauan Suara.com di lapangan, massa yang tiba langsung menuju gerbang timur Mapolda DIY. Water barrier yang semula disusun pihak kepolisian langsung dibongkar.

Massa yang terus berdatangan langsung merapat ke pintu gerbang sebelah timur dan melakukan aksi dorong-dorongan dengan barikade keamanan.

Puncaknya, pada pukul 18.43 WIB, pintu gerbang sisi timur Polda DIY sudah berhasil roboh akibat desakan massa yang semakin solid.

Tampak pula sejumlah orang yang mencoret-coret tembok bagian luar Mapolda DIY.

Tulisan seperti 'All Cops Are Bastard' hingga 'Pembunuh' sudah menghiasi tembok.

Aksi ini berdampak signifikan pada arus lalu lintas di jalur Ring Road Utara. Massa yang meluap ke jalan raya melakukan pengalihan arus secara mandiri.

assa yang mencorat-coret Mapolda DIY, Selasa (24/2/2025). (Suara.com/Hiskia)
assa yang mencorat-coret Mapolda DIY, Selasa (24/2/2025). (Suara.com/Hiskia)

Kendaraan dari arah barat yang menuju ke depan Polda DIY dipaksa memutar balik. Sehingga kemacetan panjang tidak terhindarkan di sekitar simpang empat Condongcatur dan UPN.

Aksi ini merupakan respons kolektif dari berbagai lapisan masyarakat.

Dalam seruan aksinya, diketahui massa menyuarakan kemarahan terhadap dugaan kekerasan aparat dan tindakan negara yang dianggap melanggengkan kekerasan.

Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di lokasi aksi dan situasi di depan Polda DIY terpantau masih tegang dengan penjagaan ketat dari personil kepolisian di balik gerbang yang telah roboh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Taring Kekuasaan di Pom Bensin: Kala Pegawai SPBU yang Dihajar Karena Menegakkan Aturan

Taring Kekuasaan di Pom Bensin: Kala Pegawai SPBU yang Dihajar Karena Menegakkan Aturan

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 17:58 WIB

Pria Ngaku Polisi Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang, Reskrim dan Propam Polda Metro Turun Tangan

Pria Ngaku Polisi Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang, Reskrim dan Propam Polda Metro Turun Tangan

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 15:07 WIB

Pakai Pelat Diplomatik Palsu Kedubes Rusia, Avanza Veloz Terjaring di Tol Dalam Kota

Pakai Pelat Diplomatik Palsu Kedubes Rusia, Avanza Veloz Terjaring di Tol Dalam Kota

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 14:18 WIB

Kekerasan Aparat yang Berulang: Mengurai Jejak Pola Serupa dari Kasus Gamma hingga Arianto

Kekerasan Aparat yang Berulang: Mengurai Jejak Pola Serupa dari Kasus Gamma hingga Arianto

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 10:39 WIB

Terkini

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:29 WIB